Banyak Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu, Khofifah "Cuci Tangan" Lempar ke Bupati/Walkot

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Dok: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Dok: Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui masih banyak perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di wilayahnya. Ia pun meminta kepala daerah se- Jatim, agar melengkapi perlintasan kereta api dengan fasilitas lengkap, termasuk palang pintu.

"Kepada bupati/walikota se- Jatim kami juga meminta untuk bisa melengkapi perlintasan kereta api dengan palang pintu beserta pos dan penjaganya. Karena ada beberapa daerah di Jatim, yang masih banyak memiliki perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan penjagaan," kata Khofifah, Selasa, 21 November 2023.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, saat ini ada 1.300 perlintasan kereta, rinciannya 1.135 perlintasan sebidang dan 165 perlintasan tidak sebidang.

Perlintasan sebidang merupakan perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Ada beberapa ketentuan dari perpotongan sebidang, karena hanya dapat dilakukan apabila letak geografis tidak memungkinkan membangun perpotongan tak sebidang.

Sedangkan perlintasan tak sebidang, adalah persilangan antara jalur kereta api dengan jalan raya yang tidak pada satu bidang, misalnya flyover atau underpass. Dalam aturan yang sama, perpotongan tak sebidang dapat di atas atau di bawah jalur kereta api.

Untuk mengendalikan lalu lintas pada perlintasan tanpa palang pintu, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim akan membangun 37 unit palang pintu. Kata dia, pembangunannya menggunakan dana PAPBD pada bulan November - Desember tahun 2023.

Sebab, lanjut dia, masih banyaknya perlintasan kereta api tanpa palang pintu ini pun, kata Khofifah, akan menjadi bahan evaluasi bersama. "Ini menjadi bahan evaluasi kita bersama. Dan penting untuk segera kita tindak lanjuti bersama agar keselamatan berlalu lintas senantiasa terjaga," katanya.

Oleh karena itu, Khofifah mengajak semua pihak melihat pentingnya palang pintu dan pos, beserta penjaganya di tiap-tiap lintasan kereta api. Selain itu, juga dengan melengkapi peringatan dini kepada masyarakat melalui rambu-rambu lalu lintas.

"Palang pintu juga merupakan bagian dari Early Warning System (EWS). Kita harus pastikan bersama bahwa kasus-kasus kecelakaan di palang pintu tanpa penjagaan diminimalisir secara masif," ujarnya.

Khofifah menambahkan, sosialisasi yang mampu meningkatkan social awareness bagi masyarakat juga penting dilakukan. Sebab jika social awareness meningkat, maka masyarakat bisa menjaga keamanan perlintasan kereta api.

"Kepada seluruh elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan mari bersama-sama turut mengedukasi berlalu lintas yang aman pada masyarakat disekitar kita," pungkasnya. (Mal)

Berita Terbaru

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…

Memulai dengan Kekalahan, PSS Sleman Disebut dalam Masa Transisi

Memulai dengan Kekalahan, PSS Sleman Disebut dalam Masa Transisi

Minggu, 13 Sep 2026 05:14 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 05:14 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman meraih hasil minor saat menjamu Madura United pada pekan kedua Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa…

Rayakan 34 Tahun, Ina Cookies Cari Kreasi Kukis dari Bahan Lokal lewat Sayembara Cipta Rasa

Rayakan 34 Tahun, Ina Cookies Cari Kreasi Kukis dari Bahan Lokal lewat Sayembara Cipta Rasa

Sabtu, 12 Sep 2026 22:42 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:42 WIB

Jurnas.net - Perayaan 34 tahun perjalanan Ina Cookies sebagai salah satu merek kukis keluarga Indonesia dilakukan dengan cara berbeda. Untuk pertama kalinya,…