Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW untuk Gen Z Harus Berdampak Nyata, Ini Syaratnya

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Eri Cahyadi menegaskan bahwa bantuan dana Rp5 juta per bulan untuk setiap RW di Kota Surabaya tidak diberikan secara cuma-cuma. Anggaran yang dikhususkan bagi generasi muda atau Gen Z melalui program Kampung Pancasila itu harus berbasis proposal dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong kemandirian ekonomi pemuda sekaligus menekan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan di Kota Pahlawan.

Cak Eri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa setiap Karang Taruna atau kelompok Gen Z di tingkat RW wajib menyusun proposal kegiatan yang jelas arah dan manfaatnya. Proposal itu akan diseleksi di tingkat kecamatan sebelum dana dicairkan.

“Proposalnya harus kegiatan yang ada manfaatnya untuk Karang Taruna dan Gen Z di setiap RW. Kalau ada manfaatnya yang bisa langsung dirasakan, uangnya langsung dicairkan. Tapi kalau hanya untuk kegiatan seremonial yang tidak ada manfaatnya, tidak akan kita kasih,” kata Eri, Senin, 16 Februari 2026.

Ia menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar pembagian anggaran, melainkan bagian dari proses pembelajaran agar anak muda memiliki visi, perencanaan, dan mental kewirausahaan. “Saya ingin Gen Z ini punya pandangan, punya visi, punya rencana. Jangan sampai dikasih duit lalu habis begitu saja tanpa manfaat. Kita latih mereka menata rencana agar bisa menjadi wiraswasta,” ujarnya.

Program ini telah berjalan sejak Januari 2026. Bagi RW yang belum mengajukan proposal pada bulan pertama, dana tersebut dipastikan tidak hangus dan bisa digabungkan pada bulan berikutnya. “Kalau Januari belum diambil, bisa diambil di Februari dengan kegiatan yang digabungkan. Misalnya Rp5 juta Januari dan Rp5 juta Februari, berarti total Rp10 juta,” jelasnya.

Skema ini, menurut Eri, memberi fleksibilitas bagi pemuda untuk merancang program yang lebih matang dan berdampak jangka panjang.
Terhubung dengan Industri Horeka
Tak hanya menyediakan dana stimulan, Pemkot Surabaya juga membangun ekosistem pasar.

Baru-baru ini, pemkot menjalin kerja sama dengan sedikitnya 38 pelaku industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka) untuk menyerap produk-produk dari kampung di Surabaya. Melalui sinergi ini, dana Rp5 juta per RW diharapkan menjadi pemicu lahirnya unit usaha baru di tingkat kampung, mulai dari penyediaan daging ayam, sayuran, produk olahan, hingga perlengkapan seperti sandal hotel.

“Harapannya dana ini jadi stimulan untuk membangun usaha yang bisa menyuplai kebutuhan Horeka. Jadi bukan hanya kegiatan internal, tapi benar-benar menghasilkan,” kata Eri.

Eri menegaskan, Kampung Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai ruang penguatan nilai kebersamaan dan guyub rukun, tetapi juga sebagai pusat inkubasi ekonomi kreatif bagi generasi muda.

Pemkot bersama sejumlah stakeholder akan melakukan pendampingan kepada kelompok Gen Z penerima dana agar usaha yang dibangun berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan.
Ia menargetkan, melalui skema ini angka pengangguran terbuka di kalangan anak muda bisa ditekan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di tingkat kampung.

“Belajarlah kita mulai menata agar anak muda bisa menjadi wiraswasta, bisa menggerakkan kegiatan yang bermanfaat untuk kampung. Itu yang ingin saya mulai, supaya mereka terbiasa,” pungkasnya.

Berita Terbaru

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jurnas.net - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste berdiri pada mimbar saat Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 di…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Jurnas.net - Persoalan kesejahteraan masyarakat masih menjadi perhatian di tengah berbagai dinamika perekonomian nasional. Setahun setelah tujuh Desakan…