Polisi Periksa Pengurus Pondok dan Sekolah Buntut Santri Dianiaya Berujung Maut

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kamar yang dihuni empat tersangka dan satu korban, santri di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah Kediri. (Istimewa)
Kamar yang dihuni empat tersangka dan satu korban, santri di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah Kediri. (Istimewa)

Jurnas.net - Polres Kediri Kota terus mendalami kasus penganiayaan santri berujung maut yang terjadi di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Terbaru, polisi memeriksa pengurus pondok dan pihak sekolah.

"Kami melakukan pemeriksaan ini untuk menggali informasi soal kejadian dan klarifikasi pemeriksaan. Nanti kita dalami bagaimana pengetahuan dari pihak sekolah ataupun pondok (pesantren) tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama, dikonfirmasi, Rabu, 28 Februari 2024.

Nova mengatakan pemeriksaan lebih lanjut penting dilakukan, guna mengusut tuntas kasus tersebut. Tujuannya untuk menggali informasi soal kejadian penganiayaan oleh empat santri terhadap seorang santri asal Banyuwangi hingga meninggal.

Hingga saat ini, Nova menyebut sudah memeriksa delapan saksi. Mulai teman-teman korban, hingga dokter yang menangani korban. "Ada juga saksi dari teman-teman di pondok dan juga teman sekolah. Kemudian dari kedokteran baik yang ada di Kediri maupun di Banyuwangi," katanya.

Baca Juga : Ibu Korban Ungkap Kebohongan Ponpes di Kediri Santri Meninggal Karena Jatuh dari Kamar Mandi 

Sementara terkait apakah ada potensi tersangka baru, Nova mengaku belum bisa memastikannya. Sebab, kasus tersebut masih terus dilakukan pendalaman. "Tapi tentunya kami akan minta petunjuk kepada pimpinan, termasuk juga hasil dari penyidikan. Apabila ada tambahan tersangka, tentu nanti kami akan sampaikan lagi," katanya.

Adapun motif penganiayaan berujung maut itu, lanjut Nova, berawal dari kesalahpahaman. Kemudian mereka bertengkar, dan terjadilah penganiayaan pada korban. "Kami sampai sekarang juga masih menelusuri lebih dalam, termasuk kepada keluarga korban. Termasuk menelusuri kepada teman-teman saksi yang mungkin melihat, atau mengetahui dan termasuk kita dalami dari pengakuan para tersangka," pungkasnya.

Baca Juga : Gus Abal-abal Samsudin Bikin Konten Boleh Tukar Pasangan Demi Tambah Subscriber  

Diberitakan sebelumnya, seorang santri asal Banyuwangi menjadi korban penganiayaan hingga meninggal di salah satu pondok di Kediri. Ada empat tersangka dalam kasus tersebut, yaitu berinisial MN, 18, warga Sidoarjo, MA, 18, asal Nganjuk, AF, 16, warga asal Denpasar Bali, dan AK, 17, warga asal Surabaya.

Korban diketahui meninggal pada Kamis, 22 Februari 2024. Namun, para tersangka baru melaporkan ke pengurus pondok Jumat, 23 Februari 2024. Korban kemudian dipulangkan ke Banyuwangi pada Sabtu dini hari, 24 Februari 2024. Keluarga korban dibuat kaget saat melihat jenazah, karena penuh lebam, luka dan berdarah.

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …