Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil alih pengasuhan lima dari enam korban kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemilik panti asuhan ilegal di kawasan Gubeng, Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan, pemulihan psikologis, serta pemenuhan hak-hak para korban.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, mengungkapkan bahwa lima korban merupakan anak perempuan di bawah umur, sementara satu korban lainnya adalah laki-laki berusia 18 tahun.
"Dari lima korban perempuan, tiga mengalami pelecehan seksual, sementara dua lainnya mengalami kekerasan fisik. Pelaku, NK (61), melakukan tindakan tersebut sejak 2022. Korban laki-laki juga mengalami kekerasan fisik selama tinggal di panti tersebut," kata Ida, Jumat, 7 Februari 2025.
Saat ini, seluruh korban perempuan telah ditempatkan di shelter milik Pemkot Surabaya untuk mendapatkan perlindungan dan pemulihan. Sementara itu, para konselor terus melakukan pendekatan agar korban bisa lebih terbuka dalam menceritakan pengalaman traumatis mereka.
“Kami masih melakukan terapi dan konseling secara intensif. Anak-anak ini masih dalam tahap adaptasi dengan konselor kami, sehingga butuh waktu sekitar satu hingga dua minggu sebelum menentukan metode terapi yang tepat,” jelasnya.
Baca Juga : Polisi Tetapkan Tersangka Kiai Asal Bawean Kasus Pencabulan Santriwati
Pemkot juga memastikan bahwa seluruh hak-hak dasar korban, termasuk pendidikan dan kebutuhan hidup lainnya, akan terpenuhi selama mereka berada di shelter.
“Kami berusaha memastikan mereka tetap bisa bertahan di shelter dengan nyaman. Semua kebutuhan, termasuk sekolah dan kebutuhan dasar lainnya, sudah ditanggung oleh Pemkot,” katanya.
Selain memberikan perlindungan fisik dan psikologis, Pemkot juga akan mengurus perubahan Kartu Keluarga (KK) para korban. Sebab, hingga saat ini, data kependudukan mereka masih terdaftar dalam KK milik pelaku.
“Pengasuhan anak-anak ini sudah resmi diambil alih oleh Pemkot. Namun, untuk perubahan KK, kami akan menyesuaikan dengan keputusan pengadilan dan dibantu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil)," pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Jatim telah menangkap dan menetapkan pemilik panti asuhan berinisial NK, 60, sebagai tersangka pencabulan disertai kekerasan terhadap anak asuhnya. Sejak saat itu, kelima korban perempuan langsung diamankan oleh Pemkot Surabaya, untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan psikologis.
Editor : Redaksi
Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Jurnas.net - Musik menjadi ruang perjumpaan sekaligus sarana menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial dalam Yayaya Fest 2026 yang digelar di…
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…