DPRD Jatim Soroti Dampak Pemadaman Listrik, Peternak dan UMKM Jadi Korban Utama

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Khusnul Khuluk. (Fraksipksjatim)
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Khusnul Khuluk. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur mulai memunculkan kekhawatiran serius terhadap keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Gangguan pasokan energi tersebut dinilai bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman nyata yang dapat melumpuhkan sektor-sektor produktif yang menjadi penopang ekonomi kerakyatan.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, mendesak pemerintah bersama PLN untuk segera mengambil langkah cepat dan terukur sebelum dampak yang ditimbulkan semakin meluas dan memicu kerugian yang lebih besar di tengah masyarakat. Menurut Khusnul, pemadaman listrik memiliki efek domino yang langsung dirasakan berbagai sektor usaha yang bergantung pada pasokan listrik stabil, mulai dari peternakan modern, UMKM, industri rumahan, hingga usaha jasa skala kecil.

“Pemadaman listrik secara bergiliran ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung oleh peternak, pelaku UMKM, dan berbagai usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik,” kata Khusnul, Senin, 22 Juni 2026.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan Lumajang-Jember itu menyoroti kerentanan sektor peternakan modern yang saat ini banyak mengadopsi teknologi berbasis listrik. Menurutnya, peternakan ayam modern sangat bergantung pada sistem otomatis untuk mengatur suhu kandang, ventilasi udara, sirkulasi udara, hingga distribusi pakan ternak. Ketika pasokan listrik terganggu, risiko kerugian dapat meningkat tajam, terlebih jika terjadi gangguan pada generator cadangan.

“Di peternakan ayam, banyak sistem yang sudah berbasis listrik. Ketika listrik padam dan genset mengalami kendala, ayam-ayam bisa mati dalam jumlah besar. Kondisi ini tentu sangat meresahkan peternak karena kerugiannya tidak sedikit,” katanya.

Tak hanya sektor peternakan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi kelompok yang paling rentan terdampak. Banyak usaha rakyat yang saat ini bertumpu pada peralatan listrik untuk menunjang operasional sehari-hari. Ketika aliran listrik terhenti, aktivitas usaha pun praktis ikut lumpuh.

Khusnul mencontohkan usaha kedai kopi yang sebagian besar menggunakan mesin berbasis listrik untuk melayani pelanggan. “Pelaku UMKM juga akan lumpuh apabila pemadaman berlangsung lama. Penjual kopi misalnya, sebagian besar alat produksinya menggunakan listrik. Ketika listrik mati, mereka tidak bisa beroperasi secara maksimal dan kesulitan melayani pelanggan,” ujarnya.

Menurutnya, dampak serupa juga berpotensi dirasakan sektor usaha lainnya, seperti industri makanan dan minuman, percetakan, pengelasan, usaha penyimpanan produk beku, hingga berbagai industri rumahan yang membutuhkan pasokan listrik tanpa gangguan. Karena itu, Khusnul meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga segera menyelesaikan akar persoalan yang memicu terjadinya pemadaman bergilir.

Ia menegaskan, penyebab apa pun yang melatarbelakangi kondisi tersebut, baik gangguan sistem kelistrikan, berkurangnya pasokan batu bara, maupun faktor cuaca yang memengaruhi operasional pembangkit listrik, harus segera ditangani. “Yang terpenting, pemerintah harus segera menyelesaikan masalah ini. Apakah karena pasokan batu bara berkurang, gangguan sistem, atau faktor cuaca yang memengaruhi pembangkit listrik, semuanya harus segera ditangani,” tegasnya.

Khusnul meminta kondisi di lapangan turut disampaikan secara menyeluruh kepada pemerintah pusat agar dampak yang dialami masyarakat mendapat perhatian serius. Menurutnya, persoalan yang terjadi bukan sekadar gangguan layanan publik biasa, melainkan telah menyentuh langsung kehidupan ekonomi masyarakat bawah.

“Ini harus terus disuarakan sampai ke Presiden. Beliau harus mengetahui bahwa yang terjadi bukan hanya sekadar lampu padam, tetapi berpengaruh langsung terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

Khusnul berharap pemerintah dapat bergerak cepat memulihkan stabilitas pasokan listrik agar roda perekonomian daerah tetap berjalan normal. Ia menegaskan, ketersediaan listrik yang andal merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan usaha rakyat, meningkatkan produktivitas, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya. Pemerintah harus hadir memastikan pasokan listrik kembali normal agar roda perekonomian rakyat tetap berjalan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Revitalisasi 21 SMP di KBB Disebut dari Jalur Aspirasi, Akuntabilitas Dipertanyakan

Revitalisasi 21 SMP di KBB Disebut dari Jalur Aspirasi, Akuntabilitas Dipertanyakan

Senin, 21 Sep 2026 05:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 05:33 WIB

Jurnas.net, Bandung - Deretan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mencatatkan nama sebagai penerima alokasi program…

Proyek Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Tak Berjalan Sesuai Skema Swakelola, Kepala Sekolah Dipersoalkan Hanya Jadi Pe

Proyek Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Tak Berjalan Sesuai Skema Swakelola, Kepala Sekolah Dipersoalkan Hanya Jadi Pe

Minggu, 20 Sep 2026 18:50 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 18:50 WIB

Jurnas.net, Bandung - Pelaksanaan program revitalisasi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuai sorotan. Program yang menggunakan skema…

KAHMI Jatim Gelar Charity Golf, Ratusan Peserta dari Beragam Kalangan Ikut Meriahkan Muswil VI

KAHMI Jatim Gelar Charity Golf, Ratusan Peserta dari Beragam Kalangan Ikut Meriahkan Muswil VI

Sabtu, 19 Sep 2026 18:46 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 18:46 WIB

Jurnas.net – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur mencoba menghadirkan warna baru dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VI. Untuk p…

Ribuan Pelari dari Aceh hingga Papua Ramaikan Soekarno Run di Banyuwangi

Ribuan Pelari dari Aceh hingga Papua Ramaikan Soekarno Run di Banyuwangi

Sabtu, 19 Sep 2026 17:22 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – Banyuwangi kembali menggelar dua event olahraga dalam waktu bersamaan. Soekarno Run dan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 menjadi bagian …

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jurnas.net -  Sebanyak 17 madrasah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, disasar progam revitalisasi bantuan presiden (Banpres) Prabowo Subianto. Tiap madrasah …

Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB

Jurnas.net — Ribuan warga memenuhi Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9/2026) malam. Gemuruh tabuhan kentongan yang dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama …