Pemprov Jatim Siapkan Ribuan Armada dan Posko Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran

Reporter : Dadang
Ilustrasi lalu lintas pada mudik lebaran. (Istimewa)

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Jawa Timur diproyeksikan menjadi salah satu tujuan utama pemudik nasional pada musim Lebaran tahun ini.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memperkirakan sebanyak 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur selama periode mudik Lebaran 2026.

Baca juga: Polda Jatim Tetapkan Ketua KBI Jatim Tersangka Kekerasan Seksual Atlet, Terjadi Empat Kali di Tiga Daerah

“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 27 Maret 2026,” kata Khofifah, Rabu, 11 Maret 2026.

Lonjakan mobilitas tersebut juga tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang angkutan umum di Jawa Timur. Pemerintah memperkirakan jumlah penumpang mencapai 7,7 juta orang, meningkat sekitar 5,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 7,3 juta penumpang.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemprov Jawa Timur memastikan kesiapan armada transportasi di berbagai moda.
Total armada yang disiapkan meliputi 6.637 unit bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara
55 kapal laut, dan 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip.

Baca juga: Gubernur Khofifah Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Idul Fitri

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Posko Angkutan Lebaran untuk memantau arus mudik dan arus balik secara intensif serta mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan. “Posko ini menjadi pusat pemantauan untuk memastikan pergerakan pemudik berjalan lancar serta memudahkan koordinasi antarinstansi,” ujar Khofifah.

Pengamanan dan kelancaran perjalanan pemudik juga diperkuat melalui Operasi Ketupat Semeru 2026, yang melibatkan sekitar 8.991 personel dari berbagai instansi. Personel tersebut berasal dari Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, unsur transportasi laut, serta PT Kereta Api Indonesia, yang akan bersinergi untuk memastikan pelayanan transportasi berjalan aman dan tertib.

Khofifah menegaskan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik. “Rapat koordinasi lintas sektoral kemarin itu, untuk menyatukan langkah seluruh instansi, mengidentifikasi potensi kerawanan, serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana,” jelasnya.

Baca juga: Polda Jawa Timur Bongkar Jaringan Mesiu Ilegal, Dua Pemuda Sidoarjo Ditangkap

Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, Pemprov Jatim juga kembali menghadirkan program mudik gratis menggunakan moda bus dan kapal laut. Program ini juga menyediakan fasilitas pengangkutan sepeda motor bagi pemudik.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung dengan biaya lebih terjangkau sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur mudik.

“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan lebih terjangkau,” pungkasnya.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru