Gus Lilur: Jangan Giring Polemik Polri - Kejagung Menjadi Konflik Antarlembaga

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Jurnas.net – Munculnya narasi yang menyebut adanya konflik antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung mendapat tanggapan dari Penulis buku Prabowo untuk Indonesia Raya, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy. Menurut dia, polemik yang berkembang di ruang publik tidak sepatutnya dimaknai sebagai pertentangan antarinstitusi penegak hukum.

Gus Lilur, demikian ia disapa, menilai bahwa isu yang beredar lebih merupakan persoalan yang dipicu oleh tindakan oknum dan momentum yang dinilai kurang tepat, bukan mencerminkan hubungan kelembagaan antara Polri dan Kejaksaan Agung secara keseluruhan.

"Saya melihat yang berkembang bukan perang antarinstitusi. Jangan sampai publik digiring pada kesimpulan bahwa Polri dan Kejaksaan Agung sedang berhadap-hadapan. Yang terjadi lebih kepada persoalan oknum dan komunikasi yang tidak berjalan dengan baik," kata Gus Lilur, dalam keterangannya, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurutnya, munculnya penetapan tersangka terhadap seorang perwira tinggi Polri oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada momentum Hari Bhayangkara memunculkan persepsi yang beragam di tengah masyarakat.

Ia berpandangan, pemilihan waktu penyampaian informasi tersebut menjadi perhatian karena bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara yang sebelumnya dihadiri Presiden, Wakil Presiden, serta jajaran pejabat negara. "Kesan yang muncul di ruang publik adalah momentum itu kurang tepat. Karena itu, ke depan koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar penegakan hukum tetap berjalan tanpa menimbulkan persepsi yang dapat mengganggu hubungan antarinstansi," ujarnya.

Meski demikian, Gus Lilur menegaskan proses penegakan hukum harus tetap berjalan sesuai ketentuan tanpa pandang bulu. Setiap dugaan tindak pidana korupsi, kata dia, harus diusut secara profesional dan transparan. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga soliditas lembaga penegak hukum karena keduanya memiliki peran strategis dalam menjaga supremasi hukum dan stabilitas nasional.

"Kejaksaan Agung dan Polri adalah dua institusi negara yang memiliki tugas besar dalam penegakan hukum. Sinergi keduanya harus tetap dijaga demi kepentingan bangsa, bukan justru dipersepsikan saling berhadapan," katanya.

Gus Lilur berharap Presiden Prabowo Subianto dapat terus memperkuat koordinasi di antara para pembantunya di kabinet sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Menurut dia, pemerintah membutuhkan kerja sama yang solid antarlembaga untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan agenda pembangunan nasional berjalan optimal.

"Saya percaya Presiden akan terus memperkuat sinergi seluruh institusi negara agar tetap bekerja bersama membangun Indonesia. Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi, bukan narasi yang memperuncing perbedaan," ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpancing oleh narasi yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya. Menurutnya, berbagai persoalan antarlembaga seharusnya disikapi secara proporsional dan diselesaikan melalui mekanisme kelembagaan yang berlaku.

"Semangat yang harus terus dijaga adalah sinergi membangun negeri. Semua institusi negara memiliki tujuan yang sama, yaitu mengabdi kepada bangsa dan negara serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Gus Lilur.

Berita Terbaru

Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Industri Percetakan Bidik Transformasi Digital dan Pasar Baru

Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Industri Percetakan Bidik Transformasi Digital dan Pasar Baru

Rabu, 08 Jul 2026 17:42 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 17:42 WIB

Jurnas.net – Industri percetakan dan grafika kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026. Memasuki penyelenggaraan k…

SIER Perkuat Kampung Iklim Nasional, Bantu Dropbox dan Komposter ke 12 Kelurahan di Surabaya

SIER Perkuat Kampung Iklim Nasional, Bantu Dropbox dan Komposter ke 12 Kelurahan di Surabaya

Rabu, 08 Jul 2026 15:37 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 15:37 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), anggota Holding BUMN Danareksa, memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan m…

Viral Soal Biaya Warga Pindahan, Pemkot Surabaya Tegaskan Layanan Adminduk Gratis dan Iuran Lingkungan Tak Wajib

Viral Soal Biaya Warga Pindahan, Pemkot Surabaya Tegaskan Layanan Adminduk Gratis dan Iuran Lingkungan Tak Wajib

Rabu, 08 Jul 2026 14:29 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 14:29 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan seluruh layanan administrasi kependudukan (adminduk), termasuk pengurusan perpindahan penduduk, d…

Di Balik WTP ke-14, PKS Bongkar 'Rapor Merah' Pemkot Surabaya: Dividen BUMD Anjlok hingga Serapan Rendah

Di Balik WTP ke-14, PKS Bongkar 'Rapor Merah' Pemkot Surabaya: Dividen BUMD Anjlok hingga Serapan Rendah

Rabu, 08 Jul 2026 13:36 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 13:36 WIB

Jurnas.net – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 14 t…

7.380 Siswa SMA/SMK di Surabaya Terima Bantuan Pendidikan, Penyaluran Kini Lebih Ketat

7.380 Siswa SMA/SMK di Surabaya Terima Bantuan Pendidikan, Penyaluran Kini Lebih Ketat

Rabu, 08 Jul 2026 12:24 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 12:24 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah mekanisme penyaluran bantuan pendidikan melalui Program Beasiswa Pemuda Tangguh bagi siswa SMA, SMK, M…

BEC 2026 Angkat Heroisme Perang Bayu, Sejarah Berdirinya Banyuwangi Disulap Jadi Karnaval Etnik

BEC 2026 Angkat Heroisme Perang Bayu, Sejarah Berdirinya Banyuwangi Disulap Jadi Karnaval Etnik

Rabu, 08 Jul 2026 11:17 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 11:17 WIB

Jurnas.net – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali hadir dengan konsep yang mengangkat kekayaan sejarah lokal. Digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, k…