Peristiwa tragis itu menewaskan satu santriwati dan melukai belasan lainnya. Korban meninggal dunia diketahui berinisial P, santri SMP asal Dusun Rawan, Desa Besuki. Jenazah telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat pada Rabu siang dengan isak tangis keluarga dan teman-teman sesama santri.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, mengatakan pihaknya langsung turun bersama Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan penanganan korban dan memeriksa kondisi bangunan pondok.
"Setelah mendapat informasi, kami bersama Kemenag datang ke lokasi untuk melihat situasi dan memastikan penanganan para korban. Satu korban tidak terselamatkan, sebagian dirawat di rumah sakit, dan lainnya menjalani rawat jalan,” kata Rezi, dikonfirmasi.
Baca Juga : Alhamdulillah! Seluruh Korban Longsor Trenggalek Ditemukan
[caption id="attachment_8970" align="alignnone" width="1280"]
Suasana atap ambruk asrama putri di Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo. (Dok: BPBD Jatim)[/caption]
Sebanyak 19 santriwati menjadi korban tertimpa reruntuhan atap. Mereka mendapat perawatan di Puskesmas Besuki, RSUD Besuki, dan RS Jatimed Situbondo.
Menurut Rezi, kepolisian akan menghadirkan ahli konstruksi bangunan untuk memeriksa kelayakan kamar santri lainnya agar insiden serupa tak terulang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pondok dan Kemenag untuk mengevakuasi sementara para santri dari bangunan terdampak. Kami juga akan melibatkan ahli untuk menilai apakah bangunan ini masih aman ditempati,” ujar Rezi.
Saat petugas tiba, sebagian puing dan reruntuhan telah dibersihkan oleh pihak pesantren. Barang-barang santri juga sudah dievakuasi ke lokasi aman. "Saya sudah meminta agar para santri tidak kembali menempati bangunan yang rusak sampai hasil pemeriksaan teknis keluar,” pungkasnya.
Editor : Redaksi
Berita Terbaru
Gus Lilur Desak Miftachul Akhyar Mundur dari Rais Aam PBNU, Singgung Bacaan Surah Al-Fath
Minggu, 18 Okt 2026 19:06 WIB
Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mendesak Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, mempertimbangkan p…
Hiu Tutul Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul Akhir Mati
Minggu, 18 Okt 2026 16:44 WIB
Jurnas.net - Seekor ikan hiu tutul berukuran sekitar 6 meter ditemukan terdampar di kawasan Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,…
Kisah Bahlil Lahadalia Jadi Inspirasi, Golkar Salurkan 200 Paket Sembako untuk Sopir Len
Minggu, 18 Okt 2026 15:02 WIB
Jurnas.net – Pengalaman Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi sopir angkutan kota (angkot) saat muda menjadi inspirasi di balik penyaluran 200 p…
Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara
Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB
Oleh: Saiq Khayran Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Nurul Jadid Di tengah ambisi pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas investasi,…
PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih
Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB
Jurnas.net – PSIM Yogyakarta mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean Paul van Gastel. Keputusan tersebut menjadi langkah penting b…
Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama
Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB
Jurnas.net – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan P…