Lima Siswa Tumbang Diduga Keracunan MBG, Pemkot Surabaya Tunggu Hasil Lab

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siswa SD di Surabaya saat menikmati MBG. (Humas Pemkot Surabaya)
Siswa SD di Surabaya saat menikmati MBG. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah lima siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program tersebut. Insiden ini memunculkan pertanyaan serius terhadap sistem pengawasan distribusi makanan yang selama ini diklaim telah melalui proses pengecekan ketat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengakui adanya kejadian tersebut dan menyebut Pemkot Surabaya kini tengah melakukan penelusuran menyeluruh dengan memanggil pihak sekolah terkait. Menurut Eri, makanan MBG sebenarnya telah diperiksa sebelum dibagikan kepada siswa. Pemeriksaan dilakukan mulai dari aroma hingga rasa makanan untuk memastikan kondisi masih layak konsumsi.

“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam, terjadi kejadian ini,” kata Eri, Rabu, 13 Mei 2026.

Pernyataan itu justru memperlihatkan adanya celah serius dalam rantai distribusi makanan MBG. Sebab, meski makanan lolos pengecekan awal, faktanya sejumlah siswa tetap mengalami gejala muntah dan diare hanya beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Pemkot Surabaya kini masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan itu. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan di Karang Menjangan. “Kita masih tunggu hasil labnya seperti apa,” ujar Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, mengungkapkan jumlah siswa yang harus menjalani perawatan terus bertambah. Awalnya tiga siswa dirawat pada Senin sore, namun pada Selasa pagi bertambah dua siswa lagi. “Jadi total ada lima anak yang dirawat,” kata dr Billy.

Kelima siswa tersebut kini masih menjalani observasi intensif di RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya. Dua di antaranya mengalami gejala muntah dan diare yang cukup serius sehingga memerlukan rawat inap.

Dinkes Surabaya juga telah menerjunkan tim kesehatan dari puskesmas untuk melakukan skrining terhadap siswa lain yang ikut mengonsumsi menu MBG tersebut. Meski demikian, hingga kini penyebab pasti belum dapat dipastikan. Hasil laboratorium baru diperkirakan keluar dalam lima hingga tujuh hari ke depan.

“Masih menunggu hasilnya ya, di lab Kemenkes di Karang Menjangan. Hasilnya lima sampai tujuh hari,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG yang selama ini digadang sebagai solusi pemenuhan gizi anak sekolah. Di lapangan, tantangan terbesar justru terletak pada pengawasan kualitas makanan, distribusi, hingga ketahanan pangan sebelum dikonsumsi siswa.

Insiden di Tembok Dukuh juga memunculkan kekhawatiran publik mengenai standar keamanan pangan dalam program berskala massal tersebut. Sebab, jika pengawasan hanya berhenti pada pengecekan aroma dan rasa sebelum distribusi, maka potensi kontaminasi pasca-pengiriman masih menjadi ancaman serius.

Berita Terbaru

UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan

UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan

Rabu, 12 Agu 2026 15:10 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 15:10 WIB

Jurnas.net -  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta memperkenalkan Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI) sebagai transformasi Fakultas Teknik Sipil dan …

Polda Jatim Tangkap Warga Bali Terkait Arisan Online Fiktif Rp 71 Miliar

Polda Jatim Tangkap Warga Bali Terkait Arisan Online Fiktif Rp 71 Miliar

Rabu, 12 Agu 2026 10:32 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:32 WIB

Jurnas.net – Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penipuan berkedok arisan online yang dikelola seorang perempuan berinisial JNK asal B…

Danrem 084/Bhaskara Jaya Gandeng PWI Jatim Sosialisasikan Program Yonif TP ke Masyarakat

Danrem 084/Bhaskara Jaya Gandeng PWI Jatim Sosialisasikan Program Yonif TP ke Masyarakat

Selasa, 11 Agu 2026 17:12 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 17:12 WIB

Jurnas.net – Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, mendorong penguatan sinergi antara TNI dan pers, untuk memastikan i…

LPKAN Nilai Kinerja Polri Membaik, Dorong Reformasi dan Netralitas Terus Diperkuat

LPKAN Nilai Kinerja Polri Membaik, Dorong Reformasi dan Netralitas Terus Diperkuat

Selasa, 11 Agu 2026 14:01 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 14:01 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (DPP LPKAN) Indonesia menilai kinerja Polri menunjukkan sejumlah perkembangan p…

Polda Jatim Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

Polda Jatim Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

Selasa, 11 Agu 2026 13:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 13:31 WIB

Jurnas.net – Polda Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama musim k…

Konsisten Bangun Reputasi, SIER Raih Indonesia Public Relations Awards 2026

Konsisten Bangun Reputasi, SIER Raih Indonesia Public Relations Awards 2026

Selasa, 11 Agu 2026 08:18 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 08:18 WIB

Jurnas.net – Membangun reputasi perusahaan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dalam semalam. Reputasi lahir dari konsistensi menjaga kinerja, menjalankan p…