Said Abdullah: PDIP Tinggalkan 'Politik Salon', Fokus Dengar Kebutuhan Rakyat

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar di Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar di Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak ingin terjebak dalam praktik “politik salon”, yakni gaya politik yang sibuk berhias jargon dan pencitraan, namun jauh dari kebutuhan riil masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Said dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar di Surabaya, Sabtu, 20 Desember 2025.

“Konferda dan Konfercab ini tentu membuka ruang regenerasi. Tetapi kami tidak semata-mata berhitung soal 2029. Yang lebih penting adalah menyiapkan prasyarat politik agar mampu sampai ke 2029 dengan fondasi yang kuat,” kata Said.

Menurut Said, Konferda dan Konfercab bukan sekadar forum regenerasi kepengurusan partai di sejumlah titik, melainkan momentum strategis untuk menyiapkan arah politik jangka panjang PDI Perjuangan menuju 2029.

Ia menjelaskan, setelah seluruh rangkaian Konferda dan Konfercab rampung, agenda utama partai adalah melakukan konsolidasi dan koordinasi menyeluruh dari tingkat DPD hingga DPC. Konsolidasi ini, kata Said, akan menjadi dasar perubahan arah kebijakan partai agar semakin relevan dengan dinamika sosial masyarakat.

Sebagai partai ideologis, Said menegaskan PDI Perjuangan harus meninggalkan politik jargonistik dan politik salon yang hanya mematut diri tanpa empati. Menurutnya, pendekatan semacam itu tidak lagi memiliki tempat di tengah tuntutan publik yang semakin kritis.

“Kami ingin menghindari politik yang hanya berhias diri tetapi tidak bonding dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran DPD dan DPC harus siap menjadi pendengar yang baik,” tegas Said.

Perhatian khusus PDI Perjuangan, lanjut Said, diarahkan kepada pemilih muda, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha. Ia mengakui partai masih terus mencari formula yang tepat untuk menjawab aspirasi dan karakter politik generasi tersebut.

“Terus terang, sampai hari ini kami masih mencari formula yang paling pas. Kami sudah melakukan FGD di berbagai titik dan menggelar red talks secara terbuka untuk menyaring suara-suara Gen Z,” jelasnya.

Berbagai masukan dari forum diskusi itu kini sedang diproses dan dirumuskan agar dapat diartikulasikan secara utuh dalam sikap politik PDI Perjuangan ke depan. Said memastikan aspirasi generasi muda akan menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan dan strategi partai.

“Insyaallah, seluruh masukan dari Gen Z itu akan kami tuangkan dalam sikap politik PDI Perjuangan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Jurnas.net – Upaya efisiensi anggaran tak lagi berhenti pada pemangkasan belanja, tetapi mulai menyentuh pola hidup aparatur sipil negara (ASN). Sekretariat D…

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – Di tengah tantangan menjaga keandalan jaringan listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) justru m…

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Jurnas.net – Di saat banyak lembaga pemerintah menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran dan skema kerja fleksibel, Sekretariat DPRD Jawa Timur justru m…

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Jurnas.net - Penegakan hukum lalu lintas di Jawa Timur mulai bergeser ke arah yang lebih modern dan responsif. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bersama …

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Jurnas.net – Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 mulai menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya kasat mata. Di balik mekanisme formal, muncul “…

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Jurnas.net – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan respons tegas terkait kasus kekerasan anak yang terjadi di dayc…