Realisasi Investasi Surabaya Tembus Rp31,3 Triliun: Perkuat Ekosistem Usaha Hingga UMKM 

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Klinik investasi adalah pusat pelayanan terintegrasi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dan investasi. (Humas Pemkot Surabaya)
Klinik investasi adalah pusat pelayanan terintegrasi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dan investasi. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Kota Surabaya kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah dengan ekosistem investasi paling progresif di Indonesia. Hingga triwulan III tahun 2025 (Januari–September), realisasi investasi yang masuk menembus Rp31,3 triliun, mendekati target tahunan yang dipatok sebesar Rp42,69 triliun.

Kinerja positif ini tak hanya bertumpu pada nilai investasi yang terus meningkat, tetapi juga pada pergeseran strategi Pemkot Surabaya dalam membangun ekosistem usaha yang lebih stabil, inklusif, dan berpihak pada pelaku usaha lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya, Lasidi, menyebut pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Surabaya tetap menjadi kota tujuan investasi yang kompetitif di tengah persaingan antardaerah.

"Triwulan III kami sudah mencapai Rp31,3 triliun. Tinggal Rp11 triliun lagi untuk mencapai target. Insyaallah bisa terpenuhi,” kata Lasidi, Rabu, 26 November 2025.

Pada triwulan III atau periode Juli–September 2025 saja, realisasi investasi mencapai Rp9,185 triliun, terdiri dari PMDN: Rp8,4 triliun dan PMA Rp784 miliar.

Adapun tiga sektor penyumbang terbesar adalah Industri pengolahan Rp1,904 triliun, perdagangan besar & eceran (reparasi mobil & sepeda motor) Rp961 miliar, real estate Rp826 miliar.

Tren positif ini makin menguat bila melihat capaian lima tahun terakhir. Pada 2024, Surabaya kembali melampaui target investasi dengan realisasi Rp40,47 triliun, atau 101,35 persen dari target Rp39,94 triliun.

Berbeda dari kota lain, strategi investasi Surabaya kini menekankan pemerataan manfaat bagi warga, sesuai instruksi Wali Kota Eri Cahyadi.

Lasidi menegaskan bahwa investasi yang masuk harus memberi dampak langsung kepada masyarakat, termasuk kewajiban melibatkan tenaga kerja lokal. "Kalau ada hotel baru, berapa persen pekerjanya harus dari warga Surabaya. Itu wajib,” tegasnya.

Tidak berhenti di tenaga kerja, Pemkot juga mewajibkan investasi sektor perhotelan dan jasa lainnya untuk menggandeng pemasok lokal, mulai dari kebutuhan sayur-mayur hingga perlengkapan hotel.

"Slipper hotel, kebutuhan harian, sayur-mayur — semua diarahkan mengambil dari pelaku usaha lokal. Bahkan sekarang sudah ada Koperasi Merah Putih sebagai penghubung,” jelasnya.

Langkah ini dinilai sebagai win–win solution: investor mendapat kepastian pasokan, sementara UMKM Surabaya memperoleh pasar tetap yang berkelanjutan.

Untuk memperkuat ekosistem investasi, Pemkot Surabaya mengembangkan Klinik Investasi di Lantai 3 Gedung Siola. Fasilitas ini menjadi pusat layanan terintegrasi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, memperluas bisnis, atau mencari peluang investasi.

Klinik Investasi menyediakan pendampingan berkas perizinan, konsultasi bisnis, rekomendasi lokasi usaha, hingga simulasi perhitungan anggaran dan balik modal. "Di Klinik Investasi ada peta potensi usaha. Mau buka apa, di mana, butuh berapa tahun balik modal—semua ada hitungannya,” terang Lasidi.

Pemkot menilai kekuatan investasi Surabaya bukan hanya berasal dari kemudahan izin dan fasilitas publik, tetapi pada kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, akademisi, komunitas, UMKM, dan pemerintah.

Dengan pendekatan ekosistem yang semakin matang, Pemkot optimistis target investasi akhir tahun dapat tercapai. "Semua bergerak bersama. Investasi di Surabaya harus mudah, tapi juga harus menyejahterakan warga,” pungkas Lasidi.

Berita Terbaru

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Jurnas.net - Momen libur panjang pada pekan ini menjadi atensi pengelola transportasi umum Commuter Line. KAI Commuter Area 6 Yogyakarta menambah jadwal perjala…

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Jurnas.net - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks mulai dari krisis moral generasi muda hingga tekanan sosial di era digital Al Irsyad Al Islamiyah…

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Jurnas.net – Di tengah lanskap politik yang semakin dinamis dan ekspektasi publik yang terus meningkat, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih mengubah p…

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…