Inovasi Disbun Jatim Untuk Tingkatkan Produksi Komoditi Perkebunan di 2024

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur, Heru Suseno, saat membuka rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Pembangunan Perkebunan di Kota Batu pada Kamis, 18 Januari 2024. (Istimewa)
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur, Heru Suseno, saat membuka rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Pembangunan Perkebunan di Kota Batu pada Kamis, 18 Januari 2024. (Istimewa)

Jurnas.net - Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur, Heru Suseno, membuka rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Pembangunan Perkebunan di Kota Batu pada Kamis, 18 Januari 2024. Dalam giat itu, Heru menekankan fokus melakukan inovasi dan membina petani, untuk meningkatkan produktivitas perkebunan di Jatim pada tahun 2024 mendatang.

“Sifatnya tanaman tahunan seperti kopi dan kakao masih sama. Kemudian tanaman semusim seperti Seperti tebu dan tembakau polanya juga sama, nanti fokus kita bagaimana pola kita membina petani kita untuk meningkatkan produksinya,” kata Heru, Jumat, 19 Januari 2024.

Heru mengatakan, pihaknya akan melakukan sinkronisasi dengan kabupaten/kota untuk membahas kendala, dan masalah yang menghambat proses produksi untuk ditindaklanjuti, agar produksi perkebunan di Jatim pada tahun 2024 mendatang bisa meningkat.

"Kita mencoba membahas dan menyinkronkan berbagai kegiatan kita dengan kabupaten/kota untuk tahun 2024. Gambaran-gambaran tahun 2023 untuk produksi perkebunan untuk tebu, tembakau, kopi dan kakao kita sampaikan," katanya.

Pria yang juga menjabat PJ Bupati Tulungagung itu mengatakan pihaknya menentukan skala priotas dalam program pembangunan perkebunan yang ada di Jatim. Di antaranya, inovasi terkait tembakau, inovasi penanganan hama dan penyakit dan bagaimana bisa mencipatakan generasi muda agar tertarik dalam bidang perkebunan.

“Skala prioritas kita kembangkan inovasi terkait dengan tembakau, kemudian inovasi penanganan hama dan penyakit, bagaimana inovasi menarik petani muda supaya tertarik dalam bertani,” jelasnya.

Selain itu, Heru juga akan memberikan bantuan bibit bersertifikasi kepada para petani di Jatim. Di antaranya adalah bibit tebu, kakao, kopi dan tembakau, agar hasil perkebunan yang dihasilkan bisa meningkat.

“Yang pertama harus kita sadarkan kepada petani adalah kalau mereka mengguakan pembelian bibit bersertifikat dan unggul maka hasilnya akan bagus. Memang harganya beda, karena itu kalau ada intervensi dari pemerintah. Kita akan support benih-benih unggulnya di empat komoditi tersebut,” katanya.

[caption id="attachment_3437" align="alignnone" width="1024"] Kegiatan rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Pembangunan Perkebunan di Kota Batu pada Kamis, 18 Januari 2024. (Istimewa)[/caption]

Dalam paparannya kepada para Kepala Dinas kabupaten/kota yang menangani perkebunan di Jatim, Heru mengakui bahwa beberapa produksi perkebunan seperti kopi, kakao dan tebu menurun. Menurutnya, kondisi itu disebabkan beberapa faktor seperti karena cuaca, penurunan luasan lahan dan adanya hama tanaman. "Namun kenaikan produksi tembakau di Jatim pada tahun 2023 cukup menggembirakan," ujarnya.

Oleh karena itu, Heru meminta agar semua pihak berkoordinasi untuk mengatasi hama dan penyakit, agar produksi komiditi perkebunan seperti tembakau, tebu, kopi dan kakau bisa meningkat. "Inilah yang menjadi konsen kita satu tahun kedepan bahwa kita dihadapkan pada kendala yang kita hadapi bersama,” katanya.

Dari luas lahan perkebunan di Jatim, hanya 9 persen yang dikelola negara dan 5 persen yang dikelola pihak swasta, dan ebagaian besar dimiliki oleh masyarakat pekebun. Oleh karena itu, Heru minta agar dilakukan koordinasi yang kontinu, untuk membina perkebunan milik rakyat di Jatim, agar hasil produksi bisa meningkat.

“Yang paling dominan (adalah) perkebunan yang didominasi rakyat seperti tebu, coklat, tembakau, kopi dan nilam. Makanya kita ingin pemerintah mensupport berbagai kebutuhan dari petani mulai pupuk, benih tetapi ada keterbatasan anggaran. Apalagi jika terkait dengan urusan benih bersertifikat yang mahal harganya. Oleh karena itu, Pemerintah pusat mengupayakan benih murah berkualitas supaya bisa meningkatkan produksi petani,” tegasnya.

Kata Heru, ada empat komoditas utama dari perkebunan yang ada di Jawa Timur, yaitu tebu, tembakau, kakao dan kopi. Pada tahun 2023, produksi tanaman tebu, kakao dan kopi di Jatim agak menurun karena adanya wabah Elnino yang menyebabkan cuaca panas.

Meski demikian, untuk tanaman tembakau, mengalami kenaikan produksi yang cukup signifikan. Dia berharap pada tahun 2024 produksi tebu, kakao, kopi dan tembakau di Jatim bisa terus meningkat.

Heru menambahkan, produksi tebu pada tahun 2023 masih tertinggi, Kontribusi gula di Jatim pada tahun 2023 sendiri mencapai 49,6 persen atau 1.126.000 ton. "Elnino memang sangat merepotkan dan membuat produksi turun. Tetapi kita masih tertinggi di Indonesia,” pungkasnya.

Berita Terbaru

KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Jurnas.net – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur terus mematangkan berbagai persiapan menjelang Musyawarah Wilayah (…

Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia

Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia

Jumat, 05 Jun 2026 08:04 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 08:04 WIB

Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki seluruh modal strategis untuk menjadi salah satu pemain utama d…

Rembug Lansia Jadi Instrumen Banyuwangi Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan

Rembug Lansia Jadi Instrumen Banyuwangi Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan

Jumat, 05 Jun 2026 07:16 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:16 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya mewujudkan pembangunan yang inklusif dengan memastikan kelompok lanjut usia (lansia) m…

Pemuda Surabaya Jadi Korban Pengeroyokan Brutal Diduga Aksi Premanisme, Pelaku Utama Masih Buron

Pemuda Surabaya Jadi Korban Pengeroyokan Brutal Diduga Aksi Premanisme, Pelaku Utama Masih Buron

Kamis, 04 Jun 2026 20:09 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 20:09 WIB

Jurnas.net - Aksi premanisme diduga kembali terjadi di Kota Surabaya. Seorang pemuda bernama Louis Prasetya (22) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh…

Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya, Bansos Ditargetkan Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya, Bansos Ditargetkan Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

Kamis, 04 Jun 2026 18:11 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia mulai menguji implementasi Perlindungan S…

Cegah Titip Alamat saat SPMB 2026, Pemkot Surabaya Perkuat Verifikasi Domisili Lewat Cek In Warga

Cegah Titip Alamat saat SPMB 2026, Pemkot Surabaya Perkuat Verifikasi Domisili Lewat Cek In Warga

Kamis, 04 Jun 2026 15:08 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 15:08 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat pengawasan data kependudukan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2…