Golkar Jatim Desak Pertamina Buka-Bukaan Soal Dugaan BBM Tercampur Air

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, di sela kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis rangkaian HUT ke-61 Partai Golkar di kantor DPD Partai Golkar Jatim. (Dok: DPD Golkar Jatim)
Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, di sela kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis rangkaian HUT ke-61 Partai Golkar di kantor DPD Partai Golkar Jatim. (Dok: DPD Golkar Jatim)

Jurnas.net - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mendesak Pertamina memberikan penjelasan terbuka dan bertanggung jawab kepada publik terkait dugaan bahan bakar minyak (BBM) tercampur air yang ramai dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Surabaya.

Ali menilai, meskipun Pertamina mengklaim hasil uji laboratorium menunjukkan tidak ada masalah pada produk BBM mereka, fakta di lapangan justru menunjukkan banyak kendaraan mengalami gangguan, seperti brebet, mogok, hingga harus menjalani servis besar.

"Pertamina harus menjelaskan kenapa hal seperti ini bisa terjadi. Jangan hanya berhenti pada klaim hasil laboratorium, karena masyarakat merasakan dampaknya langsung,” kata Ali, di sela kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis rangkaian HUT ke-61 Partai Golkar di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Surabaya, Jumat, 31 Oktober 2025.

Menurut Ali, pernyataan sepihak Pertamina yang menyebut tidak ada temuan masalah dalam pengujian internal perlu diverifikasi lebih lanjut secara independen agar publik tidak kehilangan kepercayaan terhadap BUMN energi tersebut.

"Kalau benar hasil uji lab menunjukkan BBM baik, lalu kenapa di lapangan banyak kendaraan bermasalah? Ini harus dijelaskan secara ilmiah dan transparan,” ujarnya.

Ali juga mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, namun di sisi lain ia menilai Pertamina juga tidak boleh menutup diri dari keluhan nyata warga.

"Publik jangan mudah termakan isu, tapi Pertamina juga jangan menutup mata terhadap apa yang dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga : Pertalite Diduga Ada Campuran Air: Penyebab Motor Mogok di Jatim

Fenomena ini mencuat setelah ramai keluhan pengguna motor di media sosial yang mengaku kendaraannya brebet dan mogok usai mengisi BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU Jawa Timur. Banyak di antaranya harus menguras tangki bahan bakar dan mengganti busi akibat gangguan tersebut.

Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM serta Lemigas turun langsung meninjau sejumlah SPBU di wilayah terdampak.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat serta untuk memastikan kualitas produk dan kepatuhan terhadap standar operasional di lapangan.

"Kami segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab gangguan, sekaligus menyiagakan posko layanan konsumen di wilayah terdampak,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Oktober 2025.

Mars Ega menjelaskan, berdasarkan hasil uji laboratorium dari Terminal BBM Tuban dan Surabaya, produk Pertalite dinyatakan memenuhi standar mutu yang berlaku. Namun, pihaknya tetap melanjutkan investigasi guna memastikan tidak ada kontaminasi dalam jalur distribusi maupun di SPBU.

"Pertamina berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan secara bertanggung jawab. Masyarakat dapat melapor melalui SPBU terakhir tempat pembelian BBM, atau menghubungi Pertamina Contact Center 135,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa hasil uji pasta air dan uji visual di dua SPBU yang diperiksa tidak menunjukkan adanya kandungan air dalam BBM.

"Seluruh sampel menunjukkan kondisi baik dan memenuhi standar. Pemeriksaan seperti ini rutin dilakukan di setiap SPBU sebelum operasional,” jelasnya.

Meski hasil uji laboratorium menunjukkan tidak ada masalah, publik masih menanti penjelasan lebih transparan dan ilmiah terkait perbedaan antara hasil uji dan kenyataan di lapangan.

Ali Mufthi menegaskan, Pertamina tidak boleh mengabaikan keluhan masyarakat, karena kepercayaan publik terhadap layanan BUMN harus dijaga melalui akuntabilitas dan keterbukaan informasi.

"Jangan sampai masyarakat menganggap Pertamina menutup-nutupi fakta. Ini soal kepercayaan publik,” tandasnya.

Berita Terbaru

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Jurnas.net - Momen libur panjang pada pekan ini menjadi atensi pengelola transportasi umum Commuter Line. KAI Commuter Area 6 Yogyakarta menambah jadwal perjala…

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Jurnas.net - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks mulai dari krisis moral generasi muda hingga tekanan sosial di era digital Al Irsyad Al Islamiyah…

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Jurnas.net – Di tengah lanskap politik yang semakin dinamis dan ekspektasi publik yang terus meningkat, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih mengubah p…

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…