Surabaya Bangun Gerakan Sosial dari Kampung: Agen RW Jadi Penggerak Perlindungan Pekerja Informal

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Balaikota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Balaikota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperluas perlindungan sosial bagi warganya, tak hanya bagi pekerja kantoran atau penerima upah, tapi juga bagi ribuan pekerja sektor informal yang selama ini sering luput dari jaminan sosial.

Melalui program Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) yang resmi diluncurkan di Balai Pemuda, Jumat (7/11/2025), Pemkot Surabaya menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur untuk membangun gerakan sosial perlindungan tenaga kerja berbasis komunitas RW.

Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi serius untuk mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko kerja seperti kecelakaan, kehilangan penghasilan, atau kematian kepala keluarga.

"Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang jatuh miskin karena kehilangan penghasilan akibat kecelakaan kerja atau meninggal dunia. Untuk itu, kami membentuk agen Perisai di setiap RW agar jaminan sosial benar-benar menjangkau pekerja informal,” kata Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, Sabtu, 8 November 2025.

Hebi menjelaskan, agen-agen Perisai ini akan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat di akar rumput, khususnya dalam mengedukasi pekerja bukan penerima upah seperti tukang becak, pedagang kaki lima, petani, nelayan, satpam, ibu rumah tangga, hingga petugas kebersihan.

"Kesadaran pekerja informal untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan masih rendah, padahal mereka paling rentan. Dengan agen di RW, sosialisasinya lebih mudah dan dekat,” kata Hebi.

Program ini juga menjawab fenomena banyaknya pekerja yang mengalami kecelakaan kerja atau meninggal tanpa perlindungan. Kondisi itu, kata Hebi, sering membuat keluarga kehilangan mata pencaharian dan akhirnya masuk ke kategori miskin baru.

Selain memberikan edukasi, agen Perisai juga akan membantu proses pendaftaran, pengumpulan iuran, dan memastikan manfaat BPJS tersalurkan dengan baik kepada pekerja di wilayahnya.

Baca Juga : Surabaya Jadi Laboratorium Budaya: Mahasiswa Dua Negara Revitalisasi Warisan Arsitektur Kota

Hebi mencontohkan, jika seorang pekerja mengalami patah tulang akibat kecelakaan kerja dan tak bisa bekerja, BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung biaya pengobatan serta mengganti pendapatan keluarga.

"Bahkan, jika pekerja meninggal dunia, anaknya dijamin sekolah hingga kuliah. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk pekerja, tapi untuk masa depan keluarganya juga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur, Hadi Purnomo, menyebut Surabaya sebagai salah satu kota dengan komitmen paling tinggi dalam melindungi pekerja. Hingga kini, sekitar 613 ribu atau 42 persen pekerja di Surabaya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Targetnya 58 persen. Tapi capaian Surabaya sudah luar biasa karena tidak hanya melindungi pekerja formal, tapi juga RT, RW, Kader Surabaya Hebat, hingga Non-ASN,” kata Hadi.

Hadi menilai langkah Pemkot Surabaya selaras dengan upaya nasional dalam mengentaskan kemiskinan melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ia berharap kehadiran agen Perisai di tingkat RW bisa memastikan usaha kecil, pedagang pasar, hingga buruh harian yang tidak mampu tetap mendapatkan hak perlindungan kerja.

"Kalau terjadi kecelakaan atau risiko kerja, seluruh biaya pengobatan ditanggung tanpa keluar uang sepeser pun. Itulah arti sebenarnya dari keadilan sosial,” pungkas Hadi.

Berita Terbaru

Rekam Jejak Ahmad Sahroni di Komisi III DPR Sebelum Nonaktif, Pernah Kejar Kasus Sambo dan Teddy Minahasa

Rekam Jejak Ahmad Sahroni di Komisi III DPR Sebelum Nonaktif, Pernah Kejar Kasus Sambo dan Teddy Minahasa

Sabtu, 21 Feb 2026 21:24 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 21:24 WIB

Jurnas.net - Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menuai reaksi beragam dari masyarakat. Sejumlah pihak mengapresiasi kembalinya…

Khofifah Klaim Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil di Bulan Ramadan

Khofifah Klaim Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Feb 2026 13:24 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 13:24 WIB

Jurnas.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Larangan, Jl. Sunandar Priyo Sudarmo,…

Pemkot Surabaya: Program Makanan Bergizi Gratis Jadi Model Pengelolaan Pangan Terpadu

Pemkot Surabaya: Program Makanan Bergizi Gratis Jadi Model Pengelolaan Pangan Terpadu

Sabtu, 21 Feb 2026 11:42 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 11:42 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan kembali komitmennya dalam menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara aman, tertib, dan…

Khofifah Resmikan Jembatan Bubak, Warga Gondang Sambut Harapan Baru untuk Mobilitas dan UMKM

Khofifah Resmikan Jembatan Bubak, Warga Gondang Sambut Harapan Baru untuk Mobilitas dan UMKM

Sabtu, 21 Feb 2026 10:27 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Peresmian Jembatan Bubak di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, menjadi lebih dari sekadar acara seremonial. Jembatan yang sempat putus akibat…

Pemkot Surabaya Bangun Sistem Lawan Narkoba: Dari Kampung hingga Sekolah

Pemkot Surabaya Bangun Sistem Lawan Narkoba: Dari Kampung hingga Sekolah

Sabtu, 21 Feb 2026 09:21 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 09:21 WIB

Jurnas.net - Penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Surabaya atas komitmen mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) bukan sekadar seremoni. Di balik…

Pemkot Surabaya Sasar Perumahan Elite untuk Tuntaskan DTSEN, Libatkan REI dan Apersi

Pemkot Surabaya Sasar Perumahan Elite untuk Tuntaskan DTSEN, Libatkan REI dan Apersi

Sabtu, 21 Feb 2026 08:12 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 08:12 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya mempercepat penyelesaian pendataan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan target menuntaskan 181.867 Kartu…