Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka Surabaya Holiday Super Sale (SHSS) 2025, program diskon terbesar akhir tahun yang melibatkan 17 mal, ratusan hotel, restoran, hingga destinasi wisata. Tak sekadar pesta belanja, SHSS menjadi strategi agresif Pemkot untuk memukul balik perlambatan ekonomi dan menahan aliran belanja masyarakat agar tidak keluar kota.
Pembukaan SHSS yang digelar di Pakuwon City Mall, Minggu malam, 30 November 2025, dipimpin langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Program ini berlangsung sepanjang 1–31 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Eri menegaskan SHSS digarap untuk menggerakkan seluruh ekosistem ekonomi kota, bukan hanya pusat perbelanjaan. "Diskon besar-besaran tidak hanya di mal, tapi juga hotel, restoran, dan tempat wisata. Ini gerakan bersama agar roda ekonomi Surabaya terus berputar,” ujar Eri.
Diskon yang ditawarkan mencapai hingga 80 persen, dengan akses tanpa syarat. Semua pengunjung baik warga lokal maupun wisatawan bebas menikmati promo dari masing-masing tenant.
Eri menyebut SHSS didesain agar warga Surabaya tidak perlu berlibur atau berbelanja ke kota lain selama periode liburan. "Ini untuk menarik wisatawan masuk Surabaya, sekaligus menahan warga agar menikmati liburan di kotanya sendiri. Perputaran belanja di sini otomatis akan meningkatkan PAD,” tegasnya.
Pemkot memproyeksikan masuknya pendapatan hingga miliaran rupiah dari sektor retail, pariwisata, dan jasa selama periode program berlangsung.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, Sutandi, menyebut SHSS tahun ini diikuti 17 mal di Surabaya. Seluruh tenant berpartisipasi aktif dengan diskon mulai 10 hingga 80 persen.
“Kami menargetkan perputaran ekonomi sampai Rp15 triliun selama program berlangsung. Dengan tenant yang sangat antusias, kami optimis target ini tercapai,” ujarnya.
Menurut Sutandi, periode akhir tahun adalah momentum penting bagi sektor retail setelah melewati fase melambat pada Agustus hingga Oktober.
“Pemkot tidak pernah diam mendorong ekonomi. Melalui program seperti ini, konsumsi domestik pulih dan menjadi titik balik bagi pertumbuhan ekonomi Surabaya,” tandasnya.
Editor : Andi Setiawan