Jurnas.net - Aroma jagung kukus dan rempah sayur asem memenuhi ruang praktikum serba putih di Universitas Ciputra (UC) Surabaya. Tiga mahasiswa berseragam “Food Tech”, Melvina Tjan, Devina Angela, dan Cindy Kristina, sibuk mengupas labu siam, memotong kubis, dan menimbang bumbu. Namun yang mereka hasilkan bukan sepanci sayur asem, melainkan sebuah inovasi kuliner yang tak lazim, keripik rasa sayur asem.
Produk ini mereka namai “Oat Chips Sayur Asem”, camilan sehat berbasis sayuran, oat, dan bumbu autentik sayur asem yang diolah menjadi kepingan tipis berwarna cokelat keemasan. Rasanya? Segar, sedikit kecut, gurih, dan mengejutkan mirip semangkuk sayur asem, hanya saja dalam bentuk snack renyah.
Inovasi dari Identitas Rasa Indonesia
Dosen pembimbing, Mitha Ayu Pratama Handojo, menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari pencarian ikon kuliner Indonesia yang dapat dibawa ke panggung dunia. Menurutnya, banyak negara memiliki rasa khas yang sukses mendunia Korea dengan kimchi, Jepang dengan matcha. Indonesia pun punya kekayaan rasa yang tak kalah kuat, tetapi belum didorong ke ranah global secara kreatif.
“Kami bertanya, rasa apa yang benar-benar dekat dengan lidah orang Indonesia? Jawabannya sederhana: sayur asem,” kata Mitha, di ruang laboratorium kampus UC Surabaya, Rabu, 10 Desember 2025.
Uniknya, seluruh bahan sayur digunakan tanpa sisa. Labu siam, kubis, dan jagung diolah bersama oat sehingga menghasilkan keripik dengan serat alami yang tetap terjaga. Tantangan terbesarnya, kata Mitha, adalah mempertahankan aroma khas sayur asem dalam format keripik.
Meski terdengar kompleks, varian sayur asem ini hanya membutuhkan waktu pengembangan satu minggu. Bukan karena tergesa-gesa, tetapi karena mereka telah memiliki “base formula” dari riset satu tahun sebelumnya.
“Sejak semester 2 mereka sudah mengembangkan keripik berbasis oat. Jadi ketika mengubahnya menjadi varian sayur asem, proses penyesuaian berlangsung cepat. Mereka sudah terlatih trial-error,” jelas Mitha.
Selama seminggu itu, tiga mahasiswa tersebut menyempurnakan warna, tingkat ketebalan, hingga perpaduan rasa asam, gurih, dan manis alami.
Devina Angela menjelaskan bagaimana keripik ini dibuat dari sayuran dikukus (labu siam, kubis, jagung), yang kemudian dicampur oat matang lalu diblender. Adonan dibentuk dan dikeringkan 24 jam.
Baru keesokan harinya diproses menjadi keripik tipis. Menurut Devina, kendala terbesar terletak pada dua hal, yakni ketepatan tekstur dan keseimbangan bumbu.
Kata Melvina, pemilihan format keripik bukan tanpa alasan. Berdasarkan label gizi, satu sajian hanya mengandung 20 kkal, menjadikannya pilihan ramah diet. "Orang Indonesia suka nyemil. Jadi kami ingin membuat keripik yang sehat, mengenyangkan, tapi tetap enak,” katanya.
Bagi Cindy Kristina, proyek ini bukan sekadar tugas kuliah, tetapi misi memperkenalkan kuliner Indonesia ke khalayak global dalam bentuk yang lebih modern dan mudah diterima pasar internasional.
“Sayur asem itu ikonik. Melalui keripik ini, kami ingin orang asing bisa merasakan keunikan rasa Indonesia tanpa harus memasak kuahnya,” ujarnya.
Editor : Risfil Athon
Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno kepada generasi…
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Jurnas.net - Musik menjadi ruang perjumpaan sekaligus sarana menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial dalam Yayaya Fest 2026 yang digelar di…
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…
Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB
Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB
Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…
Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB
Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB
Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…
Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB
Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB
Jurnas.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membantah terlibat dalam kegiatan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi d…
Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB
Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB
Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat koordinasi dengan pelanggan industri untuk menjaga keandalan …