Sinergi Kampus dan Industri: Model Baru Pendidikan Kreatif di Era Artificial Intelligence

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rektor Universitas Ciputra, Wirawan ED Radianto. (Humas UC)
Rektor Universitas Ciputra, Wirawan ED Radianto. (Humas UC)

Jurnas.net - Di tengah percepatan artificial intelligence (AI) yang mengubah cara industri kreatif bekerja mulai dari proses desain, produksi, hingga distribusi. Universitas Ciputra mengambil langkah strategis, membangun ekosistem kolaboratif yang menyatukan kampus dan industri dalam satu ruang inovasi.

Melalui Industrial Gathering 2026, School of Creative Industry (SCI) Universitas Ciputra secara resmi melantik Industrial Advisory Board sebagai mitra strategis pengembangan pendidikan berbasis kebutuhan industri. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal pergeseran paradigma pendidikan desain di Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Arumi Bachsin selaku Ketua Dekranasda Jawa Timur serta Yanuar Arief, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif. Kehadiran unsur pemerintah mempertegas bahwa transformasi pendidikan kreatif kini menjadi agenda strategis nasional.

Rektor Universitas Ciputra, Wirawan ED Radianto, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan dalam ruang akademik yang terpisah dari realitas industri. “Kreativitas hari ini tidak cukup hanya inovatif, tetapi harus relevan dan berdampak. Kolaborasi konkret dengan industri menjadi kunci agar lulusan mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi, termasuk perkembangan AI yang kini memengaruhi proses desain dan produksi kreatif,” kata Wirawan, Sabtu, 21 Februari 2026.

Pernyataan ini menegaskan perubahan besar: desain tidak lagi diposisikan sekadar sebagai karya artistik, melainkan sebagai solusi strategis yang memiliki implikasi ekonomi.

Dean School of Creative Industry, Susan, menekankan perlunya redefinisi paradigma pendidikan desain. “Desain tidak boleh berhenti pada keindahan visual. Apa yang dikerjakan mahasiswa harus memiliki hilirisasi yang jelas—punya nilai ekonomi, relevan dengan kebutuhan industri, dan memberikan dampak nyata,” jelasnya.

SCI mendorong mahasiswa untuk melampaui pendekatan art semata. Mereka dibekali problem solving, inovasi berbasis teknologi, serta pemahaman kewirausahaan agar mampu melihat desain sebagai instrumen penciptaan nilai tambah.

Mahasiswa tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga adaptif terhadap AI, memahami data, membaca tren pasar, dan menavigasi dinamika global.

Pelantikan Industrial Advisory Board menjadi inti transformasi tersebut. Dewan yang terdiri dari praktisi dan pemimpin industri kreatif ini akan memberikan masukan kurikulum berbasis kebutuhan industri terkini, mendorong riset terapan dan proyek kolaboratif, membuka akses jejaring kemitraan strategis, mengawal implementasi magang, inkubasi bisnis, dan hilirisasi karya mahasiswa. Model ini menjawab kebutuhan industri akan talenta yang tidak hanya mahir teknis, tetapi juga memahami konteks bisnis dan teknologi.

Industrial Gathering 2026 menandai komitmen jangka panjang Universitas Ciputra dalam membangun pendidikan industri kreatif yang adaptif, inovatif, dan terintegrasi dengan kebutuhan nasional maupun global.

Di tengah transformasi digital, pendekatan kolaboratif ini diharapkan menjadi katalis lahirnya generasi kreatif Indonesia yang unggul secara estetika, kuat secara ekonomi, adaptif terhadap AI dan teknologi, berdampak sosial dan lingkungan, lebih dari sekadar menyiapkan lulusan. Kini, Universitas Ciputra sedang merancang ulang bagaimana pendidikan kreatif harus bekerja menyatukan ide, teknologi, dan industri dalam satu ekosistem yang hidup.

Berita Terbaru

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, meluncurkan program Gebrak Bio (Gebrakan Bernilai Ekonomi Produk Biogas)…

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Jurnas.net - Upaya meningkatkan pemanfaatan instalasi biogas tidak berhenti pada produksi energi. Melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) progran Gebrakan…

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Jepara meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) K…

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendorong pengembangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah …

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…