Jurnas.net - Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) II MD KAHMI Sidoarjo yang akan digelar di Fave Hotel pada Minggu, 30 November 2025, berbagai pandangan terkait kriteria ideal calon presidium mulai mengemuka. Presidium KAHMI Jawa Timur, Ali Mufhti, menegaskan bahwa suksesi kali ini harus menjadi momentum untuk menghadirkan kombinasi kepemimpinan yang bijaksana, inklusif, dan menjaga kesinambungan kaderisasi HMI.
Menurut Ali, setiap alumni memiliki hak yang sama untuk maju sebagai calon presidium. Namun, ia menekankan bahwa sosok yang ideal adalah mereka yang dekat dengan anggota, memiliki gagasan kuat, serta mampu membangun jejaring luas, sebuah kualitas yang menurutnya mutlak dimiliki pemimpin organisasi alumni dari lembaga kader seperti HMI.
"Semua alumni punya hak yang sama untuk menjadi presidium. Tapi tentu, mereka yang dipilih adalah alumni yang punya pemikiran matang dan kedekatan dengan anggota. KAHMI itu organisasi yang sangat bertumpu pada jaringan, dan jejaring itu harus dibangun oleh calon presidium,” kata Ali, Kamis, 27 November 2025.
Ali mengatakan bahwa salah satu indikator penting bagi calon yang layak memimpin KAHMI adalah komitmennya terhadap kaderisasi. Ali menegaskan, tanpa HMI sebagai organisasi kader, tidak akan ada KAHMI hari ini.
"Calon presidium harus alumni yang merawat kaderisasi HMI. Tanpa HMI, tidak ada KAHMI. Maka, siapa pun yang maju harus punya kepedulian pada regenerasi dan pembinaan kader,” tegasnya.
Senior–Junior Harus Berjalan Beriringan
Menjawab isu yang beredar mengenai dominasi sejumlah tokoh muda yang digadang-gadang maju dalam bursa calon presidium, Ali menyampaikan pandangan moderat dan bijaksana. Menurutnya, kepemimpinan terbaik adalah kombinasi antara senior dan junior, bukan sekadar memilih yang muda atau yang tua.
"Kandidat terbaik adalah kombinasi senior dan junior. Senior membawa pengalaman dan kebijaksanaan, sementara junior membawa energi dan inovasi. Keduanya harus saling melengkapi,” tandas pria yang juga Ketua DPD Golkar Jatim itu.
Pandangan tersebut dinilai sejalan dengan dinamika Musda II yang tahun ini disebut sarat dengan semangat regenerasi. Dari sekitar 10 nama yang telah muncul di bursa calon presidium, hanya akan terpilih 5 figur terbaik, sesuai mekanisme dalam tata tertib Musda.
Musda II Jadi Momentum Konsolidasi Arah Baru
Ketua Pelaksana Musda, Sulton Arif, memastikan bahwa persiapan berjalan maksimal. Ia menyebut 120 peserta dari seluruh anggota KAHMI Sidoarjo akan hadir untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.
Sulton berharap Musda kali ini tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga pola kepemimpinan yang visioner, solid, dan mampu bersinergi dengan unsur daerah.
"KAHMI harus selalu memberi kemaslahatan bagi umat dan masyarakat Sidoarjo. Musda ini adalah tonggak penting untuk memperkuat peran itu,” ujar Sulton.
Dengan semakin kuatnya dorongan regenerasi dan munculnya harapan akan kolaborasi lintas generasi, Musda II MD KAHMI Sidoarjo dipandang menjadi momen strategis, untuk memperkuat kembali peran alumni HMI dalam kontribusi sosial, pemberdayaan, serta pembangunan daerah.
Editor : Amal