Strategi Banyuwangi Kendalikan Harga Sembako dengan Perbanyak Toko Pengendali Inflasi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau harga bahan pokok di salah satu pasar tradisional. (Dok: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau harga bahan pokok di salah satu pasar tradisional. (Dok: Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Dalam upaya menjaga dan mengendalikan harga bahan pokok, sejumlah upaya dilakukan Pemkab Banyuwangi. Salah satunya adalah dengan membuat Toko Pengendalian Inflasi Banyuwangi (TOP Si Wangi).

Top Si Wangi berfungsi sebagai toko penyeimbang untuk mengantisipasi inflasi dan lonjakan harga barang kebutuhan pokok. Pemkab bermintra dengan Bulog dan toko sejumlah toko sebagai mitra untuk menjadikan toko tersebut memiliki fungsi sebagai Top Si Wangi.

“Ini salah satu cara kami agar saat terjadi kenaikan harga toko-toko ini bisa menjual bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Ini akan melengkapi operasi pasar keliling,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Minggu, 21 Januari 2024.

Ipuk mengatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memiliki tugas melakukan stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok, untuk mencegah terjadinya inflasi daerah. Salah satunya dengan melakukan langkah preventif yakni memastikan ketersediaan bahan pokok yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Karena itu TPID menggandeng mitra toko-toko milik warga sebagai solusi untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau dan dekat dengan masyarakat. Kami dorong di setiap pasar ada Top Si Wangi,” ujar Ipuk.

Toko-toko tersebut setiap harinya menyediakan bahan pokok dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik dan harga yang terjangkau. Bulog menjadi pihak penyuplai bahan -bahan pokok tersebut.

“Ketika ada harga kebutuhan pokok tertentu yang melesat cukup tinggi, maka toko penyeimbang akan menjual barang yang naik itu dengan harga yang sudah disubsidi. Harapannya agar harga bisa kembali stabil dan terkendali,” kata Ipuk.

“Kami bersyukur berkat kekompakkan staheholder TPID dan dukungan semua mitra pengendalian inflasi Banyuwangi selama 2023 bisa kita jaga. Inflasi Banyuwangi year on year (YOY) 2023 menjadi yang terendah di Jatim yakni sebesar 2,15%. Lebih rendah dari YoY Jawa Timur (2,92%) maupun Nasional (2,61%),” lanjut Ipuk.

Kepala Bulog Cabang Banyuwangi Harisun mengatakan pihaknya menyuplai sejumlah bahan pokok ke 147 TOP Si Wangi yang tersebar di seluruh Kecamatan di Banyuwangi. Seperti beras, minyak goreng dan gula pasir. Harga yang dijual ke para pemilik toko merupakan harga distributor yang stabil.

“Sehingga harga jual ke konsumen juga bisa stabil, tidak fluktuatif,” cetusnya.

Setiap harinya Bulog mengirimkan bahan pokok ke toko-toko yang menjadi mitra. Bahan pokok yang disuplai sesuai dengan kebutuhan toko tersebut.

“Barang apa yang habis maka kami suplai. Rata-rata hampir setiap hari ada pengiriman barang, baik beras, minyak goreng dan gula pasir,” ujarnya.

Seperti toko milik Ibu Sumi yang diresmikan Bupati Ipuk kemarin. Harga jual beras SPHP Rp. 54.000 per lima KG, minyak goreng Rp. 13.500 per liter dan gula pasir Rp16.500. “Ini untuk stok seminggu nanti kalau habs saya tinggal kontak Bulog minta dikirim lagi,” ujarnya.

Berita Terbaru

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Oleh: Saiq Khayran Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Nurul Jadid Di tengah ambisi pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas investasi,…

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – PSIM Yogyakarta mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean Paul van Gastel. Keputusan tersebut menjadi langkah penting b…

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Jurnas.net – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan P…

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta gagal memutus tren tanpa kemenangan pada masa awal Super League 2026/2027. Teranyar, PSIM dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Stadion…

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jurnas.net – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka hadir me…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …