Berkat Kacamata Pintar AI dari Presiden Prabowo, Tunanetra Ini Kini Lebih Bisa Baca Dokumen dan Navigasi

author Firman

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pekerja tunanetra saat mendapat kacamata pintar berbasis AI dari Presiden Prabowo. (Humas BKP RI)
Pekerja tunanetra saat mendapat kacamata pintar berbasis AI dari Presiden Prabowo. (Humas BKP RI)

Jurnas.net - Latief (29), seorang pekerja tunanetra, kini merasakan perubahan besar dalam hidupnya setelah menggunakan kacamata pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) buatan Jerman yang ia terima sebagai bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. Perangkat tersebut tidak hanya memudahkan aktivitasnya, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan kemandiriannya.

Latief yang selama ini mengandalkan huruf braille untuk membaca, mengaku kacamata pintar “Mata Kita” membawa pengalaman baru yang jauh lebih praktis. Dengan teknologi pemindaian AI, alat itu mampu mengenali teks dan objek secara cepat—mulai dari menu restoran hingga nilai mata uang.

“Kacamata ini bisa mendeteksi orang, bahkan jumlahnya. Ketika kita arahkan ke objek, langsung memberi informasi. Termasuk mengenali identitas orang yang sudah kita rekam sebelumnya,” kata Latief, saat ditemui di Yayasan Mitra Netra, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Desember 2025.

Kacamata pintar tersebut membantu Latief dalam beragam aktivitas, baik saat bekerja maupun di rumah. Perangkat itu dapat membaca judul buku, memindai dokumen penting, hingga mengenali produk di minimarket.

“Mulai dari ijazah, KTP, kartu keluarga, sampai menu restoran itu bisa terbaca. Termasuk mendeteksi mata uang pecahan dua ribu hingga lima puluh ribu rupiah,” jelasnya.

Latief menyebut teknologi ini membuat proses membaca yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini menjadi lebih cepat dan efisien.

Kacamata pintar “Mata Kita” disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ke sejumlah komunitas disabilitas, seperti Yayasan Mitra Netra dan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah. Penerima juga dibekali pelatihan penggunaan agar mampu mengoptimalkan fungsi perangkat.

Ketua Yayasan GSN Teguh Arief menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang tunanetra. "Dalam bahasa sederhana, kacamata ini menjadi ‘navigasi hidup’ mereka,” kata Teguh.

Teknologi di dalamnya memungkinkan pengguna mengetahui dengan siapa mereka berbicara, termasuk jenis kelamin lawan bicara.

Teguh menjelaskan bahwa kacamata pintar ini masih berada dalam fase uji coba. Saat ini pemanfaatannya difokuskan untuk kebutuhan belajar dan bekerja. Ke depan, perangkat akan disempurnakan agar dapat digunakan di ruang publik dengan fitur keselamatan tambahan.

“Misalnya nanti ketika berjalan, kalau di depan ada pintu atau halangan, alat ini bisa memberi peringatan agar tidak menabrak,” ujarnya.

Latief menyampaikan rasa syukur atas perhatian Presiden Prabowo terhadap para penyandang tunanetra melalui distribusi perangkat berteknologi tinggi tersebut.

“Saya berterima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Prabowo Subianto. Alat ini sangat membantu kami mengatasi tantangan utama dalam mengakses teks,” tutupnya.

Berita Terbaru

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…