Gula Semut Organik Gunung Ijen Banyuwangi Laris Kalangan Menengah ke Atas

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wisatawan menikmati keindahan wisata Kawah Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)
Wisatawan menikmati keindahan wisata Kawah Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Produk pertanian dan perkebunan Banyuwangi banyak diminati. Seperti di Dusun Wonokusumo, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, yang dikenal sebagai sentra prouksi gula semut organik. Terletak di kaki Pegunungan Ijen Banyuwangi, produksi gula semut organik "Tetes Seludang" ini banyak digemari kalangan menengah ke atas.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, gula semut banyak digemari. Gula semut atau yang juga dikenal gula kelapa (nira) ini, memiliki banyak manfaat kesehatan. Mulai dari mencegah anemia, diabetes, kolesterol, meningkatkan daya tubuh, melancarkan peredaran darah, dan manfaat lainnya.

"Saya sudah coba, rasanya enak, manisnya kerasa, dan yang penting banyak manfaat untuk kesehatan. Banyak varian rasanya, ada original, jahe merah, jahe putih, dan lainnya," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Senin, 5 Februari 2024.

"Kemasannya menarik dan harganya terjangkau. Proses produksinya dilakukan secara organik dan higienis. Sudah ada sertifikat halal dan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)," tambah Ipuk.

Bupati Ipuk sendiri telah melihat langsung proses produksinya. Dia juga sempat memborong gula semut di dusun ini, di sela program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), di Desa Telemung, Rabu (31/1/2024).

Ipuk mengapresiasi proses kreatif warga dusun ini, yang menjual olahan kelapa/aren dalam produk jadi seperti gula semut, sehingga nilai ekonomisnya meningkat. "Tidak hanya gula semut, di sini juga ada gula jawa, dan varian gula organik lainnya," kata Ipuk.

Untuk mendukung industri kreatif para petani dan pengrajin di dusun ini, Pemkab Banyuwangi telah memberikan pelatihan-pelatihan, dan memfaslitasi sertifikasi halal dan PIRT. Selain itu, Pemkab juga memfasilitasi mereka menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Produk gula semut di dusun merupakan industri rumahan. Terdapat sekitar 20 petani nira dan 15 pengrajin yang tergabung dalam kelompok tani Makmur Bersama.

Proses pembuatan gula semut dusun ini seluruhnya dilakukan secara organik. Terdapat SOP (standard operating procedure) untuk setiap pengrajin. Mulai dari persiapan bahan baku, pemasakan, kristalisasi, pengayakan, pengeringan, hingga pengemasan dilakukan secara organik dan higienis.

"Proses pembuatan sudah ada standartnya. Semua dilakukan secara organik tanpa bahan kimia atau non sodium metabisulfit," kata salah satu pengrajin, Ahmad Fauzan.

Rata-rata satu pengrajin mampu menghasilkan sekitar 5 kg gula semut per hari. Dengan demikian sehari rata-rata di dusun ini memproduksi sekitar 75 kg gula semut. Jumlah tersebut bertambah ketika banyak pesanan.

Fauzan mengatakan peminat dari gula semut banyak yang dari luar Banyuwangi. "Peminatnya banyak dari kalangan menengah ke atas. Ada yang datang langsung ke outlet, pesan online dan lainnya," kata pemuda berusia 24 tahun tersebut.

Fauzan menjelaskan produksi gula semut di sini dikerjakan oleh anggota keluarga di rumah. Ayahnya yang mengambil nira, sementara Fauzan dan ibunya yang membuat gulanya.

Selain gula semut, menurut Fauzan, juga memproduksi gula jawa. Untuk gula jawa, tiap hari Fauzan bisa memproduksi sekitar 20-30 kilogram.

"Kini kami juga tengah mengembangkan produk turunannya, yakni susu gula semut. Semoga juga disukai oleh masyarakat," pungkasnya.

Berita Terbaru

Bidik Pasar Magnesia, PT Loka Targetkan Pendapatan Rp42,5 Miliar di 2026

Bidik Pasar Magnesia, PT Loka Targetkan Pendapatan Rp42,5 Miliar di 2026

Kamis, 15 Jan 2026 17:04 WIB

Kamis, 15 Jan 2026 17:04 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia lebih dari satu abad, PT Loka Refractories (Wira Jatim Group) tak hanya bertahan sebagai pemain lama di industri refraktori, tetapi…

Pemkot Surabaya Pastikan Flyover Taman Pelangi Segera Dibangun, Target Awal 2027 Rampung

Pemkot Surabaya Pastikan Flyover Taman Pelangi Segera Dibangun, Target Awal 2027 Rampung

Kamis, 15 Jan 2026 14:32 WIB

Kamis, 15 Jan 2026 14:32 WIB

Jurnas.net - Kawasan Taman Pelangi bersiap memasuki babak baru. Setelah seluruh proses pembebasan lahan rampung, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan…

PMI Surabaya Perluas Donor Darah hingga Kampung, Gandeng Program Kampung Pancasila

PMI Surabaya Perluas Donor Darah hingga Kampung, Gandeng Program Kampung Pancasila

Kamis, 15 Jan 2026 13:48 WIB

Kamis, 15 Jan 2026 13:48 WIB

Jurnas.net - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya merespons tantangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan menggeser pendekatan gerakan kemanusiaan dari…

Gus Lilur Soroti UU Minerba 2025: Perizinan Tambang Masih Rumit Terhambat WP

Gus Lilur Soroti UU Minerba 2025: Perizinan Tambang Masih Rumit Terhambat WP

Kamis, 15 Jan 2026 11:29 WIB

Kamis, 15 Jan 2026 11:29 WIB

Jurnas.net - Terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba) disambut optimisme para pelaku usaha tambang nasional.…

SE Wali Kota Surabaya Soal HP Anak: Cegah Radikalisme dan Konten Negatif Sejak Dini

SE Wali Kota Surabaya Soal HP Anak: Cegah Radikalisme dan Konten Negatif Sejak Dini

Kamis, 15 Jan 2026 07:14 WIB

Kamis, 15 Jan 2026 07:14 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya membatasi penggunaan gawai di sekolah, tetapi juga membangun ekosistem perlindungan anak di ruang…

Banyuwangi Bagikan Becak Listrik untuk Lansia: Dorong Transportasi Hijau dan Pariwisata Kota

Banyuwangi Bagikan Becak Listrik untuk Lansia: Dorong Transportasi Hijau dan Pariwisata Kota

Kamis, 15 Jan 2026 06:34 WIB

Kamis, 15 Jan 2026 06:34 WIB

Jurnas.net - Bantuan ratusan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto untuk pengemudi becak lanjut usia di Banyuwangi bukan sekadar program sosial.…