DPRD Sentil Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Eksploitasi Konflik Demi Konten Jadi Pemantik Kegaduhan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso. (Istimewa)
Gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso. (Istimewa)

Jurnas.net - Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Mohammad Saifuddin, melontarkan kritik keras terhadap praktik pejabat publik yang menjadikan konflik warga sebagai komoditas konten media sosial. Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, tetapi justru memperkeruh suasana, mempermalukan warga, dan berpotensi memicu konflik horizontal yang lebih luas.

Saifuddin menilai, ketika konflik rakyat dipertontonkan ke ruang digital terlebih oleh pejabat negara, maka persoalan yang seharusnya diselesaikan secara institusional justru berubah menjadi tontonan publik yang sarat emosi dan kegaduhan.

“Selama konflik rakyat dijadikan konten, konflik kecil akan membesar, konflik besar akan menggunung. Ini bukan edukasi, ini eksploitasi konflik,” kata Saifuddin, Senin, 29 Desember 2025.

Ia menyayangkan ruang media sosial yang seharusnya dimanfaatkan untuk edukasi kebijakan dan solusi justru dipakai untuk menyebarluaskan potongan konflik warga secara sepihak. Praktik semacam ini, kata Saifuddin, memperlihatkan kegagalan memahami fungsi kekuasaan dan etika jabatan publik.

“Surabaya bukan panggung konten. Bukan ruang adu domba. Pejabat itu tugasnya meredam, bukan memantik. Menyelesaikan, bukan memviralkan,” ujarnya tajam.

Saifuddin menegaskan, narasi konflik yang diproduksi tanpa verifikasi dan tanpa kerangka solusi hanya akan memperlebar jurang sosial. Ia mengingatkan bahwa Surabaya dibangun di atas nilai kerukunan, bukan sensasi. “Stop mengadu domba. Surabaya ini kota teduh, bukan kota gaduh. Kita ini seduluran saklawase,” katanya.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, juga menyoroti kegagalan media sosial sebagai instrumen penyelesaian konflik. Menurutnya, berbagai persoalan publik di Surabaya justru tidak pernah tuntas ketika diserahkan pada tekanan opini viral, apalagi jika konflik tersebut lebih dulu disebarluaskan oleh pejabat publik.

Ia mencontohkan kasus penahanan ijazah pekerja yang sempat ramai di ruang publik. Persoalan itu, kata Saifuddin, baru benar-benar selesai ketika negara hadir melalui jalur hukum dan kebijakan, bukan karena sorotan kamera atau popularitas konten.

“Kasus penahanan ijazah itu selesai karena hukum ditegakkan, bukan karena konten,” tandas legislator Partai Demokrat tersebut.

Hal serupa terjadi dalam polemik parkir di kawasan Petra Manyar. Konflik itu, lanjut Saifuddin, baru menemukan titik terang setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun tangan langsung melalui kewenangannya sebagai kepala daerah.

“Ujung-ujungnya wali kota yang membereskan. Terima kasih kepada wali kota. Kadang beliau tidak ikut makan, tapi dipaksa untuk cuci piring,” sindirnya.

Untuk mencegah konflik sosial terus direproduksi menjadi komoditas digital, Komisi A DPRD Surabaya berencana melakukan kajian internal. Saifuddin bahkan membuka peluang pemanggilan pihak-pihak terkait, termasuk Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji, guna memastikan pejabat publik tidak menjadi sumber eskalasi konflik di tengah masyarakat.

“Kami akan kaji di Komisi A. Jika perlu, kami akan panggil pihak-pihak terkait, termasuk wakil wali kota. Jangan sampai konflik rakyat dijadikan bahan konten lalu dibiarkan melebar,” tegasnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, Surabaya memang dihadapkan pada sejumlah konflik horizontal, mulai dari sengketa parkir, penertiban lingkungan, hingga persoalan ketenagakerjaan yang berkembang liar setelah diviralkan di media sosial. Penyajian konflik yang emosional, sepihak, dan minim verifikasi dinilai mempercepat eskalasi ketegangan, mempermalukan warga, serta mengaburkan proses hukum.

Sebagai kota metropolitan yang majemuk, Surabaya memiliki kerentanan sosial tinggi jika konflik dikelola secara serampangan. DPRD menegaskan bahwa stabilitas sosial bukan hanya urusan ketertiban, tetapi juga tanggung jawab moral pejabat publik untuk tidak menjadikan penderitaan warga sebagai bahan tontonan.

DPRD Surabaya pun mengingatkan pentingnya literasi digital dan etika kekuasaan. Ruang digital, tegas Saifuddin, tidak boleh berubah menjadi arena adu domba yang menggerus nilai kebersamaan hanya demi popularitas dan klik semata.

Berita Terbaru

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Jurnas.net – Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata keluarga baru melalui pertunjukan teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The E…

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

PBNU mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam merespons keluhan masyarakat terkait tindakan aparat kepolisian dalam penegakan hukum di Sukoharjo…

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Peringatan Hari Pahlawan di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat pada 1-2 November 2026 berlangsung meriah.…

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Sikap sejumlah perusahaan asuransi yang masih berhati-hati dalam memberikan perlindungan terhadap mobil listrik menjadi alarm bagi pemerintah…

Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB

Jurnas.net - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan pembahasan sejumlah hal penting dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih…

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…

PSIM Cetak Comeback dan Rengkuh Kemenangan Perdana di Super League

PSIM Cetak Comeback dan Rengkuh Kemenangan Perdana di Super League

Minggu, 01 Nov 2026 22:14 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 22:14 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri puasa kemenangan di BRI Super League 2026/2027 pascamengandaskan perlawanan Borneo FC Samarinda dalam laga yang…

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…