Kereta Api Daop 8 Surabaya Kacau, Dua Insiden Perlintasan Picu Keterlambatan Hingga 4 Jam

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kereta Api di Stasiun Gubeng Surabaya. (Humas Daop 8 Surabaya)
Kereta Api di Stasiun Gubeng Surabaya. (Humas Daop 8 Surabaya)

Jurnas.net - Kinerja operasional perkeretaapian di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya kembali mendapat sorotan. Dalam satu hari, Rabu (4/2/2026), dua gangguan serius terjadi di jalur rel yang mengakibatkan keterlambatan sejumlah kereta api, bahkan hingga lebih dari empat jam, serta berdampak langsung pada ribuan penumpang.

Gangguan pertama terjadi pada pukul 15.20 WIB di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) No. 398 Km 223+500/600, petak jalan antara Stasiun Kandangan – Stasiun Tandes. Sebuah muatan kendaraan truk dilaporkan terjatuh dan menghalangi jalur rel aktif. Informasi awal diterima dari petugas perlintasan dan diteruskan oleh PPKA Stasiun Tandes.

Insiden tersebut memaksa KAI melakukan penghentian sementara perjalanan demi keselamatan. Koordinasi cepat dilakukan antara PPKA Stasiun Kandangan dan Tandes, petugas pengamanan, serta petugas jalan rel. Jalur hulu baru dinyatakan aman pada pukul 15.33 WIB, sementara jalur hilir kembali normal pada pukul 16.02 WIB. Akibat kejadian ini, KA Barang KP/2526A (Priukmas Cargo) mengalami keterlambatan sekitar 15 menit.

Namun gangguan yang lebih serius terjadi pada malam hari. Sekitar pukul 21.10 WIB, KA 41 (Sembrani) tertemper kendaraan mobil di JPL 266 Km 167+0/1, petak jalan Stasiun Pucuk – Stasiun Gembong. Perlintasan tersebut tercatat sebagai perlintasan resmi, namun hanya dijaga secara swadaya oleh masyarakat.

Insiden ini berdampak luas. Jalur hilir sempat tertutup, perjalanan kereta api terganggu, dan rangkaian KA harus menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum dapat melanjutkan perjalanan. Koordinasi lintas fungsi dilakukan melibatkan masinis, PPKA Stasiun Gembong dan Babat, unit pengamanan, petugas jalan rel, serta Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).

Akibat peristiwa tersebut, keterlambatan kereta api tidak terhindarkan. KA 41 (Sembrani) tercatat mengalami keterlambatan paling parah, mencapai sekitar 245 menit. Selain itu, KA 483 (CL Jenggala) terlambat sekitar 152 menit, KA 303 (Parcel Utara) 160 menit, KA 145 (Blambangan) 44 menit, KA 253 (Kertajaya) 45 menit, dan KA 165 (Dharmawangsa) sekitar 25 menit.

Rentetan keterlambatan ini menimbulkan ketidaknyamanan serius bagi penumpang, khususnya pada jam malam dan perjalanan jarak jauh, sekaligus kembali menegaskan tingginya risiko kecelakaan dan gangguan operasional akibat rendahnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang.

KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang melibatkan KA Sembrani dan menyatakan belasungkawa kepada pihak yang terdampak. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan gangguan.

“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan dan ketidaknyamanan yang terjadi. Sejak awal kejadian, KAI langsung melakukan penanganan cepat, terukur, dan sesuai prosedur keselamatan, mulai dari pengamanan lokasi, evakuasi, hingga pemeriksaan sarana dan prasarana. Langkah ini dilakukan agar jalur benar-benar aman sebelum kembali dilalui kereta api,” ujar Mahendro.

KAI kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang dan tidak beraktivitas di jalur rel. Jalur kereta api merupakan area terbatas dengan risiko tinggi, dan setiap pelanggaran berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal serta mengganggu layanan publik secara luas.

Ke depan, KAI menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan aspek keselamatan guna menekan potensi gangguan operasional dan memastikan pelayanan transportasi publik yang aman, andal, dan tepat waktu.

Berita Terbaru

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan VAR dan Wasit Liga 1, Pembinaan Talenta Muda Naik Level

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan VAR dan Wasit Liga 1, Pembinaan Talenta Muda Naik Level

Jumat, 21 Agu 2026 16:22 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 16:22 WIB

Jurnas.net — Standar penyelenggaraan Soekarno Cup 2026 ditingkatkan memasuki babak semifinal dan final. Turnamen sepak bola yang diikuti 400 talenta muda dari 1…

Pelabuhan Ketapang Kerap Macet Saat Peak Season, Lahan KAI Disiapkan Jadi Rest Area

Pelabuhan Ketapang Kerap Macet Saat Peak Season, Lahan KAI Disiapkan Jadi Rest Area

Jumat, 21 Agu 2026 15:12 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 15:12 WIB

Jurnas.net — Kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, yang kerap terjadi saat musim puncak (peak season) mendorong pemerintah daerah d…

Gerbang Toll PBNU, Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU

Gerbang Toll PBNU, Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU

Jumat, 21 Agu 2026 13:01 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 13:01 WIB

Oleh HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy   Pada 27 Agustus 2026, di kompleks Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas — pesantren yang didirikan Kiai Wahab Chasbullah …

Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Terungkap, Eri Cahyadi Intruksikan Semua Panti Asuhan Tak Berizin Ditutup

Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Terungkap, Eri Cahyadi Intruksikan Semua Panti Asuhan Tak Berizin Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 12:38 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 12:38 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas setelah terungkap dua kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Pahlawan. Kedua k…

DKG 2026-2029 Dilantik, Budaya Gresik Didorong Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

DKG 2026-2029 Dilantik, Budaya Gresik Didorong Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Jumat, 21 Agu 2026 11:46 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 11:46 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik selama ini lekat dengan citra sebagai salah satu kawasan industri besar di Jawa Timur. Namun, di balik kepulan asap pabrik dan g…

Pelajar Surabaya Bawa Indonesia Juara 1 Eco-Hero Internasional, Mimpinya Tanam 1 Juta Mangrove

Pelajar Surabaya Bawa Indonesia Juara 1 Eco-Hero Internasional, Mimpinya Tanam 1 Juta Mangrove

Kamis, 20 Agu 2026 17:22 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 17:22 WIB

Jurnas.net — Aksi seorang pelajar SMP Negeri 1 Surabaya dalam memulihkan ekosistem pesisir membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Harley Fatahillah Y…