Khofifah Pastikan OMC Jadi Benteng Jatim, Modifikasi Cuaca Dikebut Jelang Puncak Musim Hujan

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko Base Ops Lanudal Juanda, Sidoarjo. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko Base Ops Lanudal Juanda, Sidoarjo. (Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih mengamankan Jawa Timur sejak hulu. Di tengah meningkatnya potensi hujan ekstrem, Khofifah memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berjalan presisi dan terkoordinasi sebagai langkah awal pengendalian risiko banjir dan longsor.

Hal itu ditegaskan Khofifah saat meninjau langsung Posko Base Ops OMC di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, akurasi data, serta sinergi lintas lembaga menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari 2026.

“BMKG menyampaikan bahwa intensitas hujan di Desember berada di kisaran 20 persen. Namun puncak hujan tertinggi diperkirakan terjadi pada Januari dengan potensi mencapai 58 persen, kemudian Februari sekitar 22 persen,” kata Khofifah, Senin, 22 Desember 2025.

Khofifah menegaskan, OMC bukan upaya melawan hujan, melainkan mengelola hujan agar tidak terkonsentrasi di satu wilayah dalam waktu singkat. Strategi ini dinilai krusial untuk menekan risiko banjir besar dan longsor di wilayah rawan.

“Kita tidak menghentikan hujan. Yang kita jaga adalah agar hujan turun lebih merata dan terkendali. Dengan begitu, potensi bencana bisa kita kurangi sebelum berdampak luas,” tegasnya.

Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur telah berlangsung sejak 5 Desember 2025. Hingga 20 Desember 2025, tercatat 30 sortie penerbangan telah dilakukan selama 17 hari operasi. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim bersama BMKG, Lanudal Juanda, serta PT Milan Pillery Bersatu sebagai operator.

Khofifah menekankan bahwa OMC dijalankan sepenuhnya berbasis pendekatan ilmiah (scientific based approach). Penentuan lokasi dan waktu penyemaian awan dilakukan secara dinamis, mengikuti pergerakan awan berdasarkan radar cuaca dan data satelit terkini.

“Misalnya hari ini, take off pukul 11.30 WIB diarahkan ke wilayah selatan, lalu pukul 13.30 WIB ke wilayah utara. Semua menyesuaikan update pergerakan awan secara real time,” jelasnya.

OMC menggunakan bahan semai ramah lingkungan berupa CaO dan NaCl yang disebarkan melalui pesawat khusus. Hingga saat ini, total bahan semai yang digunakan mencapai 14.000 kilogram CaO dan 16.000 kilogram NaCl, dengan total jam terbang 62 jam 24 menit.

Selain intervensi teknologi, Khofifah juga mengingatkan bahwa keberhasilan mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah. Ia mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan, mulai dari tidak membuang sampah ke sungai, membersihkan saluran air, hingga meningkatkan kewaspadaan saat hujan lebat disertai angin kencang.

“Kewaspadaan harus kita bangun bersama. Informasi kebencanaan sudah sangat mudah diakses, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya demi keselamatan,” tandasnya.

Berita Terbaru

Harga BBM Naik, Supermarket Berjejaring Tetap Jual Barang Sesuai HET

Harga BBM Naik, Supermarket Berjejaring Tetap Jual Barang Sesuai HET

Sabtu, 13 Jun 2026 16:13 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 16:13 WIB

Jurnas.net - Swalayan berjejaring tetap menjual berbagai barang kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi atau HET, di tengah lonjakan harga BBM non subsidi…

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jurnas.net – Karier politik Musyafak Rouf di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya memasuki babak baru. Di tengah namanya yang terus dikaitkan d…

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Sekolah Menengah …

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya bangsa dengan mengirimkan kontingen terbaik untuk b…

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jurnas.net – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Kota Surabaya. Dalam kurun lima bulan pertama tahun 2026, sebanyak 4.191 …

Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

Jumat, 12 Jun 2026 09:53 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 09:53 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat kualitas layanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan dengan menyiapkan sumber daya m…