Jurnas.net - Partai Demokrat Jawa Timur tampaknya sedang mengunci arah mesin politiknya menjelang kontestasi besar 2025–2029. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan pesan terkait lonjakan elektabilitas bukan alasan untuk terlena.
Digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis, 27 November 2025, konsolidasi ini menjadi semacam “rapat darurat halus” untuk memastikan kader legislatif tak hanya ikut naik secara survei, tetapi juga naik kualitas kerja dan tata kelola politik.
Didampingi Plt Sekretaris DPD Mugianto dan Bendahara DPD Agung Mulyono, Emil Dardak membuka acara dengan nada optimistis sekaligus peringatan. Ia mengungkapkan bahwa hampir semua lembaga survei menunjukkan kenaikan signifikan bagi Partai Demokrat. Namun Emil mengingatkan, tanpa strategi dan disiplin kerja, angka survei bisa berubah menjadi fatamorgana.
"Menetapkan target tanpa strategi itu namanya ngimpi,” kata Emil, menyentil langsung kerja politik para kadernya.
Tak berhenti di situ, Emil juga menyorot dinamika internal yang kerap tak tersampaikan karena minimnya dialog. Ia secara terang meminta para Ketua DPC yang juga menjabat sebagai anggota DPRD untuk memberi ruang lebih luas bagi rekan-rekannya.
"Monggo, Ketua DPC yang juga anggota dewan, kasih kesempatan anggotanya untuk lebih aktif ngomong,” ujarnya, menandai dorongan agar partai bergerak lebih kolektif, bukan hanya bertumpu pada figur tertentu.
Emil kemudian menyinggung persoalan mendesak yang harus segera dibereskan para kader di daerah, khususnya terkait dokumen APBD. Ia mengungkapkan sejumlah DPD sempat ditegur oleh Sekjen karena keterlambatan pengesahan APBD.
"APBD belum dok itu masalah serius. Tolong setelah Bimtek ini segera dituntaskan,” tegas Emil.
Sementara itu, Bendahara DPD dr. Agung Mulyono menegaskan bahwa Bimtek bukan sekadar agenda seremonial, tetapi forum untuk menguatkan struktur, menambah kapasitas legislasi, dan mempererat komunikasi politik.
"Bimtek ini penting untuk menguatkan partai, struktur, dan jadi ruang diskusi untuk nambah ilmu,” kata Agung.
Plt Sekretaris DPD Mugianto juga menekankan urgensi pemahaman teknis bagi para legislator Demokrat, terutama yang baru pertama kali duduk di kursi dewan.
"Anggota DPRD wajib paham cara membaca APBD, wajib paham pembuatan perda. Itu pondasi kerja legislatif,” tegasnya.
Editor : Andi Setiawan