Pemkot Surabaya Tetapkan 14 Ruang Publik Jadi Panggung Seni, Dorong Ekonomi Kreatif Kota

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Alun alun salah satu ruang publik di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Alun alun salah satu ruang publik di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak lagi memandang ruang publik semata sebagai taman dan area rekreasi. Melalui kebijakan baru, ruang-ruang kota kini diposisikan sebagai panggung terbuka yang mempertemukan seni, warga, dan ekonomi kreatif. Sebanyak 14 ruang publik resmi ditetapkan sebagai lokasi tampilan seni melalui Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 100.3.3.3/185/436.1.2/2025 tentang Penggunaan Ruang Publik untuk Lokasi Tampilan Seni.

Kebijakan ini menandai perubahan pendekatan Pemkot Surabaya dalam mengelola seni budaya—dari kegiatan seremonial menjadi aktivitas keseharian yang hidup di tengah ruang kota. Seni tidak lagi dipusatkan di gedung tertutup, melainkan hadir di ruang terbuka yang mudah diakses masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem seni sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif perkotaan.

“Ruang publik tidak hanya kita jadikan tempat rekreasi, tetapi juga ruang berekspresi bagi seniman. Ini menjadi titik temu antara seni, masyarakat, dan pariwisata kota,” kata Heri, Senin, 2 Februari 2026.

Empat belas lokasi yang ditetapkan tersebar di berbagai penjuru kota, mulai dari Taman Surya Balai Kota, Taman Sejarah, Kompleks Balai Pemuda, Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Kawasan Tunjungan, Tugu Pahlawan, Adventure Land Romokalisari, Kebun Raya Mangrove, Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, eks Hi-Tech Mall, Taman Harmoni, Taman Cahaya, hingga kawasan Kya-Kya Kembang Jepun.

Di titik-titik tersebut, beragam seni tampil rutin—mulai musik akustik, angklung, reog, jaranan, hingga elektone—yang menghadirkan suasana kota lebih hidup sekaligus ramah bagi pejalan kaki.

Menurut Heri, beberapa lokasi seperti Balai Kota, Jalan Tunjungan, dan Balai Pemuda menjadi favorit para seniman karena berada di pusat aktivitas warga dan relatif aman dari cuaca. Di lokasi ini, seniman tidak hanya mendapat ruang tampil, tetapi juga peningkatan pendapatan.

“Antusiasme seniman sangat tinggi, terutama di Balai Kota dan Tunjungan. Pengunjung ramai, dan itu berdampak langsung pada ekonomi para pengisi acara,” jelasnya.

Sementara itu, ruang publik seperti Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Tugu Pahlawan, hingga THP Kenjeran menjadi magnet pertunjukan seni tradisi seperti reog dan jaranan. Aktivitas ini tidak hanya menarik penonton, tetapi juga berdampak pada sektor lain seperti parkir dan kunjungan kawasan wisata.

“Tampilan seni ini bukan sekadar hiburan. Ia menggerakkan ekonomi dan turut berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkap Heri.

Meski demikian, Pemkot Surabaya mengakui belum semua ruang publik teraktivasi optimal. Taman Sejarah baru dimanfaatkan pada momentum tertentu seperti Hari Pahlawan 2025. Sementara eks Hi-Tech Mall dan Kebun Raya Mangrove Gununganyar masih memerlukan pematangan konsep serta koordinasi lanjutan.

“Ke depan, kami akan terus mengevaluasi dan memperkuat konsep agar semua ruang publik bisa hidup merata. Tujuannya, seniman punya lebih banyak pilihan tempat tampil dan masyarakat semakin dekat dengan seni di ruang terbuka,” pungkasnya.

Berita Terbaru

KPK Kuliti Skema Jual Beli Jabatan dan Fee Proyek, Bupati Ponorogo Diduga Nikmati Aliran Dana Miliaran

KPK Kuliti Skema Jual Beli Jabatan dan Fee Proyek, Bupati Ponorogo Diduga Nikmati Aliran Dana Miliaran

Jumat, 10 Apr 2026 14:41 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:41 WIB

Jurnas.net — Sidang perdana kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, J…

Panitia HBH Bawean Hadirkan Cita Rasa Kampung Halaman di Yogyakarta, Koki dan Menu Khas Didatangkan dari Bawean

Panitia HBH Bawean Hadirkan Cita Rasa Kampung Halaman di Yogyakarta, Koki dan Menu Khas Didatangkan dari Bawean

Jumat, 10 Apr 2026 13:17 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Gelaran Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional 2026 di Yogyakarta tak hanya menjadi ajang silaturahmi diaspora. Di balik kemegahan acara yang a…

Pemkab Banyuwangi Kendalikan Inflasi Saat Lebaran, Harga Pangan Tetap Stabil

Pemkab Banyuwangi Kendalikan Inflasi Saat Lebaran, Harga Pangan Tetap Stabil

Jumat, 10 Apr 2026 10:12 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 10:12 WIB

Jurnas.net – Di tengah lonjakan konsumsi selama Ramadan hingga Idulfitri, Kabupaten Banyuwangi justru mampu menahan laju inflasi tetap rendah. Capaian ini b…

Yahya Zaini Dorong HBH Bawean Internasional Jadi Motor Perjuangan Pembangunan dan Investasi Masa Depan

Yahya Zaini Dorong HBH Bawean Internasional Jadi Motor Perjuangan Pembangunan dan Investasi Masa Depan

Jumat, 10 Apr 2026 09:21 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 09:21 WIB

Jurnas.net - Penyelenggaraan Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional di Yogyakarta dinilai bukan sekadar ajang silaturahmi tahunan, tetapi memiliki dimensi…

Kementan Percepat Produksi 380 Ribu Benih Kelapa 2026, Sumenep Jadi Pusat Hilirisasi

Kementan Percepat Produksi 380 Ribu Benih Kelapa 2026, Sumenep Jadi Pusat Hilirisasi

Jumat, 10 Apr 2026 08:24 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 08:24 WIB

Jurnas.net - Pemerintah pusat mulai memacu kesiapan sektor perkelapaan nasional dengan memastikan ketersediaan benih unggul untuk 2026. Langkah ini ditegaskan…

Fraksi PKB Sentil Pemprov Jatim, Indeks Lingkungan Anjlok Meski Raih Penghargaan

Fraksi PKB Sentil Pemprov Jatim, Indeks Lingkungan Anjlok Meski Raih Penghargaan

Kamis, 09 Apr 2026 21:26 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 21:26 WIB

Jurnas.net - Fraksi PKB DPRD Jawa Timur melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang 2025, khususnya di sektor lingkungan…