Bawaslu Jatim Terima Laporan Puluhan Politik Uang Saat Pilkada Serentak 2024

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi politik uang saat Pilkada. (Dok: ICW)
Ilustrasi politik uang saat Pilkada. (Dok: ICW)

Jurnas.net - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur menerima 10 laporan politik uang pada Pilkada serentak 2024 di wilayahnya. Laporan politik uang itu diduga terjadi di 10 daerah di kabupaten/kota di Jatim.

"Soal laporan itu masih direkap semua untuk ditindaklanjuti," kata Anggota Bawaslu Jatim, Rusmifahrizal Rustam, Jumat, 29 November 2024.

Rustam menyebut daerah yang melaporkan adanya politik uang itu berada di wilayah ring satu Jatim. Di antaranya Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo. "Tim kami sedang bekerja untuj menindaklanjutinya," katanya.

Menurutnya, laporan politik uang itu masih berstatus dugaan, karena harus dibuktikan secara sah untuk status lebih lanjut. Sehingga, pihaknya masih bekerja untuk memprosesnya. "Yang jelas saat ini semuanya masih berstatus dugaan. Nanti kami tindaklanjuti," ujarnya.

Baca Juga : Petugas Meninggal Saat Pilkada Serentak 2024 di Jatim Bertambah Tiga Jadi Lima Orang

Kata Rustam, Bawaslu Jatim akan menelusuri lebih lanjut terkait bagi-bagi uang pada pelaksanaan Pilkada 2024. Termasuk adanya unsur pidana.

"Bentuk politik uang beragam, ada yang ngasih amplop berisi uang, ada juga bagi-bagi sembako yang diduga dilakukan para pendukung paslon yang terlibat dalam pilkada," katanya.

Terkait pelaksanaan Pilkada, Rustam menegaskan bahwa secara umum pilkada berjalan baik. Tidak ada laporan yang menonjol. "Secara umum aman dan kondusif, belum ada laporan pelanggaran yang menonjol," pungkasnya.

Berita Terbaru

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Jurnas.net - InJourney Management dengan Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerja sama pengembangan destinasi wisata candi. Ada sejumlah aspek yang dikembangka…

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Jurnas.net - Dampak kekerasan yang dialami anak-anak di daycare memerlukan penanganan serius. Bukan hanya penanganan, dampak kekerasan itu perlu deteksi dini pa…

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi oleh Polda Jawa Timur tak sekadar menjadi catatan penegakan hukum. Di balik angka k…