Kementan Tunjuk Jawa Timur Jadi Pusat Swasembada Gula Nasional, Target 70 Ribu Hektare Tebu

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, dan jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Jatim. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, dan jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Jatim. (Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Jawa Timur kembali diposisikan sebagai poros utama agenda besar ketahanan pangan nasional. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Program Hilirisasi Perkebunan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 23 Desember 2025, pemerintah pusat dan daerah menyepakati langkah cepat menjadikan Jawa Timur sebagai episentrum swasembada gula nasional.

Rakor yang dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, jajaran Forkopimda Jawa Timur, serta kepala daerah se-Jatim ini bukan sekadar forum koordinasi, melainkan titik awal konsolidasi besar-besaran sektor perkebunan dari hulu ke hilir.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan, Jawa Timur siap menjadi lokomotif utama dengan target 70 ribu hektare lahan tebu dari total 100 ribu hektare target nasional. "Saya rasa ini adalah skuadron yang sangat kuat untuk memaksimalkan ikhtiar hilirisasi perkebunan di Jawa Timur. Seluruh kepala daerah sudah memetakan lahan yang potensial untuk percepatan tanam tebu,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, keberhasilan swasembada gula membutuhkan disiplin tata ruang dan sinergi lintas sektor. Jawa Timur, kata dia, memiliki tantangan sekaligus keunggulan karena menjadi daerah dengan Luas Tambah Tanam (LTT) tertinggi nasional mencapai 1,8 juta hektare.

“Karena swasembada beras sudah tercapai, angka ini tidak boleh berkurang di 2026. Maka pengembangan tebu harus dipetakan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu pangan strategis lainnya,” jelas Khofifah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menetapkan target 90 hari untuk bongkar ratoon atau mengganti tebu sisa panen, dengan tunas baru di kabupaten/kota Jawa Timur. Untuk mendukung percepatan itu, Pemprov Jatim akan menyiapkan lokasi konsinyering di sekitar Gedung Negara Grahadi sebagai pusat koordinasi lintas pemangku kepentingan.

“Kalau Jawa Timur berhasil, insya Allah tahun depan Indonesia tidak perlu impor gula putih. Karena 50 persen lebih kebun tebu nasional ada di Jawa Timur,” tegas Amran.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Pertanian langsung mengalokasikan 100 unit traktor untuk Jawa Timur. Total anggaran swasembada gula nasional mencapai Rp1,6 triliun, dengan target peningkatan produksi dari 2,68 juta ton menjadi 3 juta ton pada 2026.

Selain gula, rakor juga membahas penguatan sektor peternakan. Jawa Timur ditetapkan sebagai daerah pertama yang akan membangun Grand Parent Stock (GPS) milik negara, sebagai sumber induk unggas nasional untuk menghasilkan Final Stock (DOC) komersial.

Tak berhenti di situ, program Produksi Susu Nasional (PSN) turut diperkuat dengan rencana pengadaan sapi dara bunting, yang dinilai sangat selaras dengan kultur peternak Jawa Timur. “Ini kabar baik bagi Jawa Timur. Program-program ini sangat dekat dengan kultur petani dan peternak kita,” kata Khofifah.

Dari Swasembada Beras ke Swasembada Gula
Mentan Amran pun memberikan apresiasi khusus atas kinerja Jawa Timur yang konsisten berada di tiga besar nasional untuk berbagai komoditas pertanian.

"Kita buktikan swasembada beras bisa dicapai lebih cepat dari target. Insya Allah swasembada gula bisa kita ulangi. Jawa Timur adalah kuncinya," tandas Khofifah.

Berita Terbaru

Dari Rongsokan Menjadi Harapan, Yayasan RBR Hadiahkan Khitan Gratis untuk 100 Anak

Dari Rongsokan Menjadi Harapan, Yayasan RBR Hadiahkan Khitan Gratis untuk 100 Anak

Kamis, 16 Jul 2026 17:11 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 17:11 WIB

Jurnas.net - Perjuangan menghidupi rumah singgah dari hasil mengumpulkan rongsokan tak menyurutkan langkah Yayasan Rakyat Bantu Rakyat (RBR) Indonesia Sehat.…

PRABOWO SUBIANTO UNTUK INDONESIA RAYA

PRABOWO SUBIANTO UNTUK INDONESIA RAYA

Kamis, 16 Jul 2026 12:04 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 12:04 WIB

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy SAYA tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai berseliweran di media sosial. Bunyinya: "Prabowo bersama: Jaksa +…

Gigih Berjuang, Anak Petani Asal Pandowoharjo Tembus Teknik Kimia UGM

Gigih Berjuang, Anak Petani Asal Pandowoharjo Tembus Teknik Kimia UGM

Rabu, 15 Jul 2026 17:02 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 17:02 WIB

Jurnas.net - Siang itu, Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas, 18 tahun, berlari menuju sawah tempat ibunya bekerja. Perempuan yang akrab disapa Hanon itu membawa…

Usai Temukan Pungli dan Parkir Ilegal, Eri Cahyadi Tegaskan Sidak Akan Terus Berlanjut

Usai Temukan Pungli dan Parkir Ilegal, Eri Cahyadi Tegaskan Sidak Akan Terus Berlanjut

Rabu, 15 Jul 2026 12:03 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 12:03 WIB

Jurnas.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan inspeksi mendadak (sidak) yang belakangan rutin dilakukan ke sejumlah titik di Kota Pahlawan merupakan b…

Sekolah Rakyat Banyuwangi Segera Tempati Kampus Terpadu Baru, Siswa Dijadwalkan Pindah Agustus 2026

Sekolah Rakyat Banyuwangi Segera Tempati Kampus Terpadu Baru, Siswa Dijadwalkan Pindah Agustus 2026

Rabu, 15 Jul 2026 10:48 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 10:48 WIB

Jurnas.net – Sekolah Rakyat Banyuwangi memasuki fase baru pengembangan dengan segera beroperasinya kampus terpadu yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan M…

DPRD Jatim Soroti 186 Kasus HIV Baru di Kota Malang, Pencegahan Dinilai Harus Lebih Masif

DPRD Jatim Soroti 186 Kasus HIV Baru di Kota Malang, Pencegahan Dinilai Harus Lebih Masif

Rabu, 15 Jul 2026 09:40 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 09:40 WIB

Jurnas.net – Meningkatnya temuan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Malang sepanjang lima bulan pertama 2026 menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa T…