Gus Lilur Soroti UU Minerba 2025: Perizinan Tambang Masih Rumit Terhambat WP

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Founder sekaligus Owner Bandar Tambang Nusantara Grup, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur. (Dok: Jurnas.net)
Founder sekaligus Owner Bandar Tambang Nusantara Grup, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net - Terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba) disambut optimisme para pelaku usaha tambang nasional. Regulasi ini dinilai menjadi “cahaya terang” setelah delapan tahun stagnasi perizinan tambang baru. Namun di balik harapan tersebut, pelaku usaha menilai jalan menuju kepastian konsesi masih panjang dan berliku.

Founder sekaligus Owner Bandar Tambang Nusantara Grup, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menilai bahwa meski UU Minerba telah membuka pintu, pelaksanaannya belum sepenuhnya memberi ruang nyata bagi pengusaha tambang, khususnya nasional dan daerah.

“UU Minerba Nomor 2 Tahun 2025 memang menjadi cahaya di ujung lorong panjang delapan tahun. Tapi hari ini, cahaya itu masih terasa semu karena belum bisa diakses oleh banyak pelaku usaha,” kata Gus Lilur, Kamis, 15 Januari 2026.

Menurutnya, salah satu kendala utama adalah belum ditetapkannya Wilayah Pertambangan (WP) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Padahal, WP menjadi syarat mutlak sebelum pengajuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dapat diproses.

“Tanpa penetapan WP, seluruh perizinan tambang baru otomatis berhenti. Faktanya, sejak UU Minerba terbit hingga sekarang, WP belum juga diumumkan. Akibatnya, tidak satu pun pengusaha bisa mengajukan izin baru,” jelasnya.

Gus Lilur menyebut ketidakjelasan jadwal penetapan WP membuat dunia usaha berada dalam ketidakpastian. Padahal, investasi tambang membutuhkan perencanaan jangka panjang dan kepastian hukum.

Tak hanya soal WP, Gus Lilur juga menyoroti ketat dan rumitnya skema pengajuan izin usaha pertambangan dalam regulasi baru. Ia merinci, izin tambang kini hanya bisa diajukan melalui jalur-jalur tertentu, seperti koperasi, UMKM, kerja sama dengan perguruan tinggi, ormas keagamaan, penugasan eksplorasi, hingga tender terbuka.

“Di atas kertas terlihat merakyat, tetapi di lapangan sangat berat. Koperasi dan UMKM wajib dimiliki oleh warga kabupaten setempat dan tidak bisa lintas wilayah. Sementara kerja sama dengan perguruan tinggi mewajibkan pembagian keuntungan hingga 60 persen. Ini tidak mudah bagi pengusaha menengah,” katanya.

Ia menilai skema tersebut berpotensi justru lebih menguntungkan perusahaan besar dan konglomerasi yang memiliki modal, jejaring, serta kemampuan mengikuti tender terbuka. “Kesannya pro-rakyat, tapi realitasnya lebih berpihak pada mereka yang sudah kuat. Pengusaha kecil dan menengah tetap sulit masuk,” ujar Gus Lilur.

Selain perizinan baru, Gus Lilur juga menyoroti persoalan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara bagi perusahaan yang telah memiliki IUP Operasi Produksi. Tahun 2026, pemerintah menetapkan volume RKAB nasional sebesar 600 juta ton, turun signifikan dari 790 juta ton pada 2025.

“Yang menjadi masalah, distribusi RKAB ini belum selesai dibagi ke provinsi dan kabupaten. ESDM menargetkan baru Maret 2026 volume RKAB bisa ditetapkan ke masing-masing perusahaan. Artinya, banyak pelaku usaha harus menunggu dan menahan aktivitas,” ujarnya.

Menurut Gus Lilur, kondisi ini semakin mempertebal kesan bahwa dunia pertambangan nasional masih berada dalam masa transisi yang berat. “Harapan itu ada, regulasi sudah terbit. Tapi keadilan dan kepastian belum sepenuhnya dirasakan. Saya berharap negara benar-benar hadir, agar manfaat tambang bisa dirasakan merata oleh seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya segelintir pihak,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…