Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melangkah lebih jauh dalam memerangi bullying di lingkungan sekolah. Tidak hanya mengandalkan aturan dan sosialisasi, Pemkot kini menyiapkan model baru pencegahan berbasis siswa, dengan mencetak ratusan pelajar terpilih sebagai agen perubahan dan fasilitator anti-perundungan di sekolah masing-masing.
Langkah ini menjadi strategi baru yang menempatkan siswa bukan sekadar objek perlindungan, tetapi aktor utama dalam menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan saling mendukung.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh, mengungkapkan bahwa pembentukan para fasilitator muda ini akan dimulai setelah Ujian Tengah Semester (UTS).
“Setelah UTS dan menjelang liburan, kami akan mengumpulkan perwakilan siswa seperti pengurus OSIS, Orpes, dan tim pemantau. Mereka akan kami bekali secara intensif,” kata Yusuf, Senin, 17 November 2025.
Para pelajar terpilih itu akan mendapatkan pelatihan mendalam terkait perilaku digital sehat, toleransi, gotong royong, serta 10 prinsip hak anak. Bekal tersebut diharapkan menjadikan mereka role model sekaligus detektor dini potensi perundungan di sekolah.
Yusuf menegaskan, perang terhadap bullying tidak bisa hanya bertumpu pada guru Bimbingan dan Konseling (BK). Seluruh guru diminta memiliki kepekaan psikologis terhadap perubahan perilaku siswa.
“Guru tidak hanya mengajar. Mereka harus proaktif mendekati anak yang tiba-tiba pendiam, tertutup, atau menunjukkan perilaku berbeda. Itu bisa menjadi sinyal adanya masalah,” ujarnya.
Baca Juga : Surabaya Siaga Banjir: Pemkot Maksimalkan Rumah Pompa dan Normalisasi Saluran
Dispendik juga mengoptimalkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah. Tim ini diarahkan untuk membangun komunikasi cair antar-siswa, termasuk melalui sesi curhat teman sebaya yang terbukti lebih cepat mengungkap masalah.
Ancaman perundungan kini tidak hanya terjadi di lingkungan fisik sekolah, tetapi juga di dunia maya. Karena itu, Dispendik memperluas kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) untuk memperkuat literasi digital dan keamanan daring.
“Pelarangan internet tidak realistis. Pendampingan yang humanis lebih penting, agar anak-anak paham waktu yang tepat menggunakan internet dan konten yang aman,” jelas Yusuf.
Sementara untuk pemulihan korban dan penanganan kasus berat, Pemkot bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) yang memiliki konselor profesional. Kolaborasi juga melibatkan instansi lain seperti BNN dan Densus untuk perlindungan menyeluruh terhadap anak.
“Semua sinergi ini kami lakukan agar anak-anak Surabaya mendapatkan perlindungan terbaik,” tandas Yusuf.
Editor : Andi Setiawan
Berita Terbaru
Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB
Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB
Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…
Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB
Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB
Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…
Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB
Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB
Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…
Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB
Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…
Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB
Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…
Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB
Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…