SMPN 3 Banyuwangi Olah Sampah Jadi Cuan, Siswa Produksi Pupuk hingga Pakan Ikan

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat berdialog dengan siswa terkait sampah diolah jadi cuan. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat berdialog dengan siswa terkait sampah diolah jadi cuan. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Sekolah tak hanya menjadi tempat belajar teori. Di SMP Negeri 3 Banyuwangi, sampah justru disulap menjadi sumber ekonomi sekaligus sarana pendidikan lingkungan yang nyata bagi siswa.

Program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kini terbukti berjalan hingga ke level sekolah. SMPN 3 Banyuwangi menjadi salah satu contoh sukses, dengan sistem pengolahan sampah terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan langsung para siswa.

Memasuki kawasan sekolah, suasana rindang bak “hutan kota” langsung terasa. Pepohonan besar yang menaungi area sekolah menghasilkan daun dan ranting yang dulunya menjadi limbah. Kini, bahan organik tersebut diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Para siswa bersama guru mengelola sampah mulai dari tahap pengumpulan, pengolahan menjadi kompos setengah matang, hingga menghasilkan pupuk organik siap pakai. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan.

Tak berhenti di situ, inovasi lain juga dikembangkan. Siswa memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah.

Menariknya, sisa makanan siswa juga tidak terbuang percuma. Limbah tersebut diolah menjadi pakan maggot yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan nila di kolam sekolah menciptakan siklus pengelolaan sampah yang utuh.

“Sisa makanan kami kelola jadi pakan maggot, lalu hasilnya untuk pakan ikan nila,” kata M. Fadil, siswa kelas 8 yang aktif dalam kegiatan ini, saat berdialog dengan Ipuk Fiestiandani dalam kunjungannya, Selasa, 7 April 2026.

Fadil mengaku telah terlibat sejak kelas 7. Ketertarikannya muncul dari hobi bercocok tanam yang kini bisa ia praktikkan langsung di sekolah. “Senang bisa belajar langsung. Di rumah juga suka menanam, jadi ini sangat bermanfaat,” tuturnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya mengedukasi siswa, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi nyata.

“Ini sangat bagus. Anak-anak belajar mengelola sampah dengan benar sekaligus menghasilkan produk bermanfaat. Tinggal terus dikembangkan agar semakin optimal,” ujarnya.

Ia berharap model seperti ini dapat direplikasi oleh sekolah lain di Banyuwangi, dengan penyesuaian sesuai kondisi masing-masing. Tak heran, sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Holilik ini telah mengantongi berbagai prestasi, termasuk penghargaan Adiwiyata Mandiri—predikat tertinggi untuk sekolah berbudaya lingkungan.

Selain itu, SMPN 3 Banyuwangi juga dikenal sebagai pelopor integrasi edukasi Geopark Ijen dalam kurikulum. Fasilitas seperti Geopark Corner, Duta Geopark, hingga modul pembelajaran khusus telah dikembangkan, bahkan menarik perhatian asesor UNESCO dan Badan Geologi.

Dengan pendekatan ini, SMPN 3 Banyuwangi membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar kewajiban, melainkan peluang—baik untuk pendidikan karakter maupun penguatan ekonomi sejak dini.

Berita Terbaru

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan VAR dan Wasit Liga 1, Pembinaan Talenta Muda Naik Level

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan VAR dan Wasit Liga 1, Pembinaan Talenta Muda Naik Level

Jumat, 21 Agu 2026 16:22 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 16:22 WIB

Jurnas.net — Standar penyelenggaraan Soekarno Cup 2026 ditingkatkan memasuki babak semifinal dan final. Turnamen sepak bola yang diikuti 400 talenta muda dari 1…

Gerbang Toll PBNU, Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU

Gerbang Toll PBNU, Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU

Jumat, 21 Agu 2026 13:01 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 13:01 WIB

Oleh HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy   Pada 27 Agustus 2026, di kompleks Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas — pesantren yang didirikan Kiai Wahab Chasbullah …

Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Terungkap, Eri Cahyadi Intruksikan Semua Panti Asuhan Tak Berizin Ditutup

Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Terungkap, Eri Cahyadi Intruksikan Semua Panti Asuhan Tak Berizin Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 12:38 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 12:38 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas setelah terungkap dua kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Pahlawan. Kedua k…

DKG 2026-2029 Dilantik, Budaya Gresik Didorong Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

DKG 2026-2029 Dilantik, Budaya Gresik Didorong Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Jumat, 21 Agu 2026 11:46 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 11:46 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik selama ini lekat dengan citra sebagai salah satu kawasan industri besar di Jawa Timur. Namun, di balik kepulan asap pabrik dan g…

Pelajar Surabaya Bawa Indonesia Juara 1 Eco-Hero Internasional, Mimpinya Tanam 1 Juta Mangrove

Pelajar Surabaya Bawa Indonesia Juara 1 Eco-Hero Internasional, Mimpinya Tanam 1 Juta Mangrove

Kamis, 20 Agu 2026 17:22 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 17:22 WIB

Jurnas.net — Aksi seorang pelajar SMP Negeri 1 Surabaya dalam memulihkan ekosistem pesisir membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Harley Fatahillah Y…

PLN UIT JBM Gandeng Pelanggan KTT Perkuat Keandalan Listrik untuk Dukung Industri Jatim

PLN UIT JBM Gandeng Pelanggan KTT Perkuat Keandalan Listrik untuk Dukung Industri Jatim

Kamis, 20 Agu 2026 17:03 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 17:03 WIB

Jurnas.net — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat kemitraan dengan pelanggan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) u…