Jurnas.net - Jalan berlubang kini menjadi pemandangan yang kian akrab bagi warga Banyuwangi. Dari kawasan perkotaan hingga jalur padat lalu lintas, kerusakan aspal tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kondisi tersebut memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menurunkan Satgas Jalan Berlubang untuk melakukan perbaikan darurat di berbagai titik. Sejumlah ruas vital di wilayah kota disisir, di antaranya Jalan Kepiting, Kolonel Sugiono, MT Haryono, Imam Bonjol, Kartini, Sayuwiwit, DI Panjaitan, hingga MH Thamrin.
Satgas Jalan Berlubang dibagi dalam empat UPTD, yakni UPTD Banyuwangi, Rogojampi, Genteng, dan Bangorejo. Seluruh tim mulai bergerak serentak sejak Kamis (5/2/2026) untuk menambal kerusakan jalan yang kian meluas.
Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Budi Santoso, mengakui jumlah titik jalan berlubang cukup signifikan. Dalam satu hari, pihaknya mengklaim telah menangani hampir 150 titik kerusakan.
“Hari ini saja hampir 150 titik jalan yang kita lakukan perbaikan. Target kami, sebelum Lebaran, jalan-jalan utama baik di kota maupun desa sudah tertangani,” kata Budi, Jumat, 6 Februari 2026.
Namun di lapangan, jalan berlubang masih menjadi keluhan warga. Kerusakan yang muncul berulang di ruas yang sama menimbulkan pertanyaan soal ketahanan kualitas jalan dan efektivitas pemeliharaan rutin.
Budi menyebut curah hujan tinggi sebagai penyebab utama. Genangan air yang tak segera surut disebut mengikis lapisan aspal hingga memicu lubang baru, bahkan di jalan yang sebelumnya telah diperbaiki. “Air menggenang, lalu mengikis sedimen aspal. Itu yang mempercepat kerusakan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab mengandalkan metode penambalan hotmix dan menyiagakan tim untuk bergerak cepat setiap kali menerima laporan dari masyarakat. “Tim akan standby. Begitu ada laporan jalan berlubang, langsung kami tindaklanjuti,” kata Budi.
Meski demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kecepatan tambal sulam kerap kalah cepat dibanding munculnya lubang baru, terutama di jalur padat kendaraan dan kawasan rawan genangan. Pemkab menargetkan seluruh titik kerusakan dapat dijangkau agar risiko kecelakaan akibat jalan berlubang bisa ditekan.
“Ini bagian dari upaya kami memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan pengguna jalan,” tandas Budi.
Editor : Andi Setiawan