Jelang Ramadan, Khofifah Gelar Pasar Murah untuk Jaga Harga Sembako Tetap Stabil

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar murah di Bojonegoro. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar murah di Bojonegoro. (Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memilih strategi yang tak lazim namun efektif: mendekatkan negara langsung ke dapur warga. Melalui program Pasar Murah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan stabilisasi harga tidak berhenti di angka statistik inflasi, tetapi benar-benar terasa di kantong masyarakat.

Kali ini, Pasar Murah digelar di halaman Kantor Kelurahan Klangon, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/1). Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Pemprov Jatim sengaja membawa distribusi bahan pokok langsung ke lingkungan permukiman agar warga tak perlu bergantung sepenuhnya pada fluktuasi harga pasar.

“Pasar Murah ini bukan untuk menyaingi pasar tradisional. Ini adalah upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Khofifah.

Langkah ini menjadi bentuk mitigasi dini atas pola tahunan lonjakan kebutuhan rumah tangga. Khofifah menilai, jika intervensi dilakukan lebih awal, tekanan harga bisa ditekan sebelum mencapai titik puncak saat Ramadhan dan Lebaran.

Dalam Pasar Murah tersebut, kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras premium dibanderol Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, dan telur ayam ras Rp22.000 per kemasan. Gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, daging ayam ras Rp30.000 per kemasan, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp7.000 dan Rp6.000 per 250 gram.

Yang menjadi pembeda di Bojonegoro, Pemprov Jatim juga menyediakan komoditas cabai—salah satu penyumbang inflasi paling sensitif. Cabai rawit merah dijual Rp4.000 per 100 gram, sedangkan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram. Kehadiran cabai murah ini langsung menyentuh kebutuhan harian dapur warga, khususnya menjelang Ramadhan.

“Ini sudah makin dekat Ramadhan, kebutuhan logistik rumah tangga meningkat. Nanti menjelang Idul Fitri meningkat lagi. Maka kita jaga lebih awal,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menegaskan bahwa Pasar Murah bersifat komplementer terhadap program pemerintah kabupaten/kota. Pemprov Jatim, kata dia, hadir untuk melapisi kebijakan daerah agar masyarakat mendapat perlindungan berlapis dari gejolak harga. “Ini bagian dari komplementaritas dengan tugas bupati dan wali kota. Kita saling menguatkan,” jelasnya.

Tak hanya soal bahan pokok, Pasar Murah di Kelurahan Klangon juga memberi ruang bagi UMKM lokal. Sejumlah pelaku usaha kecil turut dilibatkan untuk menjual produk khas Bojonegoro, menciptakan perputaran ekonomi di tingkat bawah.

Salah satunya Kanti Rahayu (60), pelaku UMKM cireng isi, yang mengaku terharu bisa ikut berjualan. Bagi Kanti, Pasar Murah bukan sekadar agenda pemerintah, tetapi ruang harapan. “Saya senang sekali diajak Pak Lurah. Saya janda, anak saya juga janda, cucu saya yatim. Terima kasih Bu Gubernur, semoga banyak yang beli,” ucapnya lirih.

Warga pun merasakan dampak langsung. Ninik (63), warga Kelurahan Klangon RT 16, mengaku dengan uang Rp100 ribu ia bisa membawa pulang berbagai kebutuhan dapur sekaligus.
“Beras, telur, minyak, gula, cabai, bawang semua dapat. Pasar murah ini benar-benar membantu,” katanya.

Berita Terbaru

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Jurnas.net – Upaya efisiensi anggaran tak lagi berhenti pada pemangkasan belanja, tetapi mulai menyentuh pola hidup aparatur sipil negara (ASN). Sekretariat D…

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – Di tengah tantangan menjaga keandalan jaringan listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) justru m…

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Jurnas.net – Di saat banyak lembaga pemerintah menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran dan skema kerja fleksibel, Sekretariat DPRD Jawa Timur justru m…

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Jurnas.net - Penegakan hukum lalu lintas di Jawa Timur mulai bergeser ke arah yang lebih modern dan responsif. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bersama …

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Jurnas.net – Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 mulai menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya kasat mata. Di balik mekanisme formal, muncul “…

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Jurnas.net – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan respons tegas terkait kasus kekerasan anak yang terjadi di dayc…