Masuk Proyek Strategis Nasional, Kawasan Industri Ngawi Siap Menjadi Pusat Investasi Baru

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, (jaket navy) menerima kunjungan kerja Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI sekaligus anggota Badan Legislasi DPR RI, H. Bambang Haryo Soekartono (BHS). (Insani/Jurnas.net)
Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, (jaket navy) menerima kunjungan kerja Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI sekaligus anggota Badan Legislasi DPR RI, H. Bambang Haryo Soekartono (BHS). (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI sekaligus anggota Badan Legislasi DPR RI, H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Kawasan Industri Ngawi sebagai langkah strategis dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Dalam kunjungan tersebut, BHS diterima langsung oleh Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, bersama jajaran direksi. Ia menekankan bahwa kawasan industri yang dikelola negara harus mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan program hilirisasi dan pengembangan industri berkelanjutan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Dengan perencanaan yang matang dan kebijakan yang tepat, kawasan industri dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah perlu mempercepat pembangunan kawasan industri berbasis hilirisasi dan teknologi agar mampu bersaing secara global," kata BHS.

Sebagai anggota Holding BUMN Danareksa, PT SIER terus memperluas cadangan lahan untuk pengembangan kawasan industri. Salah satu fokus utama adalah kawasan industri di Ngawi, yang direncanakan memiliki luas lebih dari 1.000 hektare.

Menurut BHS, kawasan ini memiliki posisi strategis dan sudah menarik minat investor asal China yang ingin menanamkan modal di sektor logam nonferrous. Investor tersebut membutuhkan lahan sekitar 400 hektare dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 10.000 orang.

"Kawasan industri SIER di Surabaya dan Pasuruan sudah nyaris penuh. Oleh karena itu, pengembangan kawasan industri baru di Ngawi sangat mendesak. Jika tidak dipercepat, kita bisa kehilangan peluang investasi ke negara lain seperti Thailand atau Malaysia,” tegasnya.

Baca Juga : SIER Raih Penghargaan ESG dan Ekspansi Industri di Anugerah BUMN 2025

Proyek Kawasan Industri Ngawi telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendapat persetujuan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk masuk dalam RPJMN 2025-2029. Artinya, proyek ini akan berjalan dalam pemerintahan Presiden Prabowo.

BHS menjelaskan bahwa dokumen Pertimbangan Teknis (Pertek) untuk kawasan ini sudah disetujui oleh kementerian terkait dan hanya menunggu persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Lahan industri ini telah diajukan ke Perhutani sejak dua tahun lalu. Sekarang sudah dalam tahap finalisasi. Saya siap membantu konsolidasi dengan kementerian terkait agar proyek ini bisa segera direalisasikan," ujarnya.

Jika terealisasi, kawasan industri ini akan menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Timur, dengan potensi pengembangan di sektor agroindustri, perkebunan, peternakan, dan logam nonferrous. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan dan hilirisasi industri.

Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, menyambut baik dukungan yang diberikan oleh BHS. Menurutnya, Ngawi dipilih karena memenuhi empat kriteria utama sebagai kawasan industri, yakni harga dan status tanah yang kompetitif, ketersediaan infrastruktur, serta tarif air dan energi yang mendukung.

"Ketersediaan lahan menjadi faktor utama dalam menarik investasi asing. Ini adalah momentum emas bagi Indonesia untuk menarik relokasi industri global, terutama dari China yang terdampak perang dagang dengan Amerika Serikat," ujar Didik.

Dengan percepatan proyek ini, kawasan industri Ngawi diharapkan dapat menjadi pusat investasi baru, membuka ribuan lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Berita Terbaru

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …

Hentakan Musik Bersama Inklusivitas, Kepedulian Lingkungan, dan Sosial di Kridosono

Hentakan Musik Bersama Inklusivitas, Kepedulian Lingkungan, dan Sosial di Kridosono

Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB

Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB

Jurnas.net - Musik menjadi ruang perjumpaan sekaligus sarana menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial dalam Yayaya Fest 2026 yang digelar di…

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…