Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Gus Lilur Targetkan 165 Pabrik Rokok SKT UMKM di Jatim Tahun 2026

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Founder & Owner Rokok Bintang Sembilan (RBS), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur. (Dok: Jurnas.net)
Founder & Owner Rokok Bintang Sembilan (RBS), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net – Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis industri padat karya terus digencarkan di Jawa Timur. Founder & Owner Rokok Bintang Sembilan (RBS), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur, menargetkan pendirian 165 Pabrik Rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) skala UMKM yang tersebar di empat kabupaten di Jawa Timur sepanjang tahun 2026.

Empat daerah yang menjadi fokus pengembangan industri rokok SKT UMKM tersebut meliputi Kabupaten Situbondo, Probolinggo, Pamekasan, dan Sumenep. Gus Lilur menegaskan bahwa langkah ini bukan semata bisnis, tetapi juga strategi memperluas lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal, khususnya di wilayah Tapal Kuda dan Madura.

"Target kami jelas, memiliki 165 Pabrik Rokok SKT UMKM di Jawa Timur dalam tahun 2026. Ini adalah ikhtiar membangun industri berbasis rakyat, menyerap tenaga kerja, dan memberi ruang tumbuh bagi UMKM lokal,” kata Gus Lilur, Senin, 9 Februari 2026.

Pada tahap pertama, Gus Lilur akan mendirikan sebanyak lima pabrik rokok SKT di Desa Sokaan, Kabupaten Situbondo. Kelima pabrik tersebut yakni PR. Lo Nyo yang akan dipimpin Abdur Rahman, PR. Ngi Nyong dipimpin Mardiyanto, PR. Nyo Nok dipimpin Adi Surya Saputra, PR. Ko Bessa dipimpin Dayat, dan PR. La Kapra yang akan dinahkodai oleh Arif Makruf Riscahyono.

Kelima pabrik tersebut merupakan bagian dari Tahap Pertama pengembangan Pabrik Rokok SKT UMKM, yang seluruhnya menggunakan sistem Sigaret Kretek Tangan, industri yang dikenal padat karya dan ramah bagi tenaga kerja lokal, khususnya perempuan.

Setelah tahap pertama selesai, Gus Lilur akan mendirikan 9 pabrik rokok SKT lainnya usai Lebaran Idulfitri 2026. Seluruh pabrik tetap berkonsep SKT UMKM dan dibangun secara bertahap. “Pembuatan pabrik rokok ini dilakukan bertahap karena setiap pabrik harus memiliki gedung minimal seluas 200 meter persegi. Kami ingin semuanya tertib administrasi dan sesuai regulasi,” tegasnya.

Secara khusus, Kabupaten Situbondo menjadi salah satu wilayah prioritas. Gus Lilur menargetkan 54 Pabrik Rokok SKT skala UMKM berdiri di Situbondo sepanjang 2026. Jumlah tersebut dinilai realistis sekaligus strategis untuk mengungkit ekonomi lokal.

Sebagai pembanding, Gus Lilur menyebutkan bahwa Kabupaten Pamekasan saat ini telah memiliki 271 Pabrik Rokok SKT skala UMKM, membuktikan bahwa industri rokok rakyat masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkelanjutan.

“Situbondo punya potensi tenaga kerja dan ekosistem yang kuat. Kami ingin meniru dan menyesuaikan model sukses seperti di Pamekasan,” katanya.

Sementara itu, untuk Pabrik Rokok Bintang Sembilan (RBS) sebagai flagship industri, Gus Lilur menyampaikan bahwa pembangunan akan dimulai pada 6 Juli 2026, dan peresmian dijadwalkan pada 21 Januari 2027.

"Pabrik RBS ini diproyeksikan menjadi pusat produksi, sekaligus simbol penguatan industri rokok kretek nasional yang berbasis kearifan lokal dan UMKM," ucapnya.

Dalam pengembangan industri ini, Gus Lilur menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. Ia membeberkan sejumlah syarat pendirian perusahaan rokok SKT, antara lain Akta Perusahaan, KTP Direktur, NPWP Perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Usaha Industri (IUI), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sertifikat Fungsi Lahan, Sertifikat Lahan, dan Gedung pabrik minimal 200 m².

Khusus untuk lahan sewa, diwajibkan adanya akta sewa dari notaris sebagai bentuk legalitas dan kepastian hukum. “Kami ingin seluruh pabrik rokok UMKM ini berdiri secara legal, rapi administrasi, dan berkelanjutan. Ini bukan proyek sesaat, tapi pembangunan ekonomi jangka panjang,” pungkas Gus Lilur.

Dengan target ambisius 165 Pabrik Rokok SKT UMKM di Jawa Timur pada 2026, langkah Gus Lilur dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan berbasis industri padat karya di wilayah Tapal Kuda dan Madura.

Berita Terbaru

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

  AMM Surabaya Dukung Larangan Diskotek Baru: Surabaya Harus Konsisten sebagai Kota Layak Anak SURABAYA — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Surabaya mendukung …

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, meluncurkan program Gebrak Bio (Gebrakan Bernilai Ekonomi Produk Biogas)…

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Jurnas.net - Upaya meningkatkan pemanfaatan instalasi biogas tidak berhenti pada produksi energi. Melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) progran Gebrakan…

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Jepara meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) K…

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendorong pengembangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah …

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…