KAI Daop 8 Surabaya Berlakukan Kecepatan Terbatas di Lintas Utara Pascabanjir Pekalongan

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana penumpang kereta di Daop 8 Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Suasana penumpang kereta di Daop 8 Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Perjalanan kereta api di lintas utara Jawa berangsur pulih setelah banjir sempat menggenangi jalur rel di sejumlah titik wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya memastikan, jalur terdampak kini sudah dapat dilalui kembali dengan kecepatan terbatas setelah melalui serangkaian pemeriksaan keselamatan dan perbaikan intensif.

Sejak Jumat (16/1/2026), KAI mengerahkan tim prasarana untuk melakukan penanganan darurat, mulai dari pembersihan material banjir, pengecekan kondisi rel, bantalan, hingga sistem drainase. Langkah ini dilakukan agar perjalanan kereta api dapat kembali beroperasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan gangguan banjir sebelumnya memaksa KAI melakukan pembatalan dan pengaturan ulang sejumlah perjalanan. Namun, seiring membaiknya kondisi lintas, operasional kereta api kini berangsur kembali normal.

“Mulai Selasa (20/1), perjalanan KA secara bertahap kembali berjalan normal. Meski demikian, lintas yang sebelumnya terdampak banjir masih diberlakukan pembatasan kecepatan sebagai langkah mitigasi keselamatan,” kata Mahendro, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menjelaskan, hingga Selasa pagi masih terdapat satu perjalanan kereta api dari wilayah Daop 8 Surabaya yang dibatalkan. Pembatalan dilakukan bukan karena kondisi jalur, melainkan dampak rangkaian yang belum siap akibat keterlambatan perjalanan sebelumnya.

Adapun kereta api yang dibatalkan adalah KA (7001A) Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir, dengan jadwal keberangkatan pukul 18.25 WIB. Sementara itu, berdasarkan data hingga pukul 10.00 WIB, tercatat tiga perjalanan KA menuju wilayah Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan.

Rinciannya, dua kereta terlambat tiba di Stasiun Surabaya Pasarturi dan satu kereta terlambat tiba di Stasiun Malang, dengan rata-rata keterlambatan sekitar 52 menit. Kata Mahendro, selain perbaikan prasarana, KAI juga melakukan optimalisasi dan pengaturan rangkaian kereta agar layanan tetap berjalan dan pemulihan operasional dapat dilakukan lebih cepat.

“Pengaturan rangkaian ini kami lakukan untuk menjaga kelancaran layanan pada KA yang tetap beroperasi, sekaligus menyesuaikan dinamika perjalanan akibat kondisi sebelumnya,” jelasnya.

KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, seluruh lintas yang kembali dioperasikan telah melalui proses uji kelayakan sebelum dinyatakan aman dilalui.

Atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf dan memberikan kompensasi layanan bagi penumpang yang terdampak.

“Pelanggan dengan tiket KA yang dibatalkan dapat melakukan refund 100 persen di luar biaya pemesanan, atau memilih reschedule tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan. Layanan ini tersedia melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121,” pungkas Mahendro.

Dengan dibukanya kembali lintas utara secara bertahap, KAI berharap mobilitas masyarakat dapat kembali lancar, sembari terus memantau kondisi cuaca dan prasarana untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…

Memulai dengan Kekalahan, PSS Sleman Disebut dalam Masa Transisi

Memulai dengan Kekalahan, PSS Sleman Disebut dalam Masa Transisi

Minggu, 13 Sep 2026 05:14 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 05:14 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman meraih hasil minor saat menjamu Madura United pada pekan kedua Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa…