Kejati Jatim Buru Mafia Proyek di Balik Suap Rp3,6 Miliar Kasus Eks Pejabat Dinas PU Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Saiful Bahri Siregar. (Insani/Jurnas.net)
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Saiful Bahri Siregar. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur terus mengembangkan penyidikan kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang menjerat mantan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Ganjar Siswo Pramono. Setelah menetapkan Ganjar, sebagai tersangka, kini kejaksaan membidik pihak yang diduga menjadi pemberi gratifikasi.

"Masih dalam proses penyidikan untuk mengungkap siapa yang memberikan gratifikasi," kata Aspidsus Kejati Jatim, Saiful Bahri Siregar, Selasa, 10 Juni 2025.

Saiful menyatakan bahwa penyidik saat ini tengah mendalami aliran dana yang diterima tersangka, sekaligus mengidentifikasi siapa saja pihak yang terlibat sebagai pemberi suap. "Potensi penambahan tersangka tentu ada, namun kita minta bersabar sampai penyidikan tuntas," katanya.

Baca Juga : Kejaksaan Tahan Eks Pejabat Dinas PU Surabaya Kasus Gratifikasi Proyek Rp3,6 Miliar

[caption id="attachment_7782" align="alignnone" width="1600"] GSP, mantan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya resmi ditahan Kejati Jatim. (Insani/Jurnas.net)[/caption]

Untuk diketahui, total uang gratifikasi yang diterima Ganjar mencapai Rp3,6 miliar. Jumlah itu diterima secara bertahap selama menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam rentang waktu 2016 hingga 2022. Dana tersebut diduga berasal dari sejumlah rekanan proyek yang memberikan "hadiah" setelah memenangkan tender.

"Ada kaitannya dengan proyek-proyek sebelumnya. Pelaku menerima hadiah dari pihak yang mendapatkan proyek. Uangnya kemudian digunakan untuk investasi, yang mengarah pada dugaan tindak pidana pencucian uang," jelasnya.

Ganjar resmi ditahan beberapa waktu lalu setelah penyidik menemukan bukti kuat adanya aliran dana mencurigakan selama ia menjabat. Proses penyidikan terhadap pemberi gratifikasi masih berlangsung dan berpotensi membuka aktor-aktor lain yang ikut terlibat dalam praktik korupsi berjemaah ini.

Berita Terbaru

Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Reformasi Polri, Hukum Berkeadilan Jadi Prioritas

Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Reformasi Polri, Hukum Berkeadilan Jadi Prioritas

Jumat, 30 Jan 2026 12:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 12:41 WIB

Jurnas.net - Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan komitmen penuh Polda Jawa Timur dalam mendukung Reformasi Polri yang berorientasi pada…

Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Diklaim Efektif Tekan Bullying dan Tingkatkan Interaksi Siswa

Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Diklaim Efektif Tekan Bullying dan Tingkatkan Interaksi Siswa

Jumat, 30 Jan 2026 11:37 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 11:37 WIB

Jurnas.net - Kebijakan pembatasan penggunaan gawai atau handphone (HP) di sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menunjukkan dampak…

Jatim Jadi Benteng Nasional PMK, Khofifah Gelontorkan 453 Ribu Dosis Vaksin

Jatim Jadi Benteng Nasional PMK, Khofifah Gelontorkan 453 Ribu Dosis Vaksin

Jumat, 30 Jan 2026 11:10 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 11:10 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat merespons tren peningkatan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mulai terdeteksi di awal 2026.…

Tiga Gedung Cagar Budaya Lenyap, Pemkab Gresik Dituding Tutup Mata 

Tiga Gedung Cagar Budaya Lenyap, Pemkab Gresik Dituding Tutup Mata 

Jumat, 30 Jan 2026 10:22 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 10:22 WIB

Jurnas.net - Penghancuran bangunan cagar budaya di kawasan belakang Kantor Pos Gresik Pelabuhan kian memantik kemarahan warga. Tak hanya satu, tiga gedung…

186 Nelayan Muncar Resmi Miliki Sertifikat Tanah, Ipuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir

186 Nelayan Muncar Resmi Miliki Sertifikat Tanah, Ipuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir

Jumat, 30 Jan 2026 09:08 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 09:08 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pesisir melalui pemberian kepastian hukum atas aset tanah nelayan.…

Cegah Banjir Surabaya, Eri Cahyadi Tertibkan Sempadan Sungai dan Ajak Warga Disiplin Tata Ruang

Cegah Banjir Surabaya, Eri Cahyadi Tertibkan Sempadan Sungai dan Ajak Warga Disiplin Tata Ruang

Jumat, 30 Jan 2026 08:04 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 08:04 WIB

Jurnas.net - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus memperkuat langkah pencegahan banjir dengan menertibkan pemanfaatan ruang di sepanjang tepi sungai. Ia…