LPA Jatim: Libur Sekolah Harus Jadi Momentum Memperbaiki Hubungan Orang Tua dan Anak

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelajar peluk sang ibu usai membasuh kaki orang tuanya. (Humas Pemkot Surabaya)
Pelajar peluk sang ibu usai membasuh kaki orang tuanya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota Surabaya dinilai tengah membangun sebuah gerakan pendidikan yang lebih mendasar, yakni mengembalikan keluarga sebagai pusat pembentukan karakter anak di tengah derasnya tantangan era digital.

Langkah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya yang mengajak orang tua lebih aktif mendampingi anak selama masa libur sekolah mendapat apresiasi dari kalangan pemerhati pendidikan. Kebijakan tersebut dinilai bukan sekadar imbauan administratif, melainkan sebuah gerakan moral yang memiliki dampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

Apresiasi tersebut disampaikan Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) sekaligus Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup, M. Isa Ansori.

Menurutnya, Pemerintah Kota Surabaya berhasil menangkap persoalan mendasar yang selama ini kerap luput dari perhatian, yakni anggapan bahwa proses pendidikan berhenti ketika sekolah memasuki masa liburan. Padahal, kata Isa, pendidikan yang paling menentukan justru terjadi ketika anak kembali berada di lingkungan keluarga.

“Ketika sekolah libur, banyak orang menganggap proses pendidikan ikut berhenti. Padahal sejatinya, pendidikan yang paling menentukan justru berlangsung ketika anak kembali ke rumah, kembali ke pelukan orang tua, dan belajar dari kehidupan sehari-hari,” ujar Isa Ansori, Selasa, 23 Juni 2026.

Ia menilai, di tengah derasnya perkembangan teknologi dan dominasi perangkat digital, anak-anak saat ini menghadapi tantangan baru berupa berkurangnya kedekatan emosional dengan keluarga. Kesibukan orang tua, aktivitas sekolah yang padat, serta tingginya intensitas penggunaan gawai membuat interaksi berkualitas dalam keluarga semakin berkurang.

Karena itu, masa libur sekolah dinilai menjadi momentum strategis untuk membangun kembali relasi yang mungkin mulai renggang antara orang tua dan anak. Menurut Isa, esensi liburan sesungguhnya tidak terletak pada kemewahan destinasi wisata atau besarnya biaya yang dikeluarkan, melainkan pada kehadiran orang tua secara utuh dalam kehidupan anak.

Ia menegaskan, banyak aktivitas sederhana yang justru memiliki nilai pendidikan yang sangat besar. “Cara menjalin kedekatan dengan anak sangat beragam. Orang tua bisa mengajak anak mengunjungi kakek dan nenek, berziarah ke makam leluhur untuk mengenal sejarah keluarga, memasak bersama, membersihkan halaman rumah, atau sekadar duduk bersama mendengarkan cerita anak tanpa distraksi notifikasi gawai,” terangnya.

Isa menilai pendekatan yang dilakukan Dispendik Surabaya juga selaras dengan berbagai program pendidikan karakter yang selama ini digagas Pemerintah Kota Surabaya.
Salah satunya adalah gerakan membasuh kaki orang tua yang sempat menarik perhatian publik beberapa waktu lalu. Menurutnya, meski sempat dipandang sebagai kegiatan seremonial, gerakan tersebut sesungguhnya membawa pesan mendalam tentang pentingnya membangun rasa hormat, kerendahan hati, dan kedekatan emosional di lingkungan keluarga.

“Melalui pendekatan yang konsisten ini, Pemkot Surabaya sedang mengingatkan kembali bahwa orang tua merupakan guru pertama dan utama bagi setiap anak,” katanya.

Isa juga berharap komitmen Surabaya dalam memperkuat pendidikan berbasis keluarga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Sebab, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh nilai-nilai yang ditanamkan di rumah sejak usia dini.

Menurutnya, ruang tamu, meja makan, dan aktivitas keseharian bersama keluarga merupakan tempat pertama anak belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, empati, dan penghormatan kepada sesama. “Pendidikan karakter tidak lahir dari slogan. Pendidikan karakter lahir dari keteladanan. Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh sekolah yang hebat, tetapi juga oleh keluarga yang mampu menanamkan hormat, kasih sayang, dan kemanusiaan sejak dini,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Perkuat Kepatuhan Pajak, GP Ansor Jatim Kolaborasi dengan DJP Edukasi Kader dan UMKM

Perkuat Kepatuhan Pajak, GP Ansor Jatim Kolaborasi dengan DJP Edukasi Kader dan UMKM

Selasa, 14 Jul 2026 17:25 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:25 WIB

Jurnas.net – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur resmi menjalin kemitraan strategis dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil D…

Basarnas Surabaya Sisir Area Baru Sejauh 157 Mil Laut, KMN Entok Masih Belum Ditemukan

Basarnas Surabaya Sisir Area Baru Sejauh 157 Mil Laut, KMN Entok Masih Belum Ditemukan

Selasa, 14 Jul 2026 17:18 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:18 WIB

Jurnas.net – Kantor SAR Kelas A Surabaya terus mengintensifkan pencarian terhadap KMN Entok yang dilaporkan belum kembali setelah berangkat mencari ikan dari P…

DPRD Surabaya Edukasi Gen Z, Budi Leksono: Politik Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan

DPRD Surabaya Edukasi Gen Z, Budi Leksono: Politik Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan

Selasa, 14 Jul 2026 16:19 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 16:19 WIB

Jurnas.net – Upaya meningkatkan literasi politik di kalangan generasi muda terus didorong DPRD Surabaya. Salah satunya melalui kunjungan Komunitas Gelora Juang …

PKS: APBD Jatim Jangan Hanya Rapi di Laporan, Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

PKS: APBD Jatim Jangan Hanya Rapi di Laporan, Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Selasa, 14 Jul 2026 14:28 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:28 WIB

Jurnas.net – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur melontarkan kritik sekaligus peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar t…

Perekaman KTP-el Surabaya Capai 98,82 Persen, Sebanyak 809.057 Warga Sudah Aktifkan IKD

Perekaman KTP-el Surabaya Capai 98,82 Persen, Sebanyak 809.057 Warga Sudah Aktifkan IKD

Selasa, 14 Jul 2026 13:12 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital. Upaya tersebut ditandai d…

Bupati Ponorogo Nonaktif Dituntut 7 Tahun Penjara, Terima Suap Rp 900 Juta dalam Kasus Jual Beli Jabatan dan Proyek RSUD

Bupati Ponorogo Nonaktif Dituntut 7 Tahun Penjara, Terima Suap Rp 900 Juta dalam Kasus Jual Beli Jabatan dan Proyek RSUD

Selasa, 14 Jul 2026 12:41 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 12:41 WIB

Jurnas.net – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dengan pidana penjara selama tujuh t…