Akibat kejadian tersebut, 19 santri putri tertimpa reruntuhan, satu di antaranya meninggal dunia, dan 19 santri lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban kini menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan berbeda.
Korban meninggal diketahui berinisial P (14), asal Dusun Rawan, Desa/Kecamatan Besuki, yang merupakan siswi SMP. Santri tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban telah dimakamkan oleh keluarga di tempat pemakaman umum desa setempat.
Pengasuh Ponpes Syekh Abdul Qodir Jailani, KH Muhammad Hasan Nailul Ilmi, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 hingga 01.00 WIB, saat sebagian besar santri sedang tertidur lelap.
"Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dari arah kamar santri. Setelah dicek, ternyata atap kamar ambruk. Dinding bangunan masih utuh, hanya atapnya yang roboh karena hujan deras dan angin sangat kencang,” kata Hasan.
Menurut Hasan, seluruh santri langsung dievakuasi ke tempat aman. Para korban luka dibawa ke Puskesmas Besuki, Rumah Sakit Besuki, dan Rumah Sakit Jatimed untuk mendapatkan pertolongan medis.
Baca Juga : Atap Kamar Ponpes di Situbondo Ambruk: 1 Santri Meninggal dan 19 Luka-luka
[caption id="attachment_8976" align="alignnone" width="1280"]
Suasana atap asrama putri Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo. (Dok: BPBD Jatim)[/caption]
Dari total korban, empat santri dirawat inap, dua di antaranya harus menjalani operasi karena mengalami luka cukup parah. "Ada empat santri masih dirawat. Dua santri di RS Besuki, dua di RS Jatimed. Salah satu di RS Jatimed sempat mendapat perawatan intensif tapi kemudian meninggal dunia,” jelas Hasan.
Ia menambahkan, santri yang meninggal dunia tersebut baru beberapa hari kembali ke pondok setelah sempat sakit di rumah. "Kami sangat berduka. Semoga keluarga diberi kesabaran dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ucap Hasan.
Hasan mengaku telah berkoordinasi dengan aparat desa, BPBD Situbondo, dan tenaga teknis untuk memastikan keamanan bangunan lainnya di lingkungan pondok. Sementara itu, lokasi kamar yang ambruk untuk sementara ditutup guna pembersihan dan perbaikan.
Musibah ini menjadi peringatan bagi banyak lembaga pendidikan berasrama, untuk memastikan kekuatan struktur bangunan menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi pada musim pancaroba di wilayah Jawa Timur.
Editor : Redaksi
Berita Terbaru
Dishub Surabaya Tegaskan Legalitas, 500 Juru Parkir Belum Perpanjang KTA 2026
Jumat, 30 Jan 2026 18:07 WIB
Jurnas.net - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengimbau ratusan juru parkir (jukir) agar segera melakukan validasi dan perpanjangan Kartu Tanda Anggota…
Surabaya Jadi Kota Andalan HONOR, Experience Store Pertama di Luar Jabodetabek Resmi Dibuka
Jumat, 30 Jan 2026 17:45 WIB
Jurnas.net - HONOR resmi membuka HONOR Experience Store pertama di Surabaya yang berlokasi di Surabaya, Jumat, 30 Januari 2026. Kehadiran gerai ini bukan…
Live TikTok di Ruang Kerja, Anggota Polres Sampang Terancam Sanksi Etik
Jumat, 30 Jan 2026 15:44 WIB
Jurnas.net - Era media sosial menghadirkan tantangan baru bagi institusi penegak hukum. Di tengah tuntutan keterbukaan dan citra publik, Polres Sampang…
Surabaya Siapkan Skema Bencana Terpadu, Hadapi Rob hingga Ancaman Sesar Aktif
Jumat, 30 Jan 2026 14:03 WIB
Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan lagi agenda musiman atau sekadar respons darurat. Melalui Apel Kesiapsiagaan…
Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Reformasi Polri, Hukum Berkeadilan Jadi Prioritas
Jumat, 30 Jan 2026 12:41 WIB
Jurnas.net - Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan komitmen penuh Polda Jawa Timur dalam mendukung Reformasi Polri yang berorientasi pada…
Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Diklaim Efektif Tekan Bullying dan Tingkatkan Interaksi Siswa
Jumat, 30 Jan 2026 11:37 WIB
Jurnas.net - Kebijakan pembatasan penggunaan gawai atau handphone (HP) di sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menunjukkan dampak…