Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memberikan ruang promosi dan kesempatan usaha bagi UMKM lokal dalam berbagai kegiatan publik dan event besar yang digelar di Kota Pahlawan.
Inisiatif ini merupakan arahan langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang menekankan pentingnya menghadirkan ekonomi kerakyatan yang benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat.
"Kami ingin memastikan ekonomi di Surabaya bergerak dari bawah. UMKM harus menjadi pelaku utama yang merasakan perputaran uang dari setiap kegiatan yang ada di kota ini,” kata Eri, Rabu, 5 November 2025.
Seiring dengan dorongan tersebut, keterlibatan UMKM dalam berbagai acara di Surabaya terus meningkat setiap tahunnya. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya mencatat, jumlah UMKM yang dilibatkan dalam berbagai event mengalami peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Kepala Dinkopumdag Surabaya Febrina Kusumawati menyampaikan bahwa kebijakan Pemkot Surabaya untuk menghadirkan UMKM di berbagai kegiatan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.
"Kami berterima kasih kepada berbagai pihak penyelenggara event yang telah membuka ruang bagi UMKM Kota Surabaya. Dengan adanya wadah seperti ini, produk lokal bisa dikenal lebih luas dan masyarakat pelaku usaha merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” kata Febrina.
Menurut Febrina, pihaknya siap berkolaborasi dengan semua pihak, baik penyelenggara acara, perguruan tinggi, maupun sektor swasta untuk memberikan ruang promosi dan penjualan bagi UMKM. Ia menegaskan bahwa Pemkot selalu menyesuaikan jenis produk UMKM dengan karakter audiens setiap kegiatan, agar potensi penjualan dan interaksi dengan konsumen lebih optimal.
"Kami ingin setiap event menjadi ajang promosi sekaligus peluang transaksi nyata bagi UMKM. Dengan begitu, mereka bukan hanya dikenal, tapi juga mendapatkan keuntungan ekonomi,” ujarnya.
Baca Juga : SIER dan Holding Danareksa Perkuat UMKM Jatim Lewat Sinergi di Jatim Fest 2025
Selain dukungan promosi, Pemkot Surabaya melalui Dinkopumdag juga menjalankan berbagai program pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM. Program tersebut meliputi fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga pendaftaran BPOM.
Pemkot juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan mitra swasta untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas kemasan produk serta kemampuan digital marketing, agar lebih siap bersaing di pasar modern.
"Kami berharap berbagai dukungan ini bisa menjadi pijakan awal bagi UMKM Surabaya untuk naik kelas dan memperluas jaringan pasarnya, baik di dalam maupun luar daerah,” papar Febrina.
Salah satu pelaku UMKM yang telah merasakan manfaat dari kebijakan ini adalah Bakso Bakar Menyala. Pemiliknya, Hilma Rahmannisa Muwaffaqah, mengaku pendapatannya meningkat signifikan setelah mendapatkan kesempatan berjualan di beberapa acara besar di Surabaya.
"Dalam satu event, omzet kami bisa mencapai hingga Rp7 juta per hari. Selain itu, kami juga belajar banyak soal pelayanan, branding, dan strategi pemasaran yang lebih efektif,” kata Hilma.
Editor : Andi Setiawan