Pemkot Surabaya Pantau Penyakit Warga Secara Real Time Lewat Data Kesehatan Terpadu

author Rahmat

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga Surabaya saat cek kesehatan. (Humas Pemkot Surabaya)
Warga Surabaya saat cek kesehatan. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota Surabaya mulai menggeser paradigma layanan kesehatan: dari yang semula menunggu pasien datang, menjadi sistem aktif yang “menjemput” potensi penyakit sejak dini. Melalui integrasi Satu Data Satu Peta berbasis rekam medis elektronik, Pemkot membangun fondasi baru pengawasan kesehatan warga secara real time dan terukur.

Program ini tidak sekadar digitalisasi data, tetapi menjadi strategi besar untuk mengubah pola penanganan kesehatan dari kuratif (pengobatan) ke preventif (pencegahan).

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh kota. Petugas turun langsung ke lapangan melalui skema home visit untuk memotret kondisi kesehatan warga dari level rumah tangga.

“Kita tidak menunggu orang sakit datang. Kita yang datang mengambil data langsung dari masyarakat,” kata Billy, Sabtu, 25 April 2026.

Data yang dihimpun mencakup kondisi kesehatan dasar warga dan langsung diinput ke dalam aplikasi digital yang terintegrasi. Sistem ini kemudian dikonsolidasikan dalam pusat data Dinas Kesehatan untuk divalidasi, dianalisis, dan disajikan dalam bentuk dashboard pemantauan.

Menariknya, program ini juga melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH) sebagai ujung tombak di lapangan, memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam pengumpulan data. Tak berhenti di puskesmas, integrasi juga diperluas ke rumah sakit milik Pemkot, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr. Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.

Rekam medis elektronik dari fasilitas ini akan disatukan dalam satu sistem untuk membentuk peta kesehatan kota secara menyeluruh. Dari integrasi tersebut, Pemkot dapat memetakan persebaran penyakit hingga tingkat wilayah. Setiap diagnosis seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung akan diberi label dan dipetakan secara digital.

Data yang terkumpul juga tidak hanya dimanfaatkan untuk kebijakan, tetapi dibuka sebagai basis riset akademik guna menghasilkan solusi kesehatan yang lebih presisi dan berbasis bukti. "Dari situ kita bisa lihat pola. Misalnya, wilayah mana yang banyak kasus diabetes atau hipertensi. Ini yang menjadi dasar intervensi,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mendorong agar integrasi ini diperluas ke seluruh rumah sakit, termasuk swasta. Ia bahkan mengusulkan pembentukan komunitas antar rumah sakit agar data rekam medis bisa terhubung dalam satu ekosistem. “Kalau semua terhubung, kita bisa tahu kondisi kesehatan warga per wilayah secara detail. Ini penting untuk pencegahan,” tegasnya.

Lebih jauh, sistem ini memungkinkan pemerintah bertindak cepat. Jika ada pasien yang terdeteksi tidak rutin kontrol, petugas bisa langsung melakukan kunjungan ke rumah untuk memastikan kondisi pasien tetap terpantau.

Meski berbasis data besar, Eri menegaskan bahwa seluruh rekam medis tetap bersifat rahasia dan hanya digunakan dalam koridor pelayanan kesehatan. "Kalau dia tidak datang kontrol, kami yang datang. Ini bentuk kehadiran pemerintah,” pungkas Eri.

Berita Terbaru

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membantah terlibat dalam kegiatan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi d…

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat koordinasi dengan pelanggan industri untuk menjaga keandalan …

Banyuwangi Latih Ratusan Takmir Masjid Jadi Affiliate, Bantu UMKM Lepas dari Jeratan Pinjol

Banyuwangi Latih Ratusan Takmir Masjid Jadi Affiliate, Bantu UMKM Lepas dari Jeratan Pinjol

Kamis, 22 Okt 2026 08:37 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 08:37 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga berperan dalam pemberdayaan e…

Pemkab Gresik Perketat Pengawasan LPG 3 Kg, Harga Pangkalan Ditetapkan Rp 18.000

Pemkab Gresik Perketat Pengawasan LPG 3 Kg, Harga Pangkalan Ditetapkan Rp 18.000

Kamis, 22 Okt 2026 07:46 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 07:46 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat pengawasan penyaluran gas elpiji atau LPG bersubsidi tabung 3 kilogram (kg) untuk memastikan harga …

HUT ke-62 Golkar, Adam Rusydi Serahkan Bantuan untuk Panti Sosial di Sidoarjo

HUT ke-62 Golkar, Adam Rusydi Serahkan Bantuan untuk Panti Sosial di Sidoarjo

Rabu, 21 Okt 2026 19:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net - Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Tim Bakti Sosial DPD Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan bantuan sembako ke dua panti…