Tangis Haru Honorer Banyuwangi, Pengabdian Panjang Berbuah Status ASN PPPK Paruh Waktu

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk memeluk haru saat honorer lolos jadi PPPK. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk memeluk haru saat honorer lolos jadi PPPK. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Tangis haru dan rasa bangga menyelimuti Kawasan GOR Tawangalun, Banyuwangi, Minggu, 28 Desember 2025. Ribuan tenaga honorer yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Yang membuat prosesi ini terasa istimewa, para honorer tidak datang sendiri. Keluarga istri, suami, anak hingga cucu turut hadir sebagai saksi perjalanan panjang pengabdian mereka, menyaksikan secara langsung momen yang telah lama dinanti.

Salah satunya dialami Paridatul Haris (50). Ia datang bersama anak dan cucunya untuk mendampingi sang suami, Adroi (55), yang selama 15 tahun bekerja sebagai penjaga sekolah. Pengabdian yang selama ini hanya berbuah penghasilan sederhana, kini berujung pada status Aparatur Sipil Negara.

“Alhamdulillah, ini memang yang kami tunggu-tunggu. Pekerjaan tukang kebun sekolah satu-satunya sumber penghasilan kami. Tidak menyangka akhirnya bisa mengantarkan suami menjadi ASN,” kata Paridatul dengan mata berkaca-kaca.

Kebahagiaan serupa dirasakan Wiyono, suami dari Ratna Ida Rofikoh, guru honorer di SDN 3 Sarimulyo. Setelah tujuh tahun mengabdi sebagai guru honorer, Ratna akhirnya menerima SK pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu.

“Saya bangga karena istri saya memilih jalan sebagai pendidik. Mencerdaskan anak-anak Banyuwangi bukan pekerjaan mudah. Alhamdulillah sekarang diangkat jadi ASN, semoga ilmunya berkah dan menjadi guru terbaik bagi murid-muridnya,” tutur Wiyono.

Honorer Pemkab Banyuwangi lolos sebagai PPPK Paruh Waktu. (Humas Pemkab Banyuwangi)Honorer Pemkab Banyuwangi lolos sebagai PPPK Paruh Waktu. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Dari total 4.888 PPPK Paruh Waktu yang diangkat, terdiri atas 1.539 tenaga guru, 259 tenaga kesehatan, 3.090 tenaga teknis dan administrasi, yang tersebar di berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan kebijakan pengangkatan ribuan honorer tersebut merupakan bentuk apresiasi nyata atas dedikasi dan pengabdian panjang yang telah diberikan para honorer dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Kami ingin memberikan kepastian kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Semoga pengangkatan ini menjadi berkah, tidak hanya bagi Bapak dan Ibu sekalian, tetapi juga bagi keluarga,” kata Ipuk, di hadapan ribuan PPPK Paruh Waktu usai penyerahan SK.

Ipuk mengakui, tahun 2026 Pemkab Banyuwangi menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah dipangkas hingga Rp665 miliar. Meski demikian, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pengangkatan PPPK Paruh Waktu sebagai bentuk komitmen terhadap tenaga honorer.

Ia juga memastikan, mulai 1 Januari 2026, seluruh PPPK Paruh Waktu akan menerima penghasilan bulanan tetap sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini, total Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banyuwangi mencapai 15.411 orang, yang terdiri dari 6.218 PNS, 4.305 PPPK, 4.888 PPPK Paruh Waktu.

Berita Terbaru

Operasi Ketupat Semeru 2026, Polda Jatim Prioritaskan Keamanan Ibadah dan Kamtibmas

Operasi Ketupat Semeru 2026, Polda Jatim Prioritaskan Keamanan Ibadah dan Kamtibmas

Selasa, 17 Mar 2026 14:36 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 14:36 WIB

Jurnas.net - Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang…

BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur

BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur

Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB

Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB

Jurnas.net – Upaya ekspansi industri rokok Indonesia ke pasar internasional terus dilakukan pelaku usaha nasional. Salah satunya dilakukan oleh Bandar Rokok N…

Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi

Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi

Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi memberangkatkan 3.000 peserta program Mudik-Balik Gratis Angkutan Lebaran 2026 moda t…

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Jurnas.net – Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, menyatakan telah menuntaskan tahap awal pembangunan bisnis rokok yang ia rintis …

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Jurnas.net - Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur resmi ditutup pada…

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jurnas.net - Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, melontarkan pesan tegas kepada para anggota legislatif petahana dari Partai…