Tanggul Gedangan Trenggalek Pulih: Sawah Kering Kini Kembali Produktif untuk Ekonomi Petani

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pembangunan tanggul bronjong di Sungai Gedangan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pembangunan tanggul bronjong di Sungai Gedangan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. (Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Di balik rampungnya pembangunan tanggul bronjong di Sungai Gedangan, Kecamatan Panggul, Trenggalek, tersimpan cerita tentang bagaimana satu infrastruktur mampu mengubah kembali harapan hidup ratusan keluarga petani. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penyelesaian proyek tersebut pada Kamis, 4 Desember 2025, dan memastikan seluruh pekerjaan telah selesai 100 persen.

Dua banjir besar pada Februari dan Juni 2025 sempat menghanyutkan tanggul, memutus irigasi, dan membuat ratusan hektare sawah di lima desa hanya bisa ditanami satu kali setahun. Tak sedikit petani yang kehilangan penghasilan mendadak karena aliran air tak lagi sampai ke lahan mereka.

“Air itu kehidupan. Bagi petani, air adalah penentu apakah mereka bisa panen atau tidak. Karena itu rehabilitasi Sungai Gedangan ini penting untuk memulihkan bukan hanya irigasi, tetapi juga kesejahteraan, kata Khofifah, Jumat, 5 Desember 2025.

Warga di Desa Kertosono, Panggul, Gayam, Nglebeng, hingga Wonocoyo mengisahkan bagaimana sawah mereka mulai mengering pascabanjir. Beberapa petani bahkan sempat menunda masa tanam karena irigasi rusak tak kunjung mengalir.

Pemprov Jatim kemudian bergerak cepat membangun tanggul bronjong 654 meter, groundsill 53 meter, tiga krib pengendali arus, pipanisasi 158,5 meter, dan tambahan tanggul 90 meter di Desa Panggul. Seluruhnya dibiayai APBD Jatim senilai Rp15,85 miliar.

Hasilnya kini terlihat: aliran air kembali stabil, sawah yang sempat mati kini kembali ditumbuhi padi, dan petani mulai optimistis menyongsong masa tanam berikutnya.

Khofifah menegaskan bahwa infrastruktur ini bukan hanya untuk pencegahan banjir, tetapi juga bagian penting dari rantai produksi pangan nasional.

“Kalau dulu hanya bisa satu kali panen, sekarang bisa kembali tiga kali panen. Ini bukan hanya soal irigasi, tapi soal masa depan petani,” tegasnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan banjir sebelumnya membuat warga trauma setiap hujan deras. Dengan tanggul bronjong dan struktur pengaman sungai yang lebih kuat, risiko luapan air ke permukiman dan jalan raya dapat ditekan.

“Ini bukan hanya pembangunan fisik, ini membangun rasa aman. Kami berterima kasih karena provinsi bergerak cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Trenggalek, yang 70 persen wilayahnya perbukitan, sangat bergantung pada sedikit lahan datar yang ada. Intervensi ini menjadi penopang utama produktivitas pangan daerah.

Berita Terbaru

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membantah terlibat dalam kegiatan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi d…

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat koordinasi dengan pelanggan industri untuk menjaga keandalan …

Yayaya Fest, Festival Musik Bentuk Kepedulian Sosial-Lingkungan

Yayaya Fest, Festival Musik Bentuk Kepedulian Sosial-Lingkungan

Kamis, 22 Okt 2026 10:06 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 10:06 WIB

Jurnas.net - Sejumlah kalangan berkolaborasi menghadirkan Yayaya Fest 2026, sebuah festival musik yang memadukan hiburan dengan kepedulian terhadap isu sosial…