Presiden Prabowo Sentil Menteri Tak Pahami UUD 1945 Lebih Baik Mundur

author Firman

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden RI Prabowo Subianto saat Panen Raya di Kerawang, Jawa Barat. (Humas BKP RI)
Presiden RI Prabowo Subianto saat Panen Raya di Kerawang, Jawa Barat. (Humas BKP RI)

Jurnas.net - Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan tegas kepada para anggota Kabinet Merah Putih, agar selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan. Mengingat kepentingan rakyat adalah perintah UUD 1945. 

Hal ini berdasarkan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. "UUD 45 Pasal 33 jelas, tak usah ada penerjemah. Apa yang tidak jelas? Yang tidak paham, keluar saja dari jabatan. Segera mengundurkan diri. Banyak yang bisa gantikan saudara-saudara. Anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan,” kata Prabowo, Jumat, 9 Januari 2026.

Kepada pembantunya yang dinilai telah bekerja keras membela kepentingan rakyat, Prabowo menyampaikan apresiasi dan keyakinannya bahwa perjuangan tersebut akan membawa Indonesia menuju kemajuan.

“Terima kasih pengabdianmu. Membuat kita tambah percaya, dari hasil menuju hasil, dari kemenangan menuju kemenangan. Indonesia mampu, Indonesia semangat. Kemakmuran harus sungguh-sungguh di tangan rakyat Indonesia,” katanya.

Salah satu capaian yang disorot Prabowo adalah swasembada beras yang dinyatakannya berhasil dicapai dalam waktu satu tahun pemerintahannya, lebih cepat dari target empat tahun yang sebelumnya dicanangkan. Sebagai bentuk penghormatan kepada jajarannya, Prabowo bahkan memberi gestur hormat dari atas panggung.

Ia menuturkan, kebiasaan itu telah ia lakukan sejak menjadi prajurit, sebagai ungkapan rasa kagum terhadap anak buah yang berjuang. "Izinkan saya mengikuti naluri saya sejak muda. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan,” katanya.

Prabowo secara resmi menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada akhir 2025, yang ia sebut sebagai tonggak penting kedaulatan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan tidak akan sepenuhnya bermakna apabila kebutuhan pangan masih bergantung pada negara lain.

"Tidak mungkin sebuah negara disebut merdeka bila pangannya masih bergantung pada bangsa lain,” tegasnya.

Berita Terbaru

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Jurnas.net – Upaya efisiensi anggaran tak lagi berhenti pada pemangkasan belanja, tetapi mulai menyentuh pola hidup aparatur sipil negara (ASN). Sekretariat D…

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – Di tengah tantangan menjaga keandalan jaringan listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) justru m…

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Jurnas.net – Di saat banyak lembaga pemerintah menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran dan skema kerja fleksibel, Sekretariat DPRD Jawa Timur justru m…

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Jurnas.net - Penegakan hukum lalu lintas di Jawa Timur mulai bergeser ke arah yang lebih modern dan responsif. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bersama …

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Jurnas.net – Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 mulai menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya kasat mata. Di balik mekanisme formal, muncul “…

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Jurnas.net – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan respons tegas terkait kasus kekerasan anak yang terjadi di dayc…