Ngerandu Buko di Marina Boom Banyuwangi, Ramadan Jadi Panggung UMKM dan Wisata Senja

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka Pasar Takjil Ramadan “Ngerandu Buko” di Pantai Marina Boom. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka Pasar Takjil Ramadan “Ngerandu Buko” di Pantai Marina Boom. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Ramadan di Banyuwangi bukan sekadar soal menahan lapar dan dahaga. Di ujung timur Pulau Jawa ini, bulan suci menjelma menjadi ruang pertemuan antara tradisi, wisata, dan penguatan ekonomi rakyat lewat pasar takjil “Ngerandu Buko” (menunggu waktu berbuka).

Salah satu titik teramai berada di kawasan wisata Pantai Marina Boom. Di hari pertama puasa, ratusan warga memadati tepi marina untuk ngabuburit sambil berburu takjil dengan latar langit senja dan hembusan angin laut.

Beragam kuliner khas tersaji, mulai dari petula (patula), aneka bubur, kolak, precet olahan pisang khas Banyuwangi darplok, hingga menu berat seperti nasi tempong. Minuman segar warna-warni pun menjadi buruan pembeli yang ingin menyegerakan berbuka.

“Salah satu spot berbuka puasa terbaik di Banyuwangi. Kita membatalkan puasa sambil menikmati senja di pinggir marina. Lokasi ini jadi andalan kita semua,” kata Dela, yang datang bersama teman-temannya, Jumat, 20 Februari 2026.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pasar Ramadan bukan hanya agenda musiman, melainkan bagian dari strategi menggerakkan ekonomi lokal. Sebanyak 250 pedagang dilibatkan di Ngerandu Buko Marina Boom. Mereka berjualan sejak sore hingga malam hari, menciptakan perputaran ekonomi harian yang signifikan bagi pelaku UMKM.

“Dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan UMKM terlibat. Momentum ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Ipuk saat membuka Pasar Takjil Ramadan di kawasan tersebut.

Yang menarik, pasar ini tidak hanya dipadati warga lokal. Sejumlah wisatawan mancanegara juga tampak berbaur dan menikmati suasana khas Ramadan Banyuwangi. “Pasar Ramadan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadan di Banyuwangi. Suasananya berbeda dengan Bali maupun Lombok,” ujar Glenn, turis asal Amerika Serikat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan di Banyuwangi juga menjadi etalase budaya dan daya tarik wisata berbasis komunitas. Di balik kemeriahan pasar, Pemkab Banyuwangi memberi perhatian serius pada isu lingkungan. Ipuk mengingatkan agar pelaksanaan pasar takjil dikelola dengan baik, terutama soal pengelolaan sampah plastik.

Ia mendorong pembeli dan pedagang membawa tas belanja dari rumah sebagai bagian dari komitmen Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). "Sampah, terutama material plastik, adalah masalah besar bangsa ini. Program membawa tas belanja sendiri adalah bagian dari komitmen kita menjaga lingkungan,” tegasnya.

Tak hanya itu, aspek keamanan pangan juga diperhatikan. Laboratorium dari Dinas Kesehatan akan rutin berkeliling untuk mengecek kelayakan makanan yang dijual, memastikan takjil yang disantap warga tetap higienis dan aman.

Pasar Ngerandu Buko di Marina Boom memperlihatkan bagaimana Ramadan bisa menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan UMKM, antara warga dan wisatawan, antara tradisi dan kesadaran lingkungan. Di tepi laut Banyuwangi, menunggu azan magrib bukan lagi sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga perayaan ekonomi rakyat, promosi wisata, dan kampanye gaya hidup ramah lingkungan dalam satu momentum yang hangat dan penuh makna.

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Bangun Sistem Lawan Narkoba: Dari Kampung hingga Sekolah

Pemkot Surabaya Bangun Sistem Lawan Narkoba: Dari Kampung hingga Sekolah

Sabtu, 21 Feb 2026 09:21 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 09:21 WIB

Jurnas.net - Penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Surabaya atas komitmen mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) bukan sekadar seremoni. Di balik…

Sinergi Kampus dan Industri: Model Baru Pendidikan Kreatif di Era Artificial Intelligence

Sinergi Kampus dan Industri: Model Baru Pendidikan Kreatif di Era Artificial Intelligence

Sabtu, 21 Feb 2026 06:48 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 06:48 WIB

Jurnas.net - Di tengah percepatan artificial intelligence (AI) yang mengubah cara industri kreatif bekerja mulai dari proses desain, produksi, hingga…

MBG Jatim Jadi Motor Pertanian dan Standar Keamanan Pangan Nasional

MBG Jatim Jadi Motor Pertanian dan Standar Keamanan Pangan Nasional

Sabtu, 21 Feb 2026 05:54 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur kini memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar soal memperluas jangkauan penerima manfaat yang…

Se’Indonesia Hadirkan Drive-Thru Perdana: Perkuat Posisi QSR Lokal di Surabaya

Se’Indonesia Hadirkan Drive-Thru Perdana: Perkuat Posisi QSR Lokal di Surabaya

Sabtu, 21 Feb 2026 00:29 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 00:29 WIB

Jurnas.net - Mobilitas warga Surabaya yang semakin dinamis mendorong pelaku industri kuliner beradaptasi dengan kebutuhan konsumen urban. Menjawab tantangan…

Pemkot Surabaya Luncurkan Konfirmasi Data DTSEN Online, 181 Ribu KK Belum Terverifikasi

Pemkot Surabaya Luncurkan Konfirmasi Data DTSEN Online, 181 Ribu KK Belum Terverifikasi

Kamis, 19 Feb 2026 19:13 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 19:13 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan layanan konfirmasi data secara daring dalam pelaksanaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Inovasi…

Polda Jatim Sita Rp55 Miliar dari Kasus TPPU Bandar Narkoba

Polda Jatim Sita Rp55 Miliar dari Kasus TPPU Bandar Narkoba

Kamis, 19 Feb 2026 18:33 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:33 WIB

Jurnas.net - Polda Jawa Timur terus memperkuat strategi pemberantasan narkotika dengan menelusuri aliran uang hasil kejahatan. Sepanjang Februari 2026, dua…