Kasus Penembakan Oknum Kades di Sampang Karena Balas Dendam Tahun 2019

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jatim menunjukkan barang bulti (BB) kasus penembakan di Kabupaten Sampang, Madura. (Dok: Jurnas.net)
Polda Jatim menunjukkan barang bulti (BB) kasus penembakan di Kabupaten Sampang, Madura. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net - Dirreskrimum Polda Jawa Timue, Kombes Totok Suharyanto, memastikan kasus penembakan di Kabupaten Sampang karena motif balas dendam. Ini membantah adanya kabar bahwa kasua itu bernuansa politis terhadap korban, yang merupakan relawan capres-cawapres 02 Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.

"Jadi, dalam kasus ini tidak ada unsur politik. Kasus penembakan ini motifnya murni balas dendam pelaku MW terhadap korban Muarah," kata Totok, saat merilis kasus itu di Mapolda Jatim di Surabaya, Kamis, 11 Januari 2024.

Totok menjelaskan, tersangka MW merupakan kepala desa sekaligus aktor utama yang merencanakan melakukan penembakan terhadap Muarah. Tersangka MW ingin balas dendam terhadap Muarah, lantaran anak buahnya ditembak Muarah pada tahun 2019 lalu. Sementara kasus itu sendiri telah inkrah melalui jalur hukum.

"Proses penyidikan dan faktanya sudah selesai di tempat persidangan. Intinya, tersangka MW dendam sejak tahun 2019, karena anak buah tersangka ini dulu ditembak dan yang melakukan adalah korban yang saat ini. Korban dan pelaku hubungannya hanya teman bukan keluarga," tandasnya.

Sementara itu, Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Sodiq Pratomo, menambahkan bahwa tim Labfor tidak menemukan proyektil atau selongsong saat melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) di lokasi. Namun, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap lubang bekas tembakan pada baju korban.

"Setelah korban di otopsi dan diambil pelurunya, ternyata pelurunya ada dua, dan dua-duanya jenis revolver kaliber 38. Kemudian setelah tersangka tertangkap ditemukan dua pucuk senjata, revolver merk SNW dan satu pistol kaliber 9 mili," katanya.

Sementara dua senpi yang digunakan pelaku, Sodiq memastikan bisa digunakan dengan baik. Karena di senpi itu tampak ada jejak residu, yang artinya pernah digunakan ditemukan juga dua selongsong yang telah ditembakkan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara uji labfor, kedua selongsong dan proyektil identik dengan senjata yang revolver," katanya.

Seperti diketahui, polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus tersebut. Yakni MW, 36, warga Dusun Lon Kebun, Desa Ketapang Daya, Kecamatan Sampang. Dia adalah oknum kepala desa sekaligus aktor utama dalam kasus tersebut.

Kemudian tersangka H, 51, dan S, 36, yang kedua warga Jalan Raya Banyuates, Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Keduanya orang yang membantu melancarkan aksi penembakan, sekaligus membantu mencarikan eksekutor. Kemudian tersangka AR dan HH, yang keduanya berasal dari Kabupaten Pamekasan, berperan sebagai joki dan eksekutor.

"Tersangka MW ini berjanji akan memberikan bayaran Rp500 juta, tapi uang yang baru diterima Rp50 juta untuk operasional. Sementara senpi yang didapatkan MW dari mana?, Kami saat ini masih mendalaminya masih menelusuri senpi tersebut," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 353 Ayat 2 Subs 351 ayat 2 KUHP Jo 55, 56 KUHP atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Berita Terbaru

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Jurnas.net - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) memperkuat kapasitas internal dalam memahami tata kelola dan manajemen…

Lansia di Kulon Progo Sodomi Bocah 16 Tahun Bermodus Cuci Gamelan

Lansia di Kulon Progo Sodomi Bocah 16 Tahun Bermodus Cuci Gamelan

Sabtu, 05 Sep 2026 10:25 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 10:25 WIB

Jurnas.net - Seorang lansia berinisial SYT, 64, warga Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jadi tersangka dugaan tindakan…

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Jurnas.net – PSIM Jogja genap menginjak usia ke-97 tahun pada Sabtu, 5 September 2026. Momentum pertambahan umur ini dirayakan manajemen Laskar Mataram dengan m…

Pertamina Jatuhi Sanksi Terhadap 180 SPBU se-Jateng DIY Akibat Lakukan Penyalahgunaan

Pertamina Jatuhi Sanksi Terhadap 180 SPBU se-Jateng DIY Akibat Lakukan Penyalahgunaan

Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Jurnas.net - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna memastikan produk subsidi pemerinta…

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jurnas.net — Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, meluas hingga mendekati Pondok Bunder, salah satu jalur menuju Kawah Ijen. K…