Harga Sembako di Jatim Bikin Ngiluh Pasca Pemilu 2024

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Umaroh, 51, salah satu pedagang sembako di Pasar Karah Surabaya, Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)
Umaroh, 51, salah satu pedagang sembako di Pasar Karah Surabaya, Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Harga sembako di Jawa Timur bikin ngiluh masyarakat, usai Pemilu 2024. Ini lantaran tingginya harganya sembako meningkat drastis.

"Hampir semua harga sembako mahal, gak tahu ini sampai kapan seperti ini," kata Nur Izzah, 62, warga Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Bawean, Kabupaten Gresik, Kamis, 22 Februari 2024.

Di antaranya adalah harga beras naik Rp90 ribu per 5 kilogram dari harga normal Rp60 ribu, telur naik Rp35 ribu per kg dari harga normal Rp25 ribu per kg. Lalu minyak goreng goreng naik menjadi Rp19 ribu per liter dari harga normal Rp15 ribu per liter.

Kemudian harga gula naik menjadi Rp18 ribu per kg dari harga normal Rp12 ribu per kg. Cabai rawit naik menjadi Rp70 ribu per kg dari harga normal Rp50 ribu per kg.

"Apa-apa semuanya naik, terutama harga beras terus naik dari harga normal Rp60 ribu per 5 kg, terus naik Rp90 ribu per 5 kg. Kenaikannya drastis setelah Pemilu ini," tandasnya.

Senada juga disampaikan Umaroh, 51, salah satu pedagang di Pasar Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, yang juga mengeluh terkait kenaikan sembako dalam dalam sebulan terakhir ini. Di Surabaya, harga beras naik Rp85 ribu per 5 kg dari harga normal Rp60 ribu per 5 kg.

"Telur juga naik biasanya Rp22 ribu per kg, sekarang naik Rp28 ribu per kg. Cabai rawit juga naik Rp65 ribu per kg, dari sebelumnya Rp30 ribu per kg," katanya.

Baik Nur maupun Umaroh mengaku tak mengerti apa penyebab tingginya harga sembako tersebut. Mereka menyebut kenaikan sembako itu terjadi sejak bulan Februari, tepatnya pelaksanaan Pemilu 2024.

Mereka berharap pemerintah mengatasi persoalan itu. Mengingat kenaikan sembako berdampak pada kenaikan harga komoditi lainnya, sementara prekonomian masyarakat belum benar-benar pulih pasca covid-19.

"Baru selesai covid-19 ekonomi belum stabil, sekarang malah harga sembako naik drastis. Saya berharap pemerintah bisa mengatasinya," kata ibu dua anak itu.

Berita Terbaru

Ketika Malaikat Turun Membawa Pedang

Ketika Malaikat Turun Membawa Pedang

Selasa, 02 Jun 2026 16:03 WIB

Selasa, 02 Jun 2026 16:03 WIB

Di Balik Jubah Filantropi: Membedah Ideologi Kuasa Michael Bloomberg dan Hegemoni Gerakan Anti-Rokok Global Oleh : Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH…

Pemkot Surabaya Ubah Wajah Museum Lewat Cross Musea Pertiwi 2026 yang Interaktif dan Imersif

Pemkot Surabaya Ubah Wajah Museum Lewat Cross Musea Pertiwi 2026 yang Interaktif dan Imersif

Selasa, 02 Jun 2026 15:21 WIB

Selasa, 02 Jun 2026 15:21 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mendekatkan sejarah dan budaya kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern dan m…

159.755 Penumpang Gunakan Commuter Line di Daop 6 Yogyakarta Selama Libur Panjang

159.755 Penumpang Gunakan Commuter Line di Daop 6 Yogyakarta Selama Libur Panjang

Selasa, 02 Jun 2026 14:12 WIB

Selasa, 02 Jun 2026 14:12 WIB

Jurnas.net - KAI Commuter mencatat jumlah penumpang hampir 160 ribu selama libur panjang iduladha, Waisak, dan hari lahir Pancasila. Mobilitas penumpang itu ter…

Lenovo Hadirkan Monitor LOQ untuk Gamer Indonesia, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Lenovo Hadirkan Monitor LOQ untuk Gamer Indonesia, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Selasa, 02 Jun 2026 13:02 WIB

Selasa, 02 Jun 2026 13:02 WIB

Jurnas.net - Lenovo Indonesia resmi memperluas ekosistem gaming melalui peluncuran jajaran monitor terbaru dari sub-brand Lenovo LOQ. Kehadiran empat monitor…

Komunitas Overland Nasional Takjub dengan Keindahan Alam dan Wisata Ijen Banyuwangi

Komunitas Overland Nasional Takjub dengan Keindahan Alam dan Wisata Ijen Banyuwangi

Selasa, 02 Jun 2026 10:45 WIB

Selasa, 02 Jun 2026 10:45 WIB

Jurnas.net – Keindahan alam Banyuwangi kembali menjadi daya tarik bagi para pegiat wisata petualangan. Sebanyak puluhan anggota komunitas overland dari b…

Ketika Negara Gagal Menyatukan Akal Sehatnya Sendiri

Ketika Negara Gagal Menyatukan Akal Sehatnya Sendiri

Selasa, 02 Jun 2026 05:25 WIB

Selasa, 02 Jun 2026 05:25 WIB

Negara Jangan Melubangi Kapalnya Sendiri Paradoks Nikotin, Cukai, Kedaulatan Regulasi, dan Krisis Nalar Pembangunan Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH…