Golkar Jatim Akui Minim Keterwakilan Perempuan di DPRD, Ali Mufthi Siapkan Strategi Pada Pemilu Mendatang

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi. (Insani/Jurnas.net)
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Keterwakilan perempuan dari Partai Golkar di DPRD Jawa Timur masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus DPD Partai Golkar Jatim. Pada Pemilu Legislatif 2024, dari total 15 kursi yang diraih partai berlambang pohon beringin tersebut, hanya dua kursi yang diisi oleh perempuan.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengakui kondisi tersebut masih jauh dari harapan. Ia menegaskan bahwa partainya akan memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan keterwakilan perempuan pada pemilu mendatang.

“Di tingkat provinsi Jawa Timur memang masih kurang. Dari 15 kursi yang kita peroleh, baru dua yang berasal dari unsur perempuan,” kata Ali, di sela kegiatan Rapat Pleno Pembubaran Panitia Pelantikan dan Rakerda di Kantor DPD Partai Golkar Jatim, Sabtu, 7 Maret 2026.

Anggota Komisi V DPR RI itu mengatakan, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memberikan treatment khusus bagi kader perempuan agar lebih siap bertarung pada kontestasi politik mendatang. Ia pun meminta Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Jawa Timur untuk melakukan pemetaan dan pengkajian terhadap kader perempuan potensial yang bisa diusung sebagai calon legislatif.

“Karena itu saya meminta Ketua KPPG melakukan pengkajian terhadap kader perempuan Golkar yang bisa kita siapkan untuk bertarung pada pemilu berikutnya. Jadi keterwakilan perempuan tidak hanya dijalankan secara normatif, tetapi juga benar-benar diwujudkan secara praksis,” jelasnya.

Selain memperkuat keterwakilan perempuan, Golkar Jatim juga tengah melakukan evaluasi dan pemetaan daerah pemilihan (dapil) yang berpotensi menambah kursi di DPRD Jawa Timur. Menurut Ali, dari total 14 dapil di Jawa Timur, partainya sedang mengkaji wilayah mana saja yang memiliki peluang meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.

“Kita terus melakukan mapping. Dari 14 dapil di Jawa Timur, mana saja yang memungkinkan untuk menambah kursi. Ini masih terus kita kaji secara intens dalam perjalanan partai ke depan,” katanya.

Di sisi lain, Ali Mufthi menyebut bahwa dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, saat ini hanya Kabupaten Sumenep yang belum menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Golkar Jatim berencana segera menggelar Musda di daerah tersebut setelah bulan Ramadan, sekaligus melakukan pendekatan dengan berbagai elemen masyarakat setempat.

“Tujuannya agar keputusan terkait kepengurusan yang nanti diambil dapat diterima oleh seluruh masyarakat Sumenep,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus DPD Partai Golkar di kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk menindaklanjuti hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang sebelumnya telah menghasilkan dua poin penting. Pertama, seluruh daerah diminta segera menggelar Musda, Muscab, Musdes, dan Muslus paling lambat hingga Juni 2026. Kedua, memperkuat konsolidasi partai di tingkat daerah agar semakin dekat dengan masyarakat.

“Seluruh struktur dan fungsionaris partai harus bergerak di tengah masyarakat, membersamai berbagai dinamika yang ada. Ini penting untuk memperkuat basis elektoral partai,” tegasnya.

Langkah tersebut, lanjut Ali, menjadi bagian dari upaya memenuhi target DPP Partai Golkar yang menargetkan perolehan suara nasional sebesar 20 persen pada pemilu mendatang. “Target nasional kita 20 persen. Karena itu seluruh kader harus bergerak bersama memperkuat basis dukungan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…