TNI Kawal Kejaksaan se-Jatim: Pangdam Pastikan Penegakan Hukum Tak Bisa Ditekan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kepala Kejati Jatim Kuntadi, usai apel bersama seluruh unsur TNI dan Kejaksaan di Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kepala Kejati Jatim Kuntadi, usai apel bersama seluruh unsur TNI dan Kejaksaan di Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Demi memperkuat sistem pengamanan dan menjamin independensi dalam proses penegakan hukum, seluruh satuan TNI di Jawa Timur menggelar Apel Gelar Kesiapan Pengamanan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri se-Jawa Timur, Rabu, 9 Juli 2025. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jatim dan dipimpin langsung oleh Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin.

Apel gabungan ini melibatkan personel dari berbagai matra, termasuk Kodam, Koarmada, Pasmar, dan Lanud. Tujuannya adalah memastikan kesiapan sumber daya TNI dalam memberikan dukungan pengamanan kepada institusi kejaksaan di seluruh wilayah provinsi.

“Hari ini kita melaksanakan apel gelar kesiapan personel dan material dari seluruh satuan TNI. Kita ingin memastikan bahwa semua unsur siap untuk diperbantukan dalam pengamanan Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri,” kata Rudy, dalam sambutannya.

Baca Juga : Dukung Revisi UU TNI, GP Ansor Tegaskan Tak Ada Dwifungsi Gaya Orde Baru

[caption id="attachment_8147" align="alignnone" width="1080"] Seluruh unsur TNI di Jawa Timur Apel Gelar Kesiapan Pengamanan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri se-Jatim. (Insani/Jurnas.net)[/caption]

Menurut Rudy, keterlibatan TNI dalam pengamanan kejaksaan telah sesuai koridor hukum, sebagaimana diatur dalam Telegram Panglima TNI Nomor 422 Tahun 2025 dan Surat Telegram Kasad Nomor 1192 Tahun 2025. Pelibatan ini akan diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kodam V/Brawijaya dan Kejati Jatim.

“Kami siap membantu sesuai permintaan dan kebutuhan dari Kejaksaan. Tapi tentu dalam bingkai hukum dan prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Secara teknis, lanjut Rudy, satu SST (Satuan Setingkat Peleton) berisi sekitar 30 personel akan diperbantukan di Kejaksaan Tinggi. Sementara untuk setiap Kejaksaan Negeri, akan ditempatkan satu SSR (Satuan Setingkat Regu) dengan kekuatan sekitar 10 personel.

"Penempatan ini akan fleksibel dan disesuaikan dengan dinamika keamanan di masing-masing daerah. Koordinasi teknis akan dilakukan langsung antara Dandim dan Kajari setempat,” jelasnya.

Baca Juga : Kejati Jatim Periksa 30 Kepsek Kasus Skandal Dana Hibah Rp65 Miliar Untuk 25 SMK

[caption id="attachment_8149" align="alignnone" width="1080"] Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kepala Kejati Jatim Kuntadi, usai apel bersama seluruh unsur TNI dan Kejaksaan di Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)[/caption]

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kuntadi, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa dukungan dari TNI bukanlah bentuk intervensi militer terhadap proses hukum, melainkan sebuah upaya untuk menciptakan ruang kerja yang aman dan terbebas dari intimidasi.

"Kehadiran TNI ini justru untuk menjamin rasa aman bagi jaksa dan seluruh aparat hukum dalam menangani perkara. Tujuannya agar penegakan hukum bisa berjalan tanpa tekanan, tanpa rasa takut,” kata Kuntadi.

Ia juga menambahkan bahwa penempatan personel TNI akan bersifat sementara dan situasional, tergantung pada kondisi lapangan dan potensi ancaman yang dihadapi.

"Semua ini demi penegakan hukum yang objektif, adil, dan tidak bisa ditekan oleh siapa pun. Karena bila hukum tidak bisa berdiri tegak, maka masyarakatlah yang paling dirugikan," pungkas Kuntadi.

Berita Terbaru

Hari Kartini: Kisah Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Antar Warga Surabaya Setiap Pagi

Hari Kartini: Kisah Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Antar Warga Surabaya Setiap Pagi

Selasa, 21 Apr 2026 14:07 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:07 WIB

Jurnas.net – Saat sebagian besar warga Surabaya masih terlelap, aktivitas kota sebenarnya sudah mulai bergerak. Di balik itu, ada peran Eka Hardiyanti Suteja (…

Banyak Jargon, Hasil Minim: Kemiskinan Jatim di Era Khofifah Nyaris Tembus 10 Persen

Banyak Jargon, Hasil Minim: Kemiskinan Jatim di Era Khofifah Nyaris Tembus 10 Persen

Selasa, 21 Apr 2026 13:14 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - Klaim Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa soal penanganan kemiskinan berbasis karakter wilayah kini diuji oleh data. Di tengah gencarnya…

Pemkot Surabaya Luncurkan Medical Tourism, Bidik Pasien Indonesia Timur hingga Mancanegara

Pemkot Surabaya Luncurkan Medical Tourism, Bidik Pasien Indonesia Timur hingga Mancanegara

Selasa, 21 Apr 2026 11:17 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 11:17 WIB

Jurnas.net – Surabaya mulai mengubah wajah layanan kesehatan menjadi kekuatan ekonomi baru. Melalui peluncuran program Medical Tourism dan Bakti Sosial T…

Stasiun Yogyakarta Dioperasikan dan Dilayani Para Srikandi Kereta Api

Stasiun Yogyakarta Dioperasikan dan Dilayani Para Srikandi Kereta Api

Selasa, 21 Apr 2026 10:37 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 10:37 WIB

Jurnas.net - Daop 6 Yogyakarta merayakannya Hari Kartini sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap sosok RA Kartini yang inspiratif pada 21 April 2026. Stasiun Y…

PLN Bangun Sistem Keamanan Sosial Listrik dari Desa, FKPM Jadi Benteng Awal Lindungi Objek Vital

PLN Bangun Sistem Keamanan Sosial Listrik dari Desa, FKPM Jadi Benteng Awal Lindungi Objek Vital

Senin, 20 Apr 2026 14:37 WIB

Senin, 20 Apr 2026 14:37 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) mulai menggeser pendekatan pengamanan kelistrikan dari sekadar teknis menjadi berbasis partisipasi masyarakat. Hal ini terlihat d…

Anak Buah Tersandung Pungli Tambang, Gubernur Khofifah Tunjuk Nahkoda Baru ESDM Jatim

Anak Buah Tersandung Pungli Tambang, Gubernur Khofifah Tunjuk Nahkoda Baru ESDM Jatim

Senin, 20 Apr 2026 09:04 WIB

Senin, 20 Apr 2026 09:04 WIB

Jurnas.net — Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di tubuh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur tak hanya menyeret pejabat teknis, tetapi juga …