Jurnas.net - Penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Surabaya atas komitmen mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) bukan sekadar seremoni. Di balik apresiasi tersebut, terbangun sebuah model pencegahan berbasis kampung, sekolah, dan kolaborasi lintas sektor yang digerakkan secara sistematis.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menerima penghargaan atas komitmennya dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN RI), Suyudi Ario Seto, dalam acara “Akselerasi Asta Cita ke-7: Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Menuju Jawa Timur Bersinar” di Balai Pemuda.
Baca juga: Pemkot Surabaya: Program Makanan Bergizi Gratis Jadi Model Pengelolaan Pangan Terpadu
Dalam kesempatan tersebut, Eri diwakili Kepala Bakesbangpol Surabaya, Tundjung Iswandaru.
Penghargaan hingga Level Akar Rumput
Apresiasi tak hanya diraih di tingkat kota. Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, berhasil meraih Juara II Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) tingkat Jawa Timur.
Menurut Suyudi Ario Seto, keberhasilan Surabaya terlihat dari konsistensi implementasi P4GN hingga ke level akar rumput. “Penghargaan ini tidak hanya diraih di tingkat kota, tetapi juga oleh kelurahan. Artinya program berjalan sampai ke masyarakat,” kata Suyudi, Sabtu, 21 Februari 2026.
Sebagai ibu kota provinsi dan pintu gerbang Jawa Timur, Surabaya dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah dari ancaman narkoba. Berbeda dari pendekatan represif semata, Surabaya membangun sistem pencegahan terpadu melalui Tim Terpadu P4GN yang melibatkan lintas perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi masyarakat, hingga komunitas.
Edukasi rutin digelar menyasar pelajar, orang tua, hingga lingkungan kerja. Pemkot juga bekerja sama dengan BNNK Surabaya dan Plato Foundation untuk menyusun buku saku P4GN sebagai panduan preventif bagi keluarga.
Baca juga: Pemkot Surabaya Sasar Perumahan Elite untuk Tuntaskan DTSEN, Libatkan REI dan Apersi
Tes urine dilakukan secara berkala untuk memastikan lingkungan kerja dan permukiman tetap steril dari penyalahgunaan narkotika. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pembentukan SDN Wonokusumo 1/40 sebagai sekolah “Panah Bersinar” (Prestasi, Aman, Nyaman, Agamis, Humanis, dan Bersih dari Narkoba). Program ini menitikberatkan pada pencegahan dini melalui pendidikan karakter dan pengawasan lingkungan sekolah.
Pendekatan lain yang ditempuh adalah revitalisasi kawasan yang selama ini dicap rawan, seperti Jalan Kunti di Kelurahan Sidotopo. Pemkot Surabaya melakukan pemulihan berkelanjutan melalui penguatan patroli, edukasi warga, hingga pembinaan sosial ekonomi agar kawasan tersebut benar-benar bertransformasi.
“Pemulihan kawasan seperti Jalan Kunti menjadi prioritas dalam peta jalan Surabaya Bersinar. Ini bukan kerja instan, tapi berkelanjutan,” kata Tundjung.
Baca juga: Pemkot Surabaya Luncurkan Konfirmasi Data DTSEN Online, 181 Ribu KK Belum Terverifikasi
Selain Wonorejo, sejumlah kelurahan lain menjadi fokus penguatan sepanjang 2025, antara lain Putat Jaya, Banyu Urip, Gayungan, Menanggal, Dukuh Menanggal, Ketintang, Kebonsari, Pagesangan, Gunung Sari, Balongsari, dan Sidotopo.
Bagi Pemkot Surabaya, penghargaan ini bukan titik akhir. Tantangan narkotika yang terus berkembang menuntut strategi adaptif dan konsisten. “Penghargaan ini bukan garis finis, tetapi motivasi tambahan untuk menjaga anak cucu kita dari bahaya narkotika demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandas Tundjung.
Editor : Rahmat Fajar